Kemendukbangga/BKKBN dan Pemkab Ciamis Perkuat Edukasi 1.000 HPK untuk Percepat Penurunan Stunting

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ciamis – Mewujudkan Indonesia Emas 2045 dimulai dengan memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan terbebas dari stunting. Berangkat dari komitmen tersebut, Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Jawa Barat bersama DP2KBP3A Kabupaten Ciamis terus memperkuat kolaborasi dalam percepatan penurunan dan pencegahan stunting melalui edukasi, pendampingan, dan pemberian bantuan kepada keluarga berisiko stunting.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang berlangsung di Aula Ciung Wanara, Kabupaten Ciamis, pada Selasa, 9 Juni 2026.

Edukasi untuk 200 Keluarga Berisiko Stunting

Kegiatan ini diikuti oleh 200 Keluarga Berisiko Stunting (KRS) yang berasal dari Kecamatan Cijeungjing dan Kecamatan Cisaga.

Para peserta memperoleh berbagai materi mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, yang dikenal sebagai periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai:

  • Optimalisasi tumbuh kembang anak pada masa emas.
  • Pentingnya pemberian gizi seimbang.
  • Pola pengasuhan yang mendukung perkembangan anak.
  • Peran Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP) dalam mencegah stunting melalui pengaturan jarak kehamilan yang sehat.

Pendekatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga agar mampu menerapkan pola hidup sehat dan pengasuhan yang tepat sejak dini.

Bantuan Nutrisi dari Semangat Gotong Royong

Selain kegiatan edukasi, seluruh keluarga sasaran juga menerima bantuan nutrisi sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.

Baca Juga :  IPKB Jabar Gagas Jurnalisme Keluarga

Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi dan kepedulian berbagai pihak, antara lain:

  • Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat.
  • Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Jawa Barat.
  • Rumah Zakat.

Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tidak hanya pemerintah, tetapi juga organisasi profesi, lembaga filantropi, dan berbagai mitra pembangunan.

Pencegahan Stunting Dimulai dari Rumah

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan stunting sangat bergantung pada peran keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar anak.

Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa pemenuhan gizi yang cukup, akses terhadap sanitasi yang layak, serta pola pengasuhan yang baik merupakan fondasi utama bagi tumbuh kembang anak.

“Anak-anak adalah calon penerus kita dan bangsa di masa depan. Sebagai orang tua, kita bertugas untuk memastikan tumbuh kembang mereka optimal,” ujarnya.

Menurut Dadi, investasi terbaik bagi masa depan bangsa dimulai dari keluarga yang mampu menyediakan lingkungan sehat dan mendukung perkembangan anak secara optimal sejak masa kehamilan.

Kolaborasi Pemerintah Daerah Perkuat Intervensi

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah yang memiliki komitmen dalam mendukung percepatan penurunan stunting, di antaranya:

  • Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ciamis, Hj. Kania Herdiat.
  • Kepala DP2KBP3A Kabupaten Ciamis, Dr. H. Yoyo, M.Kes., beserta jajaran.
  • Camat Cijeungjing, H. Jajang, S.IP., M.Pd.
Baca Juga :  Sebanyak 109.333 KPM di Kota Bandung Dipastikan Terima Cadangan Pangan Pemerintah

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan stunting memerlukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, organisasi masyarakat, hingga keluarga sebagai pelaku utama dalam pengasuhan anak.

Memanfaatkan Periode Emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan masa yang sangat menentukan bagi pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak. Kekurangan gizi pada masa ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan, kemampuan belajar, hingga produktivitas di masa dewasa.

Karena itu, berbagai intervensi yang dilakukan Kemendukbangga/BKKBN melalui edukasi, pendampingan, pemberian bantuan nutrisi, serta penguatan peran keluarga diarahkan untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.

Bersama Wujudkan Generasi Bebas Stunting

Melalui kegiatan KIE 1.000 HPK di Kabupaten Ciamis, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam percepatan penurunan stunting.

Dengan meningkatkan pengetahuan keluarga, memperluas akses terhadap edukasi kesehatan dan gizi, serta memperkuat dukungan lintas sektor, diharapkan semakin banyak keluarga mampu memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak secara optimal.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid
Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa
Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen
AMPETRA Soroti Sulitnya Izin Tambang Rakyat, Siap Dampingi Penambang hingga Kantongi Legalitas
Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga
Kemendukbangga/BKKBN dan Pemprov Jabar Perkuat Sinergi Perluas Sekolah Siaga Kependudukan
DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:50 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029

Senin, 20 Juli 2026 - 11:26 WIB

Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid

Senin, 20 Juli 2026 - 11:23 WIB

Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa

Senin, 20 Juli 2026 - 09:12 WIB

Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:14 WIB

Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga

Berita Terbaru