Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – PT Bio Farma (Persero) resmi meluncurkan Bio-TCV, vaksin tifoid konjugat produksi dalam negeri, sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan vaksin nasional sekaligus meningkatkan pencegahan demam tifoid di Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor.

Peluncuran yang berlangsung di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 16 Juli 2026 ini dihadiri Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar, perwakilan Kementerian Kesehatan, akademisi, organisasi profesi, serta para peneliti yang terlibat dalam pengembangan vaksin tersebut.

Demam tifoid masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit yang disebabkan bakteri Salmonella typhi ini erat kaitannya dengan sanitasi, akses air bersih, keamanan pangan, serta perilaku hidup bersih dan sehat. Karena itu, vaksinasi diposisikan sebagai bagian dari strategi pencegahan yang komprehensif bersama upaya peningkatan sanitasi, edukasi, dan tata laksana medis yang tepat.

Direktur Komersial Bio Farma Fitri Puspadewi mengatakan pengembangan Bio-TCV tidak hanya berorientasi pada ketersediaan produk, tetapi juga pada perluasan manfaat bagi masyarakat melalui prinsip Availability, Accessibility, Affordability, dan Acceptance.

Menurutnya, Bio Farma terus memperkuat kapasitas produksi nasional agar ketersediaan vaksin tetap terjaga, memperluas akses masyarakat, menghadirkan harga yang kompetitif, serta membangun kepercayaan publik melalui edukasi berbasis bukti ilmiah dan kolaborasi dengan organisasi profesi, fasilitas pelayanan kesehatan, serta akademisi.

Baca Juga :  Dedi Mulyadi Akan Ubah Minibus Kendaraan Dinas Gubernur Jadi Mobil Rumah Sakit

Sementara itu, Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menegaskan bahwa BPOM mendukung inovasi vaksin nasional melalui pendampingan regulatori dengan tetap mengedepankan standar mutu, keamanan, dan khasiat.

Ia juga menyebut pengakuan BPOM sebagai WHO Listed Authority untuk fungsi regulasi vaksin menjadi bukti bahwa sistem pengawasan vaksin Indonesia telah memenuhi standar internasional dan menjadi modal penting dalam meningkatkan daya saing industri vaksin nasional di pasar global.

Dari sisi pemerintah, Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI Andi Saguni menjelaskan bahwa pengendalian demam tifoid harus dilakukan secara menyeluruh melalui perbaikan sanitasi, keamanan pangan, edukasi masyarakat, deteksi dini, diagnosis yang akurat, tata laksana medis, surveilans, serta vaksinasi sesuai kebijakan yang berlaku.

Ia menambahkan, kemungkinan memasukkan vaksin tifoid ke dalam Program Imunisasi Nasional akan melalui kajian menyeluruh yang mempertimbangkan data epidemiologi, beban penyakit, rekomendasi para ahli, manfaat kesehatan masyarakat, kesiapan program, hingga ketersediaan sumber daya.

Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI Dr. dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-AI, FINASIM menyampaikan bahwa PAPDI merekomendasikan vaksin tifoid konjugat bagi orang dewasa berusia 18 tahun ke atas, terutama kelompok yang memiliki risiko tinggi terpapar atau menularkan infeksi tifoid.

Rekomendasi tersebut didasarkan pada hasil penelitian yang menunjukkan Bio-TCV memiliki profil keamanan yang baik, mampu membentuk respons imun yang kuat, serta berpotensi memberikan perlindungan jangka panjang.

Baca Juga :  Pemkot Bandung dan Bank bjb Peringati Hari Pelanggan Nasional

Pengembangan Bio-TCV sendiri telah melalui proses panjang sejak transfer teknologi pada 2013, dilanjutkan studi praklinis, uji klinis fase I, II, dan III, hingga memperoleh izin edar dari BPOM pada 20 Agustus 2023.

Principal Investigator uji klinis Bio-TCV dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH, menjelaskan bahwa penelitian dilakukan sesuai standar ilmiah dan etika penelitian dengan melibatkan bayi, anak, remaja, hingga orang dewasa.

Uji klinis fase III melibatkan 3.071 peserta berusia 6 bulan hingga 60 tahun, dengan hasil yang menunjukkan Bio-TCV memiliki profil keamanan dan imunogenisitas yang baik.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, Bio Farma juga terus meningkatkan kapasitas riset dan produksi vaksin berbasis teknologi konjugasi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus membuka peluang ekspor melalui proses WHO Prequalification dan registrasi di berbagai negara.

Peluncuran Bio-TCV menjadi tonggak penting dalam memperkuat kedaulatan vaksin nasional. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mampu memproduksi vaksin di dalam negeri, tetapi juga mengembangkan riset, menguasai teknologi, memenuhi standar regulasi internasional, serta memperluas akses masyarakat terhadap vaksin yang aman, bermutu, dan berkualitas melalui sinergi antara industri, pemerintah, regulator, akademisi, organisasi profesi, dan mitra global.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG
Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya
Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau
Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi
Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
LDI 2026 Resmi Dibuka, 17.115 Murid Daftar Ajang Debat Nasional Kemendikdasmen

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:37 WIB

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG

Sabtu, 5 September 2026 - 15:16 WIB

Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya

Sabtu, 5 September 2026 - 09:48 WIB

Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau

Jumat, 4 September 2026 - 14:08 WIB

Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi

Jumat, 4 September 2026 - 05:45 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M

Berita Terbaru