Karawang – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN melalui Perwakilan Provinsi Jawa Barat bersama Direktorat Ketahanan Balita dan Anak terus memperkuat implementasi Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) di kawasan industri. Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja ke PT Procter & Gamble (P&G) dan PT Chang Shin Indonesia di Kabupaten Karawang pada Rabu, 9 Juli 2026.
Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadirkan lingkungan kerja yang ramah keluarga, khususnya melalui penyediaan layanan pengasuhan anak yang aman, berkualitas, dan terstandar bagi para pekerja.
Rombongan Kemendukbangga/BKKBN diterima langsung oleh jajaran pimpinan kedua perusahaan yang menyambut baik pengembangan Program TAMASYA sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga pekerja sekaligus mendukung produktivitas perusahaan.
Persiapan Peluncuran “TAMASYA Goes to Industry”
Di PT Procter & Gamble (P&G), yang telah menjadi perusahaan percontohan dalam pengelolaan Tempat Pengasuhan Anak Ramah Anak (TARA), pertemuan difokuskan pada persiapan peluncuran program TAMASYA Goes to Industry.
Dalam pertemuan tersebut, Direktorat Ketahanan Balita dan Anak Kemendukbangga/BKKBN memaparkan berbagai skenario penyelenggaraan peluncuran program yang direncanakan akan menghadirkan Presiden Republik Indonesia bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN.
Pembahasan dilakukan untuk memperoleh dukungan, masukan, serta kesepahaman dari seluruh pihak, khususnya PT P&G sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.
Program TAMASYA Goes to Industry diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperluas implementasi tempat pengasuhan anak di lingkungan perusahaan sehingga semakin banyak pekerja, terutama perempuan, dapat menjalankan peran sebagai orang tua tanpa harus mengorbankan produktivitas di tempat kerja.
Apresiasi untuk Baby Daycare PT P&G
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, memberikan apresiasi kepada PT P&G yang telah menghadirkan fasilitas Baby Daycare sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap kebutuhan pekerja yang memiliki anak usia dini.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut merupakan contoh nyata bagaimana perusahaan dapat berkontribusi dalam mendukung pembangunan keluarga sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif.
Ia menilai layanan pengasuhan anak di lingkungan kerja memberikan rasa aman bagi para orang tua, khususnya pekerja perempuan, sehingga mereka dapat menjalankan pekerjaan secara optimal tanpa mengabaikan kebutuhan tumbuh kembang anak.
“Dengan adanya Baby Daycare, pekerja dapat tetap produktif dalam bekerja sekaligus memastikan anak memperoleh pengasuhan yang aman, nyaman, dan berkualitas selama orang tua menjalankan aktivitasnya,” ujar Dadi.
PT Chang Shin Didorong Menginisiasi Program TAMASYA
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke PT Chang Shin Indonesia, salah satu perusahaan besar di Kabupaten Karawang yang memiliki jumlah tenaga kerja perempuan cukup dominan.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Ketahanan Balita dan Anak Kemendukbangga/BKKBN, dr. Feby, melakukan advokasi kepada jajaran manajemen perusahaan agar mendukung sekaligus menginisiasi Program TAMASYA di lingkungan perusahaan.
Dorongan tersebut didasarkan pada kondisi tenaga kerja PT Chang Shin yang sekitar 88 persen merupakan perempuan usia produktif, sehingga kebutuhan akan layanan pengasuhan anak dinilai sangat relevan.
Menurut dr. Feby, keberadaan fasilitas pengasuhan anak di kawasan industri tidak hanya memberikan manfaat bagi pekerja, tetapi juga mampu meningkatkan loyalitas karyawan, mengurangi tingkat stres orang tua, serta mendukung produktivitas perusahaan secara keseluruhan.
Pihak manajemen PT Chang Shin memberikan apresiasi terhadap konsep Program TAMASYA dan menyambut baik gagasan pengembangannya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja beserta keluarganya.
Pemkab Karawang Siap Mendukung Implementasi
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Karawang turut mendampingi rombongan dan menyatakan komitmennya untuk mendukung implementasi Program TAMASYA di wilayah Kabupaten Karawang.
Pemerintah daerah akan mendorong para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB) melakukan pemetaan kawasan industri yang berpotensi menjadi lokasi pengembangan layanan pengasuhan anak.
Selain itu, PKB/PLKB Kabupaten Karawang juga siap memberikan pendampingan kepada perusahaan yang akan menginisiasi Program TAMASYA, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan sesuai standar yang telah ditetapkan Kemendukbangga/BKKBN.
Wujud Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha
Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) merupakan salah satu program prioritas Kemendukbangga/BKKBN yang bertujuan menghadirkan layanan pengasuhan anak berkualitas melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Melalui program ini, perusahaan didorong untuk menyediakan fasilitas pengasuhan yang memenuhi standar keamanan, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan anak sehingga para pekerja dapat menyeimbangkan kehidupan keluarga dan pekerjaan.
Kemendukbangga/BKKBN berharap semakin banyak perusahaan di Jawa Barat yang mengadopsi Program TAMASYA sebagai bagian dari budaya kerja yang ramah keluarga. Dengan semakin luasnya implementasi program tersebut, diharapkan kualitas pengasuhan anak meningkat, produktivitas tenaga kerja tetap terjaga, serta terwujud keluarga Indonesia yang lebih sejahtera sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.


























