Tape singkong dikenal sebagai makanan tradisional hasil fermentasi yang memiliki rasa manis asam dan sedikit beralkohol. Di beberapa daerah, tape bahkan dipercaya bisa membantu mengatasi gangguan pencernaan, termasuk sakit lambung atau maag. Namun, benarkah tape singkong bermanfaat untuk lambung, atau justru bisa memperparah kondisinya?
Kandungan Gizi dan Proses Fermentasi Tape Singkong
Tape singkong dibuat dari singkong kukus yang difermentasi menggunakan ragi (biasanya Saccharomyces cerevisiae dan Amylomyces rouxii). Proses fermentasi ini mengubah sebagian besar pati (karbohidrat kompleks) menjadi gula sederhana seperti glukosa dan fruktosa, serta menghasilkan sedikit etanol (alkohol) dan asam organik.
Kandungan utama tape singkong antara lain:
- Karbohidrat sederhana (gula hasil fermentasi)
- Vitamin B kompleks (terutama B1, B2, dan B6)
- Asam organik (laktat, asetat)
- Probiotik alami dalam jumlah kecil
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa produk fermentasi dapat membantu menyeimbangkan flora usus, memperlancar pencernaan, dan meningkatkan penyerapan nutrisi. Namun, manfaat tersebut sangat bergantung pada kadar alkohol, keasaman, dan cara penyimpanan tape.
Efek Tape Singkong terhadap Lambung
Pada penderita sakit lambung, dinding lambung cenderung sensitif terhadap makanan yang asam, beralkohol, atau mengandung gas. Nah, tape singkong memiliki dua komponen yang berpotensi mengiritasi lambung:
- Asam hasil fermentasi
Asam laktat dan asetat yang dihasilkan selama fermentasi bisa meningkatkan kadar asam di lambung. Bagi orang dengan maag atau gastritis, kondisi ini dapat memicu nyeri ulu hati, mual, hingga perut terasa panas. - Kandungan alkohol alami
Meskipun kadar alkohol pada tape tergolong rendah (sekitar 1–3%), bagi lambung sensitif, zat ini dapat memperburuk iritasi dan meningkatkan produksi asam lambung. - Gula sederhana dalam jumlah tinggi
Tape yang terlalu manis dapat memicu fermentasi lanjutan di usus, menghasilkan gas dan kembung. Hal ini sering membuat penderita maag merasa tidak nyaman setelah mengonsumsinya.
Apakah Ada Manfaatnya?
Jika dikonsumsi dalam jumlah kecil dan oleh orang dengan lambung normal, tape singkong dapat memberikan manfaat seperti:
- Membantu meningkatkan nafsu makan.
- Menambah energi cepat berkat kandungan gula sederhana.
- Menyumbang probiotik ringan yang baik untuk pencernaan.
Namun, bagi penderita maag, GERD, atau tukak lambung, tape singkong tidak direkomendasikan. Proses fermentasi dan kadar asamnya justru dapat memperparah iritasi.
Kesimpulan: Mitos atau Fakta?
Klaim bahwa tape singkong bisa meredakan sakit lambung adalah mitos.
Faktanya, tape justru berpotensi memperburuk gejala maag karena kandungan asam dan alkohol alaminya.
Untuk menjaga kesehatan lambung, sebaiknya pilih makanan yang lembut, rendah asam, dan tidak difermentasi — seperti bubur, pisang matang, atau kentang rebus. Jika ingin menikmati tape, lakukan dalam porsi kecil dan pastikan lambung dalam kondisi baik.
Tips Aman Jika Ingin Mengonsumsi Tape
- Konsumsi dalam jumlah kecil (2–3 sendok makan saja).
- Hindari makan tape dalam keadaan perut kosong.
- Pilih tape yang masih segar dan tidak terlalu asam.
- Jangan dikonsumsi bersamaan dengan makanan pedas atau asam.


























