Bandung – Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026 tingkat Provinsi Jawa Barat tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga berbagai program edukatif yang menyasar keluarga sebagai garda terdepan pembangunan sumber daya manusia. Salah satu rangkaian kegiatan yang mendapat perhatian adalah Edukasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bagi Keluarga Risiko Stunting (KRS) yang dipusatkan di Aula Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, pada 29 Juni 2026.
Mengusung tema “Ayah Wajib Hadir, Keluarga Cerdas Lindungi Anak dari Dampak Negatif Dunia Digital”, kegiatan ini menekankan pentingnya keterlibatan orang tua, khususnya ayah, dalam pengasuhan anak sejak masa awal kehidupan, sekaligus meningkatkan kesadaran keluarga terhadap tantangan pengasuhan di era digital.
Edukasi dan Bantuan untuk Keluarga Berisiko Stunting
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung, Anhar Hadian, yang menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui edukasi dan pendampingan keluarga.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan paket bantuan kepada 70 Keluarga Risiko Stunting (KRS) sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan dasar keluarga yang menjadi sasaran program.
Selain bantuan, peserta memperoleh edukasi mengenai Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP) yang disampaikan oleh Tim Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat. Materi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya perencanaan kehamilan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan ibu dan anak.
Program GENTING Jadi Langkah Strategis Percepatan Penurunan Stunting
Kegiatan turut dihadiri oleh Camat Arcamanik, Willy Yudia Laksana, dan Lurah Sukamiskin, Sofian Ismail, serta secara resmi dibuka oleh Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi.
Dalam sambutannya, Dadi menjelaskan bahwa Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) merupakan salah satu program strategis Kemendukbangga/BKKBN yang bertujuan menggerakkan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Menurutnya, penurunan angka stunting tidak dapat dilakukan hanya melalui intervensi pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan aktif dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan masyarakat secara luas.
“Upaya percepatan penurunan stunting memerlukan sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan agar intervensi yang diberikan mampu menjangkau Keluarga Risiko Stunting secara tepat dan berkesinambungan. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa nutrisi yang baik, tetapi juga edukasi, pendampingan, dan penguatan pola asuh dari keluarga,” ujar Dadi.
Ia menambahkan bahwa pendekatan yang komprehensif menjadi kunci dalam mencegah stunting, karena persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi, tetapi juga pola pengasuhan, sanitasi, kesehatan, serta kondisi sosial ekonomi keluarga.
Edukasi MPASI dan Pengasuhan Anak
Sebagai bagian dari peningkatan kapasitas keluarga, kegiatan juga diisi dengan edukasi dan demonstrasi pembuatan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang ditujukan bagi ibu menyusui dan ibu yang memiliki balita.
Sesi tersebut dipandu oleh perwakilan PT Indofood Nutrition and Special Foods (NSF) yang memberikan contoh penyusunan menu MPASI bergizi, aman, dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh pengetahuan praktis mengenai pemenuhan gizi anak sebagai salah satu upaya penting dalam mencegah stunting.
Keluarga Cerdas Hadapi Tantangan Dunia Digital
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kampanye bertajuk “Bangga Berkualitas: Digital Cerdas, Keluarga Berkualitas” yang disampaikan oleh Tim Kerja Pelatihan dan Pengembangan SDM Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat.
Kampanye tersebut mengajak keluarga untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi digital sekaligus meningkatkan kemampuan orang tua dalam mendampingi anak menggunakan perangkat digital secara aman, sehat, dan bertanggung jawab.
Kemendukbangga/BKKBN menilai bahwa di era digital, tantangan pengasuhan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik dan gizi anak, tetapi juga perlindungan terhadap berbagai risiko di dunia digital. Karena itu, keterlibatan aktif ayah dan ibu dalam mendampingi anak menjadi semakin penting.
Melalui rangkaian kegiatan HARGANAS ke-33 ini, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan, pencegahan stunting, penguatan pola asuh, serta perlindungan anak di era digital terus meningkat. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan keluarga diharapkan mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.


























