Tape Singkong untuk Sakit Lambung: Mitos atau Fakta?

- Jurnalis

Senin, 3 November 2025 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tape singkong dikenal sebagai makanan tradisional hasil fermentasi yang memiliki rasa manis asam dan sedikit beralkohol. Di beberapa daerah, tape bahkan dipercaya bisa membantu mengatasi gangguan pencernaan, termasuk sakit lambung atau maag. Namun, benarkah tape singkong bermanfaat untuk lambung, atau justru bisa memperparah kondisinya?

Kandungan Gizi dan Proses Fermentasi Tape Singkong

Tape singkong dibuat dari singkong kukus yang difermentasi menggunakan ragi (biasanya Saccharomyces cerevisiae dan Amylomyces rouxii). Proses fermentasi ini mengubah sebagian besar pati (karbohidrat kompleks) menjadi gula sederhana seperti glukosa dan fruktosa, serta menghasilkan sedikit etanol (alkohol) dan asam organik.

Kandungan utama tape singkong antara lain:

  • Karbohidrat sederhana (gula hasil fermentasi)
  • Vitamin B kompleks (terutama B1, B2, dan B6)
  • Asam organik (laktat, asetat)
  • Probiotik alami dalam jumlah kecil

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa produk fermentasi dapat membantu menyeimbangkan flora usus, memperlancar pencernaan, dan meningkatkan penyerapan nutrisi. Namun, manfaat tersebut sangat bergantung pada kadar alkohol, keasaman, dan cara penyimpanan tape.

Baca Juga :  Rahasia Sehat di Balik Jagung Rebus: Rendah Lemak, Kaya Nutrisi

 

Efek Tape Singkong terhadap Lambung

Pada penderita sakit lambung, dinding lambung cenderung sensitif terhadap makanan yang asam, beralkohol, atau mengandung gas. Nah, tape singkong memiliki dua komponen yang berpotensi mengiritasi lambung:

  1. Asam hasil fermentasi
    Asam laktat dan asetat yang dihasilkan selama fermentasi bisa meningkatkan kadar asam di lambung. Bagi orang dengan maag atau gastritis, kondisi ini dapat memicu nyeri ulu hati, mual, hingga perut terasa panas.
  2. Kandungan alkohol alami
    Meskipun kadar alkohol pada tape tergolong rendah (sekitar 1–3%), bagi lambung sensitif, zat ini dapat memperburuk iritasi dan meningkatkan produksi asam lambung.
  3. Gula sederhana dalam jumlah tinggi
    Tape yang terlalu manis dapat memicu fermentasi lanjutan di usus, menghasilkan gas dan kembung. Hal ini sering membuat penderita maag merasa tidak nyaman setelah mengonsumsinya.

Apakah Ada Manfaatnya?

Jika dikonsumsi dalam jumlah kecil dan oleh orang dengan lambung normal, tape singkong dapat memberikan manfaat seperti:

  • Membantu meningkatkan nafsu makan.
  • Menambah energi cepat berkat kandungan gula sederhana.
  • Menyumbang probiotik ringan yang baik untuk pencernaan.
Baca Juga :  Benarkah Anggapan Daging Kambing Sebabkan Hipertensi?

Namun, bagi penderita maag, GERD, atau tukak lambung, tape singkong tidak direkomendasikan. Proses fermentasi dan kadar asamnya justru dapat memperparah iritasi.

 

Kesimpulan: Mitos atau Fakta?

Klaim bahwa tape singkong bisa meredakan sakit lambung adalah mitos.
Faktanya, tape justru berpotensi memperburuk gejala maag karena kandungan asam dan alkohol alaminya.

Untuk menjaga kesehatan lambung, sebaiknya pilih makanan yang lembut, rendah asam, dan tidak difermentasi — seperti bubur, pisang matang, atau kentang rebus. Jika ingin menikmati tape, lakukan dalam porsi kecil dan pastikan lambung dalam kondisi baik.

 

Tips Aman Jika Ingin Mengonsumsi Tape

  • Konsumsi dalam jumlah kecil (2–3 sendok makan saja).
  • Hindari makan tape dalam keadaan perut kosong.
  • Pilih tape yang masih segar dan tidak terlalu asam.
  • Jangan dikonsumsi bersamaan dengan makanan pedas atau asam.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Awas Siomay Ikan Sapu-Sapu, Kenali Ciri, Perbedaan dengan Tenggiri, dan Risikonya
Manfaat Buah Manggis untuk Kesehatan, Ini Penyakit yang Dapat Dibantu Penyembuhannya
Studi Terbaru Ungkap Jus Jeruk Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung
Daftar 7 Ikan Bermerkuri Tinggi, Berbahaya bagi Ibu Hamil dan Anak
Gula Darah di Atas 500 mg/dL, Waspada Risiko Koma Diabetik yang Mengancam Nyawa
4 Jus Penurun Gula Darah Alami, Tomat hingga Plum untuk Diabetes
Manfaat Tak Terduga Semangka untuk Kesehatan Tubuh, Nomor 5 Jarang Diketahui
5 Kebiasaan Sehari-hari yang Memicu Osteoporosis, Waspadai Sejak Dini

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 13:19 WIB

Awas Siomay Ikan Sapu-Sapu, Kenali Ciri, Perbedaan dengan Tenggiri, dan Risikonya

Selasa, 27 Januari 2026 - 11:05 WIB

Manfaat Buah Manggis untuk Kesehatan, Ini Penyakit yang Dapat Dibantu Penyembuhannya

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:22 WIB

Studi Terbaru Ungkap Jus Jeruk Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung

Senin, 19 Januari 2026 - 15:06 WIB

Daftar 7 Ikan Bermerkuri Tinggi, Berbahaya bagi Ibu Hamil dan Anak

Sabtu, 17 Januari 2026 - 19:21 WIB

Gula Darah di Atas 500 mg/dL, Waspada Risiko Koma Diabetik yang Mengancam Nyawa

Berita Terbaru