15 Kecamatan di Bandung Raya Masuk Zona Merah Sesar Lembang

- Jurnalis

Rabu, 27 Agustus 2025 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Raya kini mendapat perhatian serius terkait potensi bencana gempa bumi. Pemetaan terbaru menunjukkan sebanyak 15 kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Bandung masuk dalam kategori zona merah Sesar Lembang, yaitu daerah dengan tingkat risiko tinggi bila terjadi gempa besar akibat pergerakan sesar aktif tersebut.

Daftar kecamatan yang termasuk zona merah tersebut adalah Cimenyan, Parongpong, Lembang, Cisarua, Ngamprah, Padalarang, Cibiru, Ujungberung, Gedebage, Arcamanik, Regol, Buahbatu, Kiaracondong, Lengkong, dan Cilengkrang. Wilayah-wilayah tersebut dipetakan berdasarkan analisis Peak Ground Acceleration (PGA) yang menggambarkan sebaran potensi guncangan gempa dari sedang hingga sangat kuat.

Sesar Lembang yang membentang sejauh lebih dari 29 kilometer dari Padalarang hingga ke arah Jatinangor, dikenal sebagai salah satu sesar aktif di Jawa Barat. Jika bergerak, potensi kekuatan gempa bisa mencapai magnitudo 6,5 hingga 7, yang berpotensi menimbulkan kerusakan parah terutama di kawasan padat penduduk.

Baca Juga :  Bintang Terang Yang Muncul di Sebelah Barat Setelah Matahari Terbenam Ternyata Venus

Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta untuk meningkatkan upaya mitigasi, baik secara struktural maupun non-struktural. Beberapa langkah yang ditekankan antara lain sosialisasi kesiapsiagaan masyarakat, penentuan jalur evakuasi, hingga perkuatan bangunan agar tahan terhadap guncangan.

Meski beberapa wilayah sudah mulai menyiapkan jalur evakuasi dan titik kumpul aman, sejumlah daerah yang masuk zona merah masih belum memiliki sistem peringatan dini bencana gempa secara memadai. Hal ini menjadi tantangan besar mengingat populasi di Bandung Raya semakin padat, sementara potensi bencana gempa dari Sesar Lembang tetap nyata.

Baca Juga :  Head to Head: Boeing 777 vs Airbus A350 & A330ne

Kesadaran masyarakat akan mitigasi bencana juga menjadi faktor penting. Edukasi tentang cara penyelamatan diri saat gempa, serta kesiapan menghadapi situasi darurat, dinilai sangat menentukan dalam mengurangi dampak yang mungkin terjadi.

Dengan kondisi ini, semua pihak diimbau untuk tidak abai terhadap potensi ancaman gempa dari Sesar Lembang. Langkah antisipasi sejak dini menjadi kunci utama dalam melindungi keselamatan warga Bandung Raya.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tips Aman Berkendara Saat Macet di Tanjakan Curam Saat Mudik Lebaran
Ciri Master Kopling Mobil Manual Rusak: Gejala Master Atas dan Bawah yang Wajib Diketahui
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Malam Ini, Simak Jam Puncak dan Jadwal Lengkapnya di Indonesia
Fenomena Langit 28 Februari 2026: Enam Planet Berjajar, Ini Waktu dan Cara Melihatnya di Indonesia
Mengapa Mobil di Indonesia Menggunakan Stir Kanan? Ini Penjelasan Sejarah dan Alasannya
Hujan Meteor Alpha Centaurid Terjadi Februari 2026, Mengapa Dinamai Demikian?
Langit Februari 2026 Penuh Kejutan, Ini Daftar Fenomena Astronomi yang Terjadi
Mulai 2026 Girik, Letter C, Petok D Bukan Bukti Hak Tanah, Ini Penjelasannya

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 07:47 WIB

Tips Aman Berkendara Saat Macet di Tanjakan Curam Saat Mudik Lebaran

Kamis, 26 Maret 2026 - 06:53 WIB

Ciri Master Kopling Mobil Manual Rusak: Gejala Master Atas dan Bawah yang Wajib Diketahui

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:37 WIB

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Malam Ini, Simak Jam Puncak dan Jadwal Lengkapnya di Indonesia

Sabtu, 28 Februari 2026 - 08:37 WIB

Fenomena Langit 28 Februari 2026: Enam Planet Berjajar, Ini Waktu dan Cara Melihatnya di Indonesia

Minggu, 15 Februari 2026 - 06:04 WIB

Mengapa Mobil di Indonesia Menggunakan Stir Kanan? Ini Penjelasan Sejarah dan Alasannya

Berita Terbaru