Langit Februari 2026 Penuh Kejutan, Ini Daftar Fenomena Astronomi yang Terjadi

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 07:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Klopakindonesia.com – Langit malam sepanjang Februari 2026 akan dihiasi sejumlah peristiwa astronomi menarik, mulai dari fase Bulan purnama, hujan meteor, konjungsi planet, hingga fenomena langka gerhana Matahari cincin. Fenomena ini menjadi momen istimewa bagi pengamat langit dan masyarakat umum.

Peristiwa astronomi diawali dengan Bulan Purnama Februari yang dikenal sebagai Snow Moon. Bulan purnama ini mencapai puncaknya pada awal Februari dan akan tampak terang sepanjang malam hingga menjelang fajar.

Selanjutnya, pada 8 Februari 2026, langit malam akan diramaikan oleh hujan meteor Alpha Centaurid. Meski intensitasnya relatif rendah, hujan meteor ini dapat diamati di lokasi minim polusi cahaya, terutama di belahan Bumi selatan dan wilayah tropis.

Baca Juga :  Mau Lihat Hujan Meteor Geminid? Cukup Cari Jupiter di Langit Timur!

Memasuki pertengahan bulan, Bulan akan berada pada fase kuartal terakhir sekitar 9 Februari 2026, ditandai dengan tampilan setengah Bulan di langit malam hingga dini hari.

Puncak peristiwa astronomi Februari terjadi pada 17 Februari 2026, saat berlangsung gerhana Matahari cincin (annular solar eclipse). Fenomena ini terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari namun tidak menutupi Matahari sepenuhnya, sehingga menyisakan cincin cahaya di tepi Matahari. Gerhana ini dapat diamati di wilayah tertentu di dunia, namun tidak dapat disaksikan dari Indonesia.

Menjelang akhir bulan, terjadi sejumlah konjungsi Bulan dengan planet, di antaranya Bulan dengan Merkurius dan Saturnus. Fenomena ini membuat planet tampak berdekatan dengan Bulan di langit senja dan dapat diamati setelah Matahari terbenam.

Baca Juga :  4 Hewan dengan Bisa Paling Mematikan di Dunia

Selain itu, pada akhir Februari 2026, pengamat langit juga berpeluang menyaksikan parade planet, di mana beberapa planet seperti Merkurius, Venus, Saturnus, Jupiter, Uranus, dan Neptunus tampak hampir sejajar di langit barat. Beberapa di antaranya dapat dilihat dengan mata telanjang, sementara sisanya memerlukan bantuan teropong.

Sepanjang bulan Februari, rasi bintang Orion juga akan tampak dominan di langit malam, menjadikannya waktu yang ideal untuk pengamatan bintang maupun astrofotografi.

Fenomena-fenomena ini menjadi pengingat akan dinamika alam semesta yang terus bergerak dan menghadirkan keindahan langit yang dapat dinikmati oleh siapa saja, selama cuaca dan kondisi langit mendukung.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hujan Meteor Alpha Centaurid Terjadi Februari 2026, Mengapa Dinamai Demikian?
Mulai 2026 Girik, Letter C, Petok D Bukan Bukti Hak Tanah, Ini Penjelasannya
Hujan Meteor Quadrantid 2026 Bisa Dilihat dari Indonesia, Begini Waktu dan Cara Mengamatinya
4 Hewan dengan Bisa Paling Mematikan di Dunia
KUHP Baru Atur Hewan Piaraan Serang Orang: Dulu 6 Hari, Kini Pemilik Terancam 6 Bulan Penjara
Supermoon Januari 2026 Bisa Disaksikan Sabtu Malam, Ini Jadwal Lengkap dan Penjelasannya
Perbedaan Telur Ayam Cokelat dan Putih: Kandungan Gizi, Harga, dan Cara Memilih
Fenomena Astronomi 2026: Supermoon, Gerhana Matahari Total, dan Hujan Meteor

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 08:15 WIB

Hujan Meteor Alpha Centaurid Terjadi Februari 2026, Mengapa Dinamai Demikian?

Kamis, 5 Februari 2026 - 07:46 WIB

Langit Februari 2026 Penuh Kejutan, Ini Daftar Fenomena Astronomi yang Terjadi

Minggu, 25 Januari 2026 - 09:16 WIB

Mulai 2026 Girik, Letter C, Petok D Bukan Bukti Hak Tanah, Ini Penjelasannya

Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:51 WIB

Hujan Meteor Quadrantid 2026 Bisa Dilihat dari Indonesia, Begini Waktu dan Cara Mengamatinya

Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:41 WIB

4 Hewan dengan Bisa Paling Mematikan di Dunia

Berita Terbaru