Festival Iconic 2024 Hadirkan Ratusan Inovasi Pengolahan Sampah dan Penurunan Angka Stunting

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 23 September 2024 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

an Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Bandung menggelar Festival Inovasi Persampahan dan Stunting Kota Bandung 2024 (Iconic) di Kiara Artha Park, Sabtu (21/9/2024).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Bappelitbang Kota Bandung, Forum TJSL, unsur kewilayahan, serta kelompok masyarakat dalam mendukung bandung zero waste dan bandung zero new stunting.

Hasilnya, sebanyak 214 inovasi penurunan angka stunting dari 30 kecamatan serta 80 inovasi pengolahan sampah ditampilkan pada festival ini.

Dari ratusan inovasi, terpilih enam kecamatan terbaik dalam upaya penurunan angka stunting, dan lima inovasi pengolahan sampah terbaik. Berikut daftar pemenangnya:

Awarding Iconic 2024, diberikan kepada:
1. Mitra Dago Peduli Nyaah Ka Bumi – Kelurahan Antapani Wetan.
2. Seni Tari Gerakan Akar Rumput Pemuda Pemudi Kota Bandung –
Kelurahan Sukamiskin.
3. Design Label Pemilahan Sampah – Kelurahan Lebak Siliwangi.

Kecamatan Terbaik Inovasi Percepatan Penurunan Stunting:
Juara 1: Bojongloa Kidul.
Juara 2: Antapani.
Juara 3: Buahbatu.
Juara Harapan 1: Arcamanik.
Juara Harapan 2: Rancasari.
Juara Harapan 3: Coblong.

Atas inovasi-inovasi yang sudah dihadirkan Sekretaris Daerah Kota Bandung Dharmawan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Iconic 2024. Ia menggarisbawahi, pengolahan sampah dan percepatan penurunan stunting merupakan yang sedang digeber oleh Pemda Kota Bandung.

Baca Juga :  Jaga Ketahanan Kesehatan Masyarakat : Kepala BPOM Pantau Fasilitas Produksi Bio Farma

Sebagai catatan, Pemda Kota Bandung telah mereduksi jumlah sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti dari yang awalnya berada di sekitar 1.700 ton menjadi 939 ton sisanya lebih dari 800 ton telah diselesaikan secara mandiri maupun melalui UPT Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung.

“Namun perlu peran masyarakat, antara lain dengan mengurangi volume serta mengolah sampah secara proporsional,” katanya.

Merujuk pada angka stunting nasional dan Jawa Barat yang berada di angka 21.5 persen (Nasional) dan 21,7 persen (Jawa Barat), Pemerintah Daerah Kota Bandung telah mencatatkan capaian yang lebih rendah yaitu 16,3 persen. Pada tahun 2024 Pemkot Bandung menargetkan angka prevalensi stunting bisa kembali diturunkan ke angka 14 persen.

“Kondisi ini menjadi penanda, tahun ini kita harus bekerja keras. Termasuk melakukan intervensi spesifik dan sensitif,” pesan Dharmawan.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pihak yang telah bekerja sungguh-sungguh dalam menurunkan angka prevalensi stunting,” tuturnya.

Baca Juga :  bank bjb Raih Penghargaan Banking Service Excellence 2024

Sementara itu, kepala Bappelitbang kota Bandung Anton Sunarwibowo meyampaikan, tujuan kegiatan ini antara lain: edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, memberi penghargaan bagi kecamatan yang telah menunjukkan kinerja terbaik dalam percepatan penurunan stuntung dan berpartisipasi dalam mewujudkan zero new stunting.

Selain itu, memberi penghargaan bagi kelompok masyarakat yang telah berinovasi dalam pengolahan sampah, serta melaksanakan business matching antara inovator di masyarakat dan kewilayahan dengan privat sektor yang merupakan anggota TJSL Kota Bandung.

“Kegiatan ini merupakan terobosan utama yang dilakukan Pemkot Bandung dalam percepatan penurunan angka stunting dan mewujudkan Kota Bandung yang maju berkelanjutan,” ujar Anton.

Sedangkan, Anggota DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi menyebut, Bandung adalah kota yang terkenal dengan kreativitas dan wisatanya.

Ia berharap, kegiatan ini akan menstimulasi masyarakat di kewilayahan lebih banyak menghadirkan inovasi menuju Bandung nol sampah dan nol kasus stunting baru.

“Bandung harus menjadi kota pertama dan percontohan, yang mampu berdaya saing dengan kota lain, Serta menghadirkan SDM yang unggul,” kata Asep.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Pendidikan dan Bug Bounty Masuk Nominasi ITU WSIS 2026, Kemendikdasmen Ajak Publik Voting
Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Pendidikan Inklusif 2026, Target 1.500 Guru Bersertifikat GPK
Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 17:51 WIB

Rumah Pendidikan dan Bug Bounty Masuk Nominasi ITU WSIS 2026, Kemendikdasmen Ajak Publik Voting

Senin, 20 April 2026 - 17:47 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Pendidikan Inklusif 2026, Target 1.500 Guru Bersertifikat GPK

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Berita Terbaru