Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLOPAKINDONESIA.COM – JAKARTA – Suara dentuman dan getaran dilaporkan dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Lampung, Banten, hingga Jawa Barat. Fenomena tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung dalam waktu bersamaan.

Badan Geologi mengungkapkan, dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di sejumlah wilayah tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berlangsung bersamaan dengan laporan suara dentuman dan getaran yang dirasakan masyarakat.

“Suara dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, dan Lampung diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan,” kata Lana dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).

Gunung Anak Krakatau dilaporkan mengalami erupsi menerus sejak Jumat malam. Aktivitas vulkanik tersebut disertai suara gemuruh dan dentuman.

Baca Juga :  Bina Keluarga Remaja (BKR) Mandala Menjadi Salah Satu BKR Percontohan Tingkat Nasional.

Menurut Badan Geologi, aktivitas erupsi yang terjadi merupakan erupsi bertipe Strombolian yang menghasilkan lontaran material pijar dan abu vulkanik. Gunung Anak Krakatau sendiri masih berada pada status Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026.

Dentuman Dilaporkan Terasa hingga Jawa Barat

Laporan mengenai suara dentuman muncul dari sejumlah daerah. Tidak hanya masyarakat di sekitar Lampung dan Banten, dentuman juga dilaporkan terdengar hingga sejumlah wilayah di Jawa Barat.

Fenomena tersebut sempat membuat masyarakat bertanya-tanya mengenai sumber suara yang disertai getaran tersebut.

Sejumlah laporan menyebut dentuman terdengar di kawasan Jawa Barat, termasuk wilayah Bandung dan sekitarnya. Namun, penyebab dentuman yang dirasakan masyarakat masih menjadi perhatian dan terus dikaitkan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdasarkan kesesuaian waktu kejadian.

Masyarakat Diminta Tidak Mendekat

Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga :  SEB Pembelajaran Ramadan 1447 H/2026 M Resmi Terbit, Ini Jadwal dan Skema Lengkap dari Kemendikdasmen

Masyarakat juga diminta tidak mendekati kawasan gunung api untuk menyaksikan erupsi maupun mengambil gambar dan video karena masih terdapat potensi bahaya berupa lontaran material dari kawah aktif.

Sementara itu, masyarakat yang berada di wilayah pesisir Provinsi Banten dan Lampung diminta tetap tenang serta dapat menjalankan aktivitas seperti biasa dengan tetap mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Badan Geologi menyatakan aktivitas erupsi yang terjadi saat ini tidak berpotensi menimbulkan keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami. Meski demikian, perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan perubahan morfologinya tetap dipantau secara intensif.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi dan terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari instansi berwenang terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG
Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya
Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi
Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
LDI 2026 Resmi Dibuka, 17.115 Murid Daftar Ajang Debat Nasional Kemendikdasmen
Luvidi Pranawa Raih Medali Emas IOAI 2026, Berawal dari Prestasi OSN

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:37 WIB

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG

Sabtu, 5 September 2026 - 15:16 WIB

Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya

Sabtu, 5 September 2026 - 09:48 WIB

Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau

Jumat, 4 September 2026 - 14:08 WIB

Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi

Jumat, 4 September 2026 - 05:45 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M

Berita Terbaru