Kabupaten Bandung – Semangat belajar sepanjang hayat terus ditunjukkan para lanjut usia di Jawa Barat. Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 Tahun 2026, Indonesia Ramah Lansia (IRL) Jawa Barat menyelenggarakan peringatan HLUN sekaligus Wisuda Sekolah Lansia dengan mengusung tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh”. Kegiatan yang berlangsung di Dome Balerame, Soreang, Kabupaten Bandung ini menjadi puncak rangkaian peringatan HLUN 2026 sekaligus momentum memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan lansia yang Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat (SMART).
Sekitar 2.000 peserta dari berbagai Sekolah Lansia Indonesia Ramah Lansia (IRL) se-Jawa Barat hadir memeriahkan kegiatan tersebut. Antusiasme para peserta menjadi gambaran bahwa usia lanjut bukan menjadi penghalang untuk terus belajar, mengembangkan diri, serta tetap berkontribusi bagi keluarga maupun masyarakat.
Lansia Adalah Aset Bangsa
Acara diawali dengan sambutan Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menghadirkan program pemberdayaan lansia secara berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa lanjut usia merupakan aset bangsa yang memiliki pengalaman hidup, pengetahuan, serta nilai-nilai kebijaksanaan yang sangat penting untuk diwariskan kepada generasi muda. Karena itu, keberadaan program seperti Sekolah Lansia dinilai menjadi sarana strategis untuk menjaga kualitas hidup sekaligus meningkatkan partisipasi sosial para lansia.
Dukung Program “Jabar Nyaah Ka Indung”
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM sekaligus Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Barat, Lusi Lesminingwati.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan Gubernur Jawa Barat mengenai program “Jabar Nyaah Ka Indung”, sebuah gerakan moral yang mengajak seluruh masyarakat untuk menghormati orang tua dan memberikan perhatian lebih kepada para lanjut usia.
Program tersebut berlandaskan nilai-nilai budaya Sunda, yaitu silih asah, silih asih, dan silih asuh, yang menekankan pentingnya saling menguatkan, saling menyayangi, dan saling membimbing antargenerasi.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan ekonomi, tetapi juga dari bagaimana masyarakat mampu memberikan ruang bagi para lansia untuk tetap hidup sehat, bahagia, mandiri, dan bermartabat.
“Usia bukanlah penghalang untuk belajar, kita harus terus memiliki kemauan untuk mencari pengetahuan dan memperluas wawasan,” ujarnya.
Sekolah Lansia Terus Berkembang di Jawa Barat
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Indonesia Ramah Lansia (IRL), Dr. Susiana Nugraha, yang menegaskan komitmen IRL dalam membangun Indonesia yang semakin ramah terhadap lanjut usia.
Menurutnya, salah satu program unggulan IRL adalah penyelenggaraan Sekolah Lansia sebagai bentuk pendidikan sepanjang hayat yang memungkinkan para lansia terus memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, serta memperkuat peran sosialnya di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini telah terbentuk lebih dari 230 Sekolah Lansia yang tersebar di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, dengan jumlah peserta mencapai sekitar 17.000 lansia.
Dalam waktu dekat, jaringan tersebut akan terus diperluas melalui pembentukan sekitar 23 Sekolah Lansia baru, sehingga semakin banyak lansia yang dapat memperoleh akses terhadap pendidikan nonformal dan kegiatan pemberdayaan.
“Salah satu program unggulan kami adalah pendidikan sepanjang hayat bagi lansia melalui Program Sekolah Lansia dan Lansia Berdaya. Program ini dirancang untuk memastikan para lansia tetap memiliki kesempatan belajar, berkembang, dan berkontribusi di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ungkapnya.
Dukungan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat
Peringatan HLUN ke-30 juga dihadiri oleh Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan Program Sekolah Lansia yang menjadi bagian dari upaya pembangunan keluarga berkualitas.
Dalam kesempatan tersebut, Dadi memberikan apresiasi atas kolaborasi pemerintah daerah, Indonesia Ramah Lansia, organisasi masyarakat, dan berbagai mitra yang secara konsisten mendorong lahirnya lingkungan yang semakin ramah terhadap kelompok lanjut usia.
Menurutnya, keberadaan Sekolah Lansia tidak hanya memberikan edukasi mengenai kesehatan dan kesejahteraan pada usia lanjut, tetapi juga membangun kepercayaan diri, memperkuat hubungan sosial, serta meningkatkan kemandirian para lansia.
“Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan, gizi, serta pola hidup sehat, meningkatnya kepercayaan diri dan partisipasi sosial, bertambahnya kemandirian dalam menjalani kehidupan sehari-hari, serta semakin kuatnya peran lansia dalam keluarga dan masyarakat. Kami percaya bahwa lansia merupakan sumber daya yang memiliki pengalaman, kebijaksanaan, dan potensi besar untuk terus berkarya. Melalui Sekolah Lansia, kami ingin menghadirkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat,” ujarnya.
Wisuda sebagai Simbol Pembelajaran Sepanjang Hayat
Salah satu momen paling berkesan dalam kegiatan tersebut adalah prosesi Wisuda Sekolah Lansia, yang menjadi simbol keberhasilan para peserta menyelesaikan proses pembelajaran.
Materi yang diberikan selama mengikuti Sekolah Lansia meliputi kesehatan, gizi, aktivitas fisik, kesehatan mental, penguatan spiritual, hubungan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan kualitas hidup pada usia lanjut.
Melalui pembelajaran tersebut, para lansia diharapkan mampu menjalani masa tua secara lebih sehat, mandiri, percaya diri, serta tetap aktif berpartisipasi dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.
Membangun Jawa Barat yang Ramah Lansia
Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran bahwa lanjut usia bukan sekadar kelompok yang membutuhkan perlindungan, tetapi juga merupakan bagian dari sumber daya manusia yang memiliki pengalaman, kebijaksanaan, dan potensi besar dalam pembangunan.
Melalui sinergi antara pemerintah, Indonesia Ramah Lansia, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, dan keluarga, diharapkan semakin banyak program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kualitas hidup lansia di Jawa Barat.
Semangat “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh” menjadi pengingat bahwa ketika para lanjut usia memperoleh kesempatan untuk terus belajar, berkarya, dan berkontribusi, mereka akan tetap menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif, berdaya, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.


























