KlopakIndonesia.com – Kadar gula darah yang sangat tinggi bukan sekadar angka di alat cek glukosa. Pada penderita diabetes, khususnya diabetes tipe 2, gula darah di atas 500 mg/dL merupakan kondisi darurat medis yang dapat berujung pada koma diabetik hingga kematian jika tidak segera ditangani.
Sayangnya, masih banyak penderita diabetes yang menyepelekan lonjakan gula darah tinggi dengan harapan bisa turun sendiri. Padahal, kondisi ini justru dapat berkembang cepat dan membahayakan nyawa.
Apa Itu Koma Diabetik?
Koma diabetik adalah kondisi hilangnya kesadaran pada penderita diabetes akibat ketidakseimbangan ekstrem kadar gula darah, baik terlalu tinggi maupun terlalu rendah. Pada kasus gula darah sangat tinggi, koma diabetik umumnya terjadi akibat gangguan metabolik serius yang memengaruhi fungsi otak.
Apakah Gula Darah di Atas 500 mg/dL Berisiko Koma?
Ya, sangat berisiko.
Kadar gula darah ≥ 500 mg/dL menandakan tubuh berada dalam kondisi hiperglikemia berat. Pada level ini, risiko terjadinya Hiperglikemia Hiperosmolar (HHS) meningkat tajam, terutama pada penderita diabetes tipe 2.
HHS merupakan salah satu penyebab utama koma diabetik pada orang dewasa dan lanjut usia.
Mengenal Hiperglikemia Hiperosmolar (HHS)
Hiperglikemia Hiperosmolar adalah komplikasi serius diabetes yang ditandai oleh:
- Gula darah sangat tinggi, umumnya di atas 600 mg/dL, namun risiko sudah besar sejak >500 mg/dL
- Dehidrasi berat
- Gangguan keseimbangan elektrolit
- Penurunan kesadaran hingga koma
Berbeda dengan ketoasidosis diabetik, HHS sering berkembang perlahan dan tanpa gejala mencolok di awal, sehingga kerap terlambat disadari.
Mengapa Gula Darah Tinggi Bisa Menyebabkan Koma?
Saat kadar gula darah melonjak sangat tinggi:
- Ginjal berusaha membuang kelebihan gula melalui urine.
- Penderita menjadi sering buang air kecil dan kehilangan banyak cairan.
- Terjadi dehidrasi berat, membuat darah menjadi lebih kental.
- Aliran darah dan oksigen ke otak terganggu.
- Terjadi gangguan elektrolit yang memengaruhi fungsi saraf dan otak.
- Kesadaran menurun, mulai dari bingung, mengantuk berat, hingga koma.
Gejala Bahaya yang Tidak Boleh Diabaikan
Jika gula darah berada di atas 400–500 mg/dL, waspadai gejala berikut:
- Haus ekstrem dan mulut sangat kering
- Lemah luar biasa
- Sering atau justru jarang buang air kecil
- Penglihatan kabur
- Mual dan muntah
- Mengantuk berat atau kebingungan
- Napas tidak normal
- Penurunan kesadaran atau pingsan
⚠️ Jika gejala ini muncul, segera ke IGD. Jangan menunggu kondisi memburuk.
Siapa yang Paling Berisiko Mengalami Koma Diabetik?
Risiko koma diabetik akibat gula darah tinggi lebih besar pada:
- Penderita diabetes tipe 2
- Usia di atas 40 tahun
- Tidak teratur minum obat atau insulin
- Mengalami infeksi (paru-paru, saluran kemih, luka)
- Kurang minum atau mengalami diare dan muntah
- Stres berat atau penyakit akut lainnya
Kapan Harus Segera ke Rumah Sakit?
Penderita diabetes harus segera mendapatkan pertolongan medis jika:
- Gula darah ≥ 500 mg/dL, meski belum pingsan
- Gula darah ≥ 400 mg/dL disertai lemas, bingung, atau muntah
- Tidak mampu makan dan minum
- Kesadaran mulai menurun
Menunda pemeriksaan atau mencoba menurunkan gula darah sendiri di rumah pada kondisi ini sangat berbahaya.
Langkah Pencegahan Agar Tidak Terjadi Koma Diabetik
Beberapa langkah penting untuk mencegah kondisi ini antara lain:
- Rutin memantau kadar gula darah
- Minum obat atau insulin sesuai anjuran dokter
- Tidak melewatkan waktu makan
- Memenuhi kebutuhan cairan harian
- Segera berobat jika mengalami infeksi atau sakit
- Mengenali tanda awal hiperglikemia
Target Gula Darah yang Dianjurkan
- Gula darah puasa: 80–130 mg/dL
- Dua jam setelah makan: <180 mg/dL
- Gula darah sewaktu: <200 mg/dL
Penutup
Gula darah di atas 500 mg/dL bukan kondisi normal, melainkan sinyal bahaya serius yang dapat memicu koma diabetik dan mengancam nyawa. Kesadaran akan risiko, deteksi dini, serta respons cepat sangat menentukan keselamatan penderita diabetes.
Jangan abaikan angka tinggi. Bertindak cepat bisa menyelamatkan nyawa.


























