Perjuangan Kader KB Menembus Medan Berat Demi Gizi Anak Desa Ciguha

- Jurnalis

Jumat, 16 Januari 2026 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIANJUR – Jalan berbatu, tanjakan curam, hingga risiko kecelakaan bukan penghalang bagi Nurbaeti (35). Setiap pagi, perempuan tangguh ini mengabdikan dirinya sebagai pengantar Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Desa Ciguha, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur.

Nurbaeti bukan kurir biasa. Ia adalah Kader KB sekaligus Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang menjadi garda terdepan dalam memastikan bantuan gizi negara sampai ke tangan masyarakat yang paling membutuhkan.

“Nama saya Nurbaeti, usia 35 tahun. Keseharian saya sebagai kader KB atau TPK. Alhamdulillah kali ini dipercaya mengantar makanan MBG dari dapur SPPG Desa Ciguha,” ujarnya dalam video yang dirilis BKKBN.

Setiap hari, Nurbaeti berangkat dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Ciguha pada pukul 07.00–08.00 WIB. Ia berpacu dengan waktu, sebab makanan basah MBG harus diterima penerima manfaat sebelum pukul 10.00 WIB agar tetap layak dan aman dikonsumsi.

“MBG tidak boleh diberikan lewat dari jam 10, jadi harus tepat waktu,” katanya.

Baca Juga :  BKKBN Jawa Barat Bekerjasama Dengan PT. MERCK Menggelar Webinar Kelas Orang Tua Hebat (Kerabat) Vol. 2 Tahun 2024

Tantangan terbesar datang dari medan yang harus dilalui. Jarak pengantaran terjauh mencapai sekitar enam kilometer dari kantor desa, dengan sebagian jalur hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Risiko teknis pun menjadi bagian dari keseharian.

“Pernah ban meletus, rem blong, sampai jatuh itu sering. Bahkan hampir tiap tiga hari sekali rem motor harus diperbaiki,” tutur Nurbaeti.

Meski berat, Nurbaeti memahami betul arti penting MBG bagi warga Desa Ciguha. Wilayah ini dikenal sebagai daerah pertanian sayur, namun minim akses protein hewani dan buah-buahan.

“Di sini banyak ladang sayur, tapi ternak ayam, telur, atau buah hampir tidak ada. MBG sangat membantu masyarakat untuk makan lebih sehat dan bergizi,” jelasnya.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh penerima. Dede Sutini (29), salah satu ibu hamil, mengaku kehidupannya berubah sejak menerima MBG.

“Sebelum ada MBG, untuk makan saja sulit. Alhamdulillah setelah ada MBG, kami terbantu sekali, terutama untuk saya dan calon bayi,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan Tutih (27), ibu balita penerima MBG. Ia melihat perubahan nyata pada anaknya.

Baca Juga :  Kasus Penyiraman Andri Yunus Dilimpahkan ke Puspom TNI, 4 Anggota BAIS Jadi Tersangka

“Dulu anak susah makan, sekarang lebih teratur, lebih aktif, dan makannya lahap,” katanya.

Tak sekadar mengantar makanan, Nurbaeti juga memberikan edukasi langsung kepada para ibu mengenai kehamilan, menyusui, dan pola asuh anak. Peran ini membuat kehadirannya sangat berarti di tengah masyarakat.

“Bu Baeti sangat perhatian, selalu mengingatkan cara menjaga kehamilan dan merawat anak,” ujar salah satu warga.

Bagi Nurbaeti, kebahagiaan terbesar adalah melihat anak-anak menyambutnya dengan senyum dan antusias setiap kali ia datang membawa makanan bergizi.

“Anak-anak sudah menunggu di depan rumah. Itu kebahagiaan tersendiri,” ucapnya.

Ia berharap Program Makanan Bergizi Gratis dapat terus berlanjut demi masa depan generasi Desa Ciguha.

“Mudah-mudahan program MBG ini terus berjalan,” harapnya.

Di balik jalan terjal dan langkah sunyi para kader, perjuangan Nurbaeti menjadi bukti bahwa pembangunan sumber daya manusia Indonesia juga tumbuh dari desa, dari tangan-tangan sederhana yang memastikan anak-anak mendapatkan gizi layak sejak dini.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG
Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya
Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau
Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi
Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
LDI 2026 Resmi Dibuka, 17.115 Murid Daftar Ajang Debat Nasional Kemendikdasmen

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:37 WIB

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG

Sabtu, 5 September 2026 - 15:16 WIB

Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya

Sabtu, 5 September 2026 - 09:48 WIB

Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau

Jumat, 4 September 2026 - 14:08 WIB

Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi

Jumat, 4 September 2026 - 05:45 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M

Berita Terbaru