Proses Pembuatan Toge: Mudah, Sehat, dan Penuh Nutrisi

- Jurnalis

Senin, 21 Juli 2025 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Toge atau tauge adalah kecambah dari biji kacang hijau atau kacang kedelai yang banyak digunakan dalam kuliner Asia, terutama Indonesia. Selain kaya akan nutrisi seperti vitamin C, vitamin K, asam folat, dan serat, toge juga dikenal memiliki enzim hidup yang bermanfaat untuk sistem pencernaan dan detoksifikasi tubuh. Menariknya, toge bisa dibuat sendiri di rumah tanpa perlu lahan luas ataupun alat mahal.

Berikut adalah penjelasan lengkap dan sistematis mengenai proses pembuatan toge:

1. Pemilihan Biji yang Berkualitas

Langkah pertama dan paling penting adalah memilih biji kacang yang berkualitas. Biji yang biasa digunakan:

  • Kacang Hijau – umum digunakan untuk toge rumahan, hasilnya lebih ramping dan cepat tumbuh.
  • Kacang Kedelai – menghasilkan toge yang lebih gemuk dan banyak dijumpai di pasar tradisional.

Ciri-ciri biji yang bagus:

  • Bersih, tidak pecah, tidak berjamur.
  • Ukurannya seragam dan tidak keriput.

2. Perendaman (Soaking)

Biji kacang harus direndam agar kulitnya melunak dan memicu proses perkecambahan.

  • Gunakan air bersih dan rendam biji selama 8–12 jam (umumnya semalaman).
  • Untuk hasil terbaik, rendam dalam air hangat suam-suam kuku.
  • Pastikan seluruh biji terendam, tambahkan air lebih jika perlu.
Baca Juga :  10 Hal yang Wajib Dihindari Penderita Hipertensi agar Tekanan Darah Tetap Stabil

3. Penyemaian (Perkecambahan)

Setelah direndam, biji siap untuk disemai. Ada beberapa metode, tetapi yang paling mudah untuk rumah tangga adalah:

Metode Kain Basah atau Saringan

Alat dan bahan:

  • Saringan besar, baskom, atau toples
  • Kain bersih atau kertas tisu tebal
  • Tutup atau kain gelap

Langkah-langkah:

  1. Tiriskan biji yang telah direndam.
  2. Letakkan biji dalam saringan atau wadah berlubang agar air tidak menggenang.
  3. Tutupi biji dengan kain lembap, lalu simpan di tempat gelap (hindari sinar matahari langsung).
  4. Siram atau percikkan air 2–3 kali sehari agar biji tetap lembap dan tidak kering.
  5. Pastikan air tidak menggenang karena bisa menyebabkan biji membusuk.

4. Proses Tumbuh dan Panen

Setelah 2–5 hari (tergantung suhu dan kelembapan), biji akan mulai bertunas dan tumbuh menjadi toge.

Ciri-ciri siap panen:

  • Panjang kecambah sekitar 3–7 cm.
  • Warna putih segar dan tidak berbau.
Baca Juga :  Yogurt, Si Kecil Penuh Manfaat: Menyegarkan dan Menyehatkan dari Dalam

Untuk toge dari kacang hijau, biasanya panen dilakukan pada hari ke-3 hingga ke-5. Sementara toge dari kedelai bisa dipanen pada hari ke-5 hingga ke-7.

5. Pembersihan dan Penyimpanan

Setelah dipanen:

  • Cuci toge hingga bersih dari kulit biji dan akar kecambah.
  • Tiriskan dengan saringan hingga air benar-benar habis.
  • Simpan dalam wadah tertutup di lemari es jika tidak langsung digunakan.

Tips penyimpanan:

  • Simpan dalam plastik berlubang atau wadah tertutup di suhu 4–10°C.
  • Dapat bertahan segar selama 3–5 hari.

Keuntungan Membuat Toge Sendiri di Rumah

Hemat biaya
Tanpa pestisida atau bahan kimia
Lebih segar dan higienis
Bisa dikembangkan jadi usaha rumahan


Membuat toge di rumah adalah kegiatan yang mudah, menyenangkan, dan menyehatkan. Anda tidak hanya mendapatkan kecambah yang segar, tetapi juga pengalaman menarik dalam menumbuhkan makanan sendiri. Jika dilakukan secara konsisten dan terstandar, produksi toge juga bisa dikembangkan menjadi peluang usaha mikro yang menjanjikan.


 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Awas Siomay Ikan Sapu-Sapu, Kenali Ciri, Perbedaan dengan Tenggiri, dan Risikonya
Manfaat Buah Manggis untuk Kesehatan, Ini Penyakit yang Dapat Dibantu Penyembuhannya
Studi Terbaru Ungkap Jus Jeruk Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung
Daftar 7 Ikan Bermerkuri Tinggi, Berbahaya bagi Ibu Hamil dan Anak
Gula Darah di Atas 500 mg/dL, Waspada Risiko Koma Diabetik yang Mengancam Nyawa
4 Jus Penurun Gula Darah Alami, Tomat hingga Plum untuk Diabetes
Manfaat Tak Terduga Semangka untuk Kesehatan Tubuh, Nomor 5 Jarang Diketahui
5 Kebiasaan Sehari-hari yang Memicu Osteoporosis, Waspadai Sejak Dini

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 13:19 WIB

Awas Siomay Ikan Sapu-Sapu, Kenali Ciri, Perbedaan dengan Tenggiri, dan Risikonya

Selasa, 27 Januari 2026 - 11:05 WIB

Manfaat Buah Manggis untuk Kesehatan, Ini Penyakit yang Dapat Dibantu Penyembuhannya

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:22 WIB

Studi Terbaru Ungkap Jus Jeruk Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung

Senin, 19 Januari 2026 - 15:06 WIB

Daftar 7 Ikan Bermerkuri Tinggi, Berbahaya bagi Ibu Hamil dan Anak

Sabtu, 17 Januari 2026 - 19:21 WIB

Gula Darah di Atas 500 mg/dL, Waspada Risiko Koma Diabetik yang Mengancam Nyawa

Berita Terbaru