10 Hal yang Wajib Dihindari Penderita Hipertensi agar Tekanan Darah Tetap Stabil

- Jurnalis

Minggu, 23 November 2025 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi yang sering tidak menunjukkan gejala, tetapi dapat menyebabkan komplikasi berat seperti stroke, serangan jantung, dan penyakit ginjal. Mengelola hipertensi tidak hanya dengan obat, tetapi juga melalui pola hidup sehat dan menghindari pemicu tertentu. Berikut penjelasan lengkap mengenai hal-hal yang wajib dihindari oleh penderita hipertensi.

1. Konsumsi Garam Berlebihan
Garam atau natrium berperan besar dalam meningkatkan tekanan darah. Ketika tubuh menyimpan terlalu banyak natrium, cairan dalam tubuh meningkat dan membuat tekanan dalam pembuluh darah bertambah. Makanan seperti keripik, makanan cepat saji, ikan asin, dan bumbu instan umumnya sangat tinggi garam. Batasi konsumsi natrium maksimal 2.300 mg per hari atau sesuai anjuran tenaga medis.

2. Makanan Tinggi Lemak Jenuh dan Trans
Lemak jenuh dan trans dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Kondisi ini membuat jantung bekerja lebih keras dan memicu tekanan darah tinggi. Makanan yang perlu dihindari antara lain gorengan, santan pekat, daging berlemak, mentega, margarin padat, serta hidangan cepat saji.

3. Alkohol
Konsumsi alkohol dapat meningkatkan tekanan darah secara langsung dan memengaruhi kesehatan jangka panjang. Selain itu, alkohol juga dapat berinteraksi negatif dengan obat-obatan antihipertensi. Penderita hipertensi dianjurkan untuk menghindari alkohol sepenuhnya atau membatasi sesuai rekomendasi dokter.

Baca Juga :  Manfaat Lemon Tea Untuk Kesehatan Tubuh

4. Merokok dan Paparan Asap Rokok
Nikotin dalam rokok menyebabkan penyempitan pembuluh darah dalam hitungan menit sehingga tekanan darah meningkat. Kebiasaan merokok juga mempercepat kerusakan pembuluh darah dan meningkatkan risiko stroke. Bahkan perokok pasif memiliki risiko serupa sehingga lingkungan bebas asap rokok sangat penting.

5. Makanan Olahan dan Tinggi Kolesterol
Makanan olahan seperti sosis, nugget, ham, serta jeroan mengandung garam, lemak, dan pengawet yang dapat memperburuk tekanan darah. Kue manis, minuman tinggi gula, dan cemilan kemasan juga meningkatkan risiko penumpukan lemak dalam pembuluh darah sehingga hipertensi sulit dikendalikan.

6. Kafein Berlebihan
Kafein dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah meskipun bersifat sementara. Beberapa orang lebih sensitif terhadap kafein sehingga perlu membatasi konsumsi kopi, teh pekat, soda berkafein, dan minuman energi. Perhatikan bagaimana tubuh bereaksi setelah minum minuman berkafein.

7. Stres Berkelanjutan
Stres meningkatkan hormon adrenalin dan kortisol yang memicu kenaikan tekanan darah. Stres yang tidak dikelola dapat mengganggu pola tidur dan mendorong kebiasaan makan berlebihan. Lakukan kegiatan relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, jalan santai, atau aktivitas yang menyenangkan.

8. Kurang Aktivitas Fisik
Kurang bergerak membuat pembuluh darah menjadi kurang elastis, metabolisme melambat, dan berat badan bertambah. Semua ini berkontribusi pada tekanan darah yang tinggi. Rekomendasi aktivitas fisik adalah minimal 150 menit per minggu dengan intensitas ringan hingga sedang seperti berjalan cepat atau bersepeda.

Baca Juga :  4 Jus Penurun Gula Darah Alami, Tomat hingga Plum untuk Diabetes

9. Makan Berlebihan dalam Satu Waktu
Mengonsumsi makanan dalam porsi besar dapat meningkatkan tekanan darah dan membuat berat badan naik. Penderita hipertensi dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering, makan perlahan, memperbanyak sayur, dan menghindari makan larut malam.

10. Minuman Manis dan Gula Berlebih
Gula berlebihan memicu kenaikan berat badan yang merupakan faktor risiko utama hipertensi. Minuman manis seperti boba, es teh manis, minuman bersoda, dan minuman kemasan sebaiknya dibatasi. Gula yang berlebihan juga dapat memicu gangguan metabolisme jangka panjang.

Kesimpulan
Mengendalikan hipertensi membutuhkan kedisiplinan dalam menjaga pola makan dan gaya hidup. Dengan menghindari garam berlebih, lemak jenuh, kafein, alkohol, stres, dan makanan olahan, tekanan darah lebih mudah dijaga tetap stabil. Pola hidup sehat, olahraga rutin, serta kepatuhan pada obat dari dokter merupakan kombinasi terbaik untuk mencegah komplikasi hipertensi.

Jika Anda ingin, saya bisa membuatkan versi dengan bahasa yang lebih ringan, versi panjang 1500 kata, atau infografis untuk kebutuhan website.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Awas Siomay Ikan Sapu-Sapu, Kenali Ciri, Perbedaan dengan Tenggiri, dan Risikonya
Manfaat Buah Manggis untuk Kesehatan, Ini Penyakit yang Dapat Dibantu Penyembuhannya
Studi Terbaru Ungkap Jus Jeruk Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung
Daftar 7 Ikan Bermerkuri Tinggi, Berbahaya bagi Ibu Hamil dan Anak
Gula Darah di Atas 500 mg/dL, Waspada Risiko Koma Diabetik yang Mengancam Nyawa
4 Jus Penurun Gula Darah Alami, Tomat hingga Plum untuk Diabetes
Manfaat Tak Terduga Semangka untuk Kesehatan Tubuh, Nomor 5 Jarang Diketahui
5 Kebiasaan Sehari-hari yang Memicu Osteoporosis, Waspadai Sejak Dini

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 13:19 WIB

Awas Siomay Ikan Sapu-Sapu, Kenali Ciri, Perbedaan dengan Tenggiri, dan Risikonya

Selasa, 27 Januari 2026 - 11:05 WIB

Manfaat Buah Manggis untuk Kesehatan, Ini Penyakit yang Dapat Dibantu Penyembuhannya

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:22 WIB

Studi Terbaru Ungkap Jus Jeruk Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung

Senin, 19 Januari 2026 - 15:06 WIB

Daftar 7 Ikan Bermerkuri Tinggi, Berbahaya bagi Ibu Hamil dan Anak

Sabtu, 17 Januari 2026 - 19:21 WIB

Gula Darah di Atas 500 mg/dL, Waspada Risiko Koma Diabetik yang Mengancam Nyawa

Berita Terbaru