Bekasi – Semangat bahwa lanjut usia (lansia) tetap mampu berkarya, berprestasi, dan berkontribusi bagi masyarakat tergambar dalam Kriyaan Lansia Kota Bekasi Tahun 2026 yang digelar di GOR Bang Yan, Kota Bekasi, pada Rabu (8/7/2026). Lebih dari 3.000 lansia memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti berbagai pertunjukan seni, pameran hasil karya, serta beragam aktivitas yang menjadi puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 di Kota Bekasi.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, bersama Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang menyapa sekaligus memberikan motivasi kepada para lansia agar tetap aktif, sehat, dan produktif di usia senja.
Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut jajaran Kemendukbangga/BKKBN, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bekasi, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bekasi, serta motivator dan pendiri ESQ Leadership Center, Ary Ginanjar.
SIDAYA Jadi Program Prioritas Nasional
Dalam sambutannya, Menteri Wihaji menegaskan bahwa Lansia Berdaya (SIDAYA) menjadi salah satu program prioritas nasional Kemendukbangga/BKKBN dalam menghadapi meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia.
Program tersebut diwujudkan melalui empat program pengembangan, salah satunya adalah Sekolah Lansia, yang dirancang sebagai wadah pembelajaran sekaligus ruang interaksi sosial bagi warga lanjut usia.
Menurut Wihaji, tantangan terbesar yang dihadapi banyak lansia bukan hanya persoalan kesehatan fisik, tetapi juga rasa kesepian akibat berkurangnya aktivitas sosial maupun interaksi dengan lingkungan sekitar.
Karena itu, Sekolah Lansia diharapkan mampu menjadi tempat bagi para lansia untuk tetap belajar, berkegiatan, menjalin persahabatan, serta menjaga kesehatan mental sehingga kualitas hidup mereka dapat terus meningkat.
“Semua lapisan masyarakat menjadi perhatian kami, termasuk lansia. Sekolah Lansia harus terus dikawal agar edukasi dapat diberikan secara lengkap,” ujar Wihaji.
Ia menambahkan bahwa pemerintah ingin memastikan para lansia tetap memperoleh kesempatan untuk berkembang melalui pendidikan nonformal yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Kota Bekasi Perkuat Program Sekolah Lansia
Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pelaksanaan Program SIDAYA melalui pengembangan Sekolah Lansia di seluruh wilayah Kota Bekasi.
Saat ini, Kota Bekasi telah memiliki 22 Sekolah Lansia yang tersebar di seluruh kecamatan. Keberadaan sekolah tersebut dinilai mampu meningkatkan partisipasi warga lanjut usia dalam berbagai kegiatan pembelajaran maupun pemberdayaan masyarakat.
Jumlah peserta Sekolah Lansia di Kota Bekasi juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2026 tercatat sebanyak 3.436 peserta, meningkat dari 2.136 peserta pada periode sebelumnya.
Para peserta mengikuti proses pembelajaran secara bertahap melalui jenjang S1, S2, hingga S3 Sekolah Lansia, yang merupakan tahapan pendidikan nonformal sesuai kurikulum Kemendukbangga/BKKBN.
“Lansia perlu diberikan ruang dan kesempatan yang sama dengan unsur masyarakat lain untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Pemerintah Kota Bekasi terus berupaya mengadakan Sekolah Lansia di setiap kecamatan agar semakin banyak warga lanjut usia yang mendapatkan ruang belajar dan beraktivitas,” ujar Tri Adhianto.
Ajang Menampilkan Kreativitas Lansia
Selain menjadi momentum silaturahmi, Kriyaan Lansia Kota Bekasi juga menjadi wadah bagi para lansia untuk menampilkan kreativitas melalui berbagai pertunjukan seni dan pameran hasil karya.
Beragam penampilan mulai dari seni musik, tari, hingga kerajinan tangan menunjukkan bahwa usia lanjut bukan menjadi penghalang untuk tetap berkarya dan berprestasi.
Salah satu penampilan yang mendapat perhatian adalah kolaborasi angklung dan line dance dari peserta Sekolah Lansia Latansa Sakura Bekasi Barat. Penampilan tersebut berhasil meraih Juara I pada kategori lomba angklung dan line dance dalam Kriyaan Lansia Kota Bekasi Tahun 2026.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa program pembelajaran di Sekolah Lansia tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas, rasa percaya diri, serta memperkuat kebersamaan antar peserta.
Mewujudkan Lansia SMART
Program Sekolah Lansia merupakan pendidikan nonformal yang dikembangkan Kemendukbangga/BKKBN sebagai bagian dari konsep pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) bagi warga lanjut usia.
Melalui program ini, para peserta memperoleh berbagai materi pembelajaran yang mencakup kesehatan, sosial, spiritual, psikologi, keterampilan hidup, hingga pemberdayaan ekonomi.
Tujuan utamanya adalah membentuk lansia yang SMART, yaitu Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat.
Selain meningkatkan pengetahuan dan kemandirian, Sekolah Lansia juga dirancang sebagai ruang interaksi sosial yang mampu mengurangi rasa kesepian, memperkuat jejaring pertemanan, serta menjaga kesehatan mental para lansia.
Melalui penguatan Program SIDAYA dan pengembangan Sekolah Lansia, Kemendukbangga/BKKBN bersama Pemerintah Kota Bekasi berharap semakin banyak warga lanjut usia yang tetap sehat, aktif, produktif, dan memiliki kesempatan untuk terus berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas di setiap fase kehidupan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.


























