Menkomdigi Meutya Hafid Bantah Akan Batasi WhatsApp Call hingga FaceTime: Hanya Terima Usulan Operator

- Jurnalis

Sabtu, 19 Juli 2025 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid membantah kabar yang menyebut pemerintah akan membatasi layanan panggilan suara (voice call) dan video (video call) melalui aplikasi over-the-top (OTT) seperti WhatsApp, FaceTime, Zoom, dan sejenisnya.

Meutya menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada rencana pembatasan layanan komunikasi berbasis internet. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar dan hanya berangkat dari salah tafsir terhadap usulan dari operator telekomunikasi.

“Saya tegaskan, pemerintah tidak merancang ataupun mempertimbangkan pembatasan WhatsApp Call. Informasi yang beredar tidak benar dan menyesatkan,” kata Meutya dalam konferensi pers pada Jumat, 19 Juli 2025.

Ia menjelaskan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital memang menerima masukan dari sejumlah pelaku industri, termasuk operator yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), serta lembaga seperti Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel). Namun, menurut Meutya, masukan tersebut belum masuk dalam agenda kebijakan resmi pemerintah.

Baca Juga :  Spacewar! (1962), Game Komputer Modern Pertama di Dunia

“Sebagai kementerian, kami terbuka terhadap seluruh masukan dari pelaku industri. Tapi tidak berarti itu akan otomatis menjadi keputusan. Semuanya harus dikaji dengan matang,” ujarnya.

Meutya juga menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan publik yang muncul akibat simpang siur informasi mengenai isu pembatasan layanan OTT.

Sebelumnya, isu ini mencuat setelah beberapa operator menyuarakan kekhawatiran bahwa layanan OTT tidak memberikan kontribusi langsung terhadap infrastruktur yang dibangun oleh operator seluler. Mereka mengusulkan agar penyedia layanan komunikasi berbasis internet ikut berkontribusi, karena sebagian besar trafik internet digunakan untuk layanan VoIP dan video call.

Baca Juga :  Ribuan Video YouTube Terancam Tak Bisa Dimonetisasi Mulai 15 Juli, Ini Penyebabnya

Namun, Meutya menegaskan bahwa kementerian yang dipimpinnya saat ini lebih memprioritaskan perluasan akses internet, penguatan literasi digital, serta perlindungan data masyarakat dalam ruang digital.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo, Denny Setiawan, juga membenarkan bahwa wacana pembatasan hanya berasal dari usulan internal industri, bukan keputusan kementerian. Ia mengatakan bahwa masukan tersebut bersifat terbuka dan tidak mengikat.

Meutya Hafid menambahkan bahwa pemerintah akan tetap menjaga prinsip keterbukaan dan kebebasan digital, termasuk dalam penggunaan aplikasi komunikasi yang digunakan masyarakat luas. “Kami tidak ingin masyarakat dirugikan oleh keputusan yang tidak sesuai dengan semangat transformasi digital nasional,” pungkasnya.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HyperOS 3.1 Beta Mulai Digulirkan Xiaomi ke 12 Perangkat, Cek Daftarnya
Paket Data Telkomsel Tak Lagi Hangus, Hadir Fitur Akumulasi Kuota Internet
Spacewar! (1962), Game Komputer Modern Pertama di Dunia
Microsoft Dorong Pengguna Windows 11 Tinggalkan Chrome, Edge Dipromosikan Lewat Pesan Keamanan
Bug HyperOS Bikin Xiaomi Note 14 Mati Mendadak Saat Baterai Lemah
Xiaomi 15T 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Usung Kamera Leica dan Performa Kencang
Registrasi SIM Berbasis Wajah Berlaku 2026, Ini Aturan untuk Nomor Lama
Realme GT 8 Pro Siap Meluncur, Usung Kamera 200 MP dan Desain Modular Inovatif

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 01:06 WIB

Paket Data Telkomsel Tak Lagi Hangus, Hadir Fitur Akumulasi Kuota Internet

Rabu, 7 Januari 2026 - 19:27 WIB

Spacewar! (1962), Game Komputer Modern Pertama di Dunia

Minggu, 4 Januari 2026 - 20:27 WIB

Microsoft Dorong Pengguna Windows 11 Tinggalkan Chrome, Edge Dipromosikan Lewat Pesan Keamanan

Rabu, 31 Desember 2025 - 20:27 WIB

Bug HyperOS Bikin Xiaomi Note 14 Mati Mendadak Saat Baterai Lemah

Jumat, 19 Desember 2025 - 17:23 WIB

Xiaomi 15T 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Usung Kamera Leica dan Performa Kencang

Berita Terbaru