Tumpukan Sampah Kembali Tutupi Aliran Sungai Cikendal di Cigondewah Kaler, Kepedulian Masyarakat Jadi Sorotan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG – Tumpukan sampah kembali menutupi sebagian aliran Sungai Cikendal yang berada di kawasan Cigondewah Kaler, Kota Bandung, tepatnya di samping SMP Negeri 55 Bandung. Kondisi tersebut menjadi sorotan karena mencerminkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan sungai.

Berdasarkan informasi yang beredar, volume sampah yang menumpuk diperkirakan mencapai ratusan meter kubik. Selain dipenuhi berbagai jenis sampah, aliran sungai juga mengalami sedimentasi lumpur yang semakin memperparah kondisi dan berpotensi menghambat arus air.

Fenomena penumpukan sampah di Sungai Cikendal disebut bukan kali pertama terjadi. Peristiwa serupa kerap berulang, sehingga menjadi indikator bahwa persoalan budaya membuang sampah sembarangan serta pengelolaan sampah masih menjadi tantangan serius di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Asda Kesra se - Jabar Kumpul Cari Solusi Persoalan Sosial

Kondisi memprihatinkan itu diunggah oleh Aktivis Peduli Lingkungan Jawa Barat (Pelija), Rahmat, melalui akun Instagram pribadinya @jejak_guru_rahmat. Dalam unggahan tersebut terlihat aliran sungai dipenuhi sampah yang menutupi permukaan air dan bercampur endapan lumpur.

Keberadaan tumpukan sampah di sungai tidak hanya mengganggu estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan pencemaran, memicu banjir saat musim hujan, serta mengancam kesehatan masyarakat di sekitar bantaran sungai.

Baca Juga :  SE MenPANRB Nomor 2 Tahun 2026: ASN Fleksibel 5 Hari Jelang Nyepi dan Idulfitri 1447 H

Peristiwa ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, khususnya menjaga sungai agar tidak dijadikan tempat pembuangan sampah. Upaya tersebut juga memerlukan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, komunitas lingkungan, serta berbagai pemangku kepentingan agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Menjaga kebersihan sungai merupakan tanggung jawab bersama. Dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mendukung pengelolaan sampah yang baik, kualitas lingkungan dapat terjaga sekaligus mengurangi risiko bencana maupun pencemaran di masa mendatang.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Atlet Indonesia Jadi Flag Bearer Asian Games Aichi-Nagoya 2026
ATR/BPN Percepat Sertipikasi 3 Juta Tanah MBR, Target 2027
Nusron Wahid Hormati Proses Hukum KPK, Pelayanan ATR/BPN Tetap Jalan
Bio Farma dan DWP Pusat Perkuat Pencegahan Kanker Serviks melalui Vaksinasi HPV
Kemendikdasmen Perluas Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding dan AI
GENTING Sasar 27.051 Keluarga Berisiko Stunting di Indramayu
Pegadaian Kanwil X Jabar Raih Sertifikasi ISO 22301:2019
Bio Farma Kembangkan Vaksin HPV, Rotavirus, hingga Malaria

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 12:01 WIB

Dua Atlet Indonesia Jadi Flag Bearer Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 11:57 WIB

ATR/BPN Percepat Sertipikasi 3 Juta Tanah MBR, Target 2027

Sabtu, 19 September 2026 - 11:48 WIB

Nusron Wahid Hormati Proses Hukum KPK, Pelayanan ATR/BPN Tetap Jalan

Sabtu, 19 September 2026 - 07:02 WIB

Bio Farma dan DWP Pusat Perkuat Pencegahan Kanker Serviks melalui Vaksinasi HPV

Jumat, 18 September 2026 - 18:31 WIB

Kemendikdasmen Perluas Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding dan AI

Berita Terbaru

Ilmu Pengetahuan

Mengapa AI Membutuhkan Banyak Air dan Listrik? Ini Penjelasannya

Senin, 21 Sep 2026 - 07:47 WIB