Dolar AS Tembus Rp18.000, Alarm bagi Ekonomi Nasional

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Dalam beberapa pekan terakhir, mata uang Garuda terus mengalami tekanan akibat kombinasi faktor global dan domestik yang memicu penguatan dolar AS serta meningkatnya kekhawatiran investor terhadap pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Berdasarkan sejumlah data perdagangan terbaru, rupiah sempat bergerak di kisaran Rp17.900 per dolar AS dan hanya berjarak tipis dari level Rp18.000 yang selama ini dianggap sebagai batas psikologis penting bagi pasar keuangan Indonesia.

Pelemahan rupiah dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya menguatnya dolar AS akibat tingginya suku bunga Amerika Serikat, ketegangan geopolitik global yang mendorong investor mencari aset aman, serta kenaikan harga minyak dunia yang membebani negara-negara pengimpor energi seperti Indonesia.

Baca Juga :  Maniskan Kinerja Industri Olahan Kopi, Kemenperin Cetak SDM Ahli

Jika dolar AS benar-benar menembus Rp18.000, dampaknya akan terasa di berbagai sektor. Harga barang impor berpotensi meningkat, mulai dari elektronik, bahan baku industri, obat-obatan, hingga komoditas pangan tertentu yang masih bergantung pada pasokan luar negeri. Kenaikan biaya impor tersebut pada akhirnya dapat mendorong inflasi dan menekan daya beli masyarakat.

Dunia usaha juga menghadapi tantangan yang lebih berat. Perusahaan yang memiliki utang dalam mata uang dolar harus menanggung beban pembayaran yang lebih besar. Sementara industri yang bergantung pada bahan baku impor akan menghadapi kenaikan biaya produksi yang berpotensi mengurangi margin keuntungan.

Di sisi lain, pelemahan rupiah dapat memberikan keuntungan bagi sektor ekspor karena pendapatan yang diterima dalam dolar akan menghasilkan nilai tukar yang lebih besar ketika dikonversi ke rupiah. Namun manfaat tersebut tidak serta-merta dirasakan seluruh pelaku usaha karena sebagian eksportir juga masih mengandalkan bahan baku impor.

Baca Juga :  GMKT Desak Inspektorat Audit Proyek GOR Cintawangi

Bank Indonesia telah mengambil berbagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, mulai dari intervensi di pasar valuta asing hingga pengetatan aturan pembelian devisa. Bank sentral juga memastikan cadangan devisa masih memadai untuk menjaga stabilitas rupiah dan mengurangi gejolak yang berlebihan di pasar keuangan.

Meski tekanan terhadap rupiah masih tinggi, pemerintah dan Bank Indonesia meyakini fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Namun demikian, pergerakan dolar menuju level Rp18.000 menjadi pengingat bahwa ketahanan ekonomi nasional harus terus diperkuat di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid
Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa
Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen
AMPETRA Soroti Sulitnya Izin Tambang Rakyat, Siap Dampingi Penambang hingga Kantongi Legalitas
Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga
Kemendukbangga/BKKBN dan Pemprov Jabar Perkuat Sinergi Perluas Sekolah Siaga Kependudukan
DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:50 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029

Senin, 20 Juli 2026 - 11:26 WIB

Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid

Senin, 20 Juli 2026 - 11:23 WIB

Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa

Senin, 20 Juli 2026 - 09:12 WIB

Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:14 WIB

Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga

Berita Terbaru