BANDUNG – Tumpukan sampah kembali menutupi sebagian aliran Sungai Cikendal yang berada di kawasan Cigondewah Kaler, Kota Bandung, tepatnya di samping SMP Negeri 55 Bandung. Kondisi tersebut menjadi sorotan karena mencerminkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan sungai.
Berdasarkan informasi yang beredar, volume sampah yang menumpuk diperkirakan mencapai ratusan meter kubik. Selain dipenuhi berbagai jenis sampah, aliran sungai juga mengalami sedimentasi lumpur yang semakin memperparah kondisi dan berpotensi menghambat arus air.
Fenomena penumpukan sampah di Sungai Cikendal disebut bukan kali pertama terjadi. Peristiwa serupa kerap berulang, sehingga menjadi indikator bahwa persoalan budaya membuang sampah sembarangan serta pengelolaan sampah masih menjadi tantangan serius di kawasan tersebut.
Kondisi memprihatinkan itu diunggah oleh Aktivis Peduli Lingkungan Jawa Barat (Pelija), Rahmat, melalui akun Instagram pribadinya @jejak_guru_rahmat. Dalam unggahan tersebut terlihat aliran sungai dipenuhi sampah yang menutupi permukaan air dan bercampur endapan lumpur.
Keberadaan tumpukan sampah di sungai tidak hanya mengganggu estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan pencemaran, memicu banjir saat musim hujan, serta mengancam kesehatan masyarakat di sekitar bantaran sungai.
Peristiwa ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, khususnya menjaga sungai agar tidak dijadikan tempat pembuangan sampah. Upaya tersebut juga memerlukan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, komunitas lingkungan, serta berbagai pemangku kepentingan agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Menjaga kebersihan sungai merupakan tanggung jawab bersama. Dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mendukung pengelolaan sampah yang baik, kualitas lingkungan dapat terjaga sekaligus mengurangi risiko bencana maupun pencemaran di masa mendatang.


























