Lembah Curugan Gunung Putri Diterjang Banjir Bandang, Fasilitas Wisata Rusak dan Area Pertanian Terdampak

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG BARAT — Kawasan wisata Lembah Curugan Gunung Putri di Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, diterjang banjir bandang pada Kamis, 4 Desember 2025. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu Sungai Cibitung menyebabkan air sungai meluap dan membawa material lumpur ke area wisata serta lahan pertanian di sekitarnya.

Banjir datang secara tiba-tiba dengan arus yang cukup kuat. Material lumpur, batu, hingga kayu terseret ke area wisata, merendam seluruh fasilitas utama. Kolam renang, saung, dan jalur wisata di kawasan tersebut dipenuhi lumpur tebal, bahkan beberapa titik dilaporkan tertutup hingga lebih dari setengah meter.

Objek Wisata Lumpuh Sementara

Akibat terjangan banjir bandang, aktivitas wisata di Lembah Curugan Gunung Putri terhenti total. Sejumlah gazebo dan saung yang digunakan pengunjung untuk beristirahat mengalami kerusakan, sementara area kolam pemandian dipenuhi lumpur pekat. Pihak pengelola terpaksa menutup sementara kawasan wisata untuk proses pembersihan dan penilaian kerusakan.

Baca Juga :  BKKBN Jabar Gelar Bimtek Monev RAPK untuk Perkuat Akuntabilitas Kinerja dan Capaian SAKIP 2025

Beberapa warga yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi berhasil menyelamatkan diri meski banjir datang cepat. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.

Lahan Sawah dan Kolam Ikan Ikut Terdampak

Selain merusak fasilitas wisata, banjir juga menggenangi lahan pertanian milik warga. Sekitar lima hektare sawah yang berada di dekat aliran sungai terendam lumpur dan air keruh. Para petani terancam gagal panen apabila kondisi tanah memerlukan waktu lebih lama untuk pemulihan.

Banjir bandang tersebut memusnahkan sekitar 20 ton ikan di kolam budidaya Taufik dan meninggalkan endapan lumpur setebal 60 sentimeter di seluruh area usaha.

Baca Juga :  Berkat Dukungan Penuh dari LPS, OJK, dan bank bjb sebagai pemegang saham, BPR Indramayu Kembali ke Status Pengawasan Normal

Dugaan Penyebab: Kombinasi Hujan Ekstrem dan Kerusakan Hulu

banjir bandang di Sungai Cibitung memang terjadi hampir setiap tahun, terutama saat puncak musim hujan. Namun, kejadian kali ini disebut sebagai yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir.

Banjir bandang ini tidak hanya dipicu oleh hujan deras, tetapi juga kondisi hulu daerah aliran sungai (DAS) yang mengalami alih fungsi lahan. Sejumlah titik yang sebelumnya merupakan kawasan tutupan vegetasi kini berubah menjadi lahan terbuka untuk pertanian maupun pemukiman, sehingga kemampuan tanah menyerap air menurun drastis.

Proses pembersihan area wisata dan fasilitas umum sudah mulai dilakukan oleh pengelola Namun mengingat banyaknya material lumpur dan kerusakan fisik, pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari hingga pekan.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tersangka Penganiayaan dan Penyekapan Sempat Kabur ke Tangerang, Ditangkap di Ciparay
Sinkona Indonesia Lestari Catat Kinerja Positif 2025, Siap Ekspansi Global pada 2026
Bahasa Indonesia Diutamakan, Bahasa Daerah Dilestarikan, Jawa Barat Perkuat Tata Kelola Kebahasaan
Indonesia, Brunei, dan Malaysia Perkuat Diplomasi Bahasa di Tengah Era Digital
Dampak Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa dan Madura terhadap UMKM serta Kerugian Usaha Kecil
Ancaman PHK 4000 Buruh di PT Feng Tay
Kemendikdasmen Ingatkan Pentingnya Menjaga Kreativitas dan Kesehatan Mental di Era Digitalisasi Pendidikan
Indofarma Kembali Ekspor Produk Farmasi ke Afganistan, Perkuat Daya Saing Global

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:44 WIB

Tersangka Penganiayaan dan Penyekapan Sempat Kabur ke Tangerang, Ditangkap di Ciparay

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:28 WIB

Sinkona Indonesia Lestari Catat Kinerja Positif 2025, Siap Ekspansi Global pada 2026

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:21 WIB

Bahasa Indonesia Diutamakan, Bahasa Daerah Dilestarikan, Jawa Barat Perkuat Tata Kelola Kebahasaan

Senin, 22 Juni 2026 - 13:51 WIB

Indonesia, Brunei, dan Malaysia Perkuat Diplomasi Bahasa di Tengah Era Digital

Senin, 22 Juni 2026 - 12:22 WIB

Dampak Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa dan Madura terhadap UMKM serta Kerugian Usaha Kecil

Berita Terbaru