Pemkot Bandung Perkuat Pengawasan Bandung Utara untuk Mitigasi Bencana Hidrometeorologi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung memperkuat pengawasan kawasan Bandung Utara melalui langkah mitigasi bencana dan penambahan ruang terbuka hijau (RTH) guna melindungi warga dari dampak bencana hidrometeorologi. Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Senin (26/1/2026).

Farhan menyampaikan hal tersebut usai peluncuran Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah di Alun-Alun Ujungberung. Ia menegaskan bahwa Kota Bandung berada pada posisi sebagai wilayah penerima dampak dari perubahan tata guna lahan dan kondisi alam di kawasan Bandung Utara.

“Kota Bandung ini penerima akibat, jadi kita harus lebih antisipatif menghadapi dampaknya,” ujar Farhan.

Sebagai langkah mitigasi, Pemerintah Kota Bandung mulai memperkuat sistem peringatan dini dengan memanfaatkan teknologi sensor ketinggian air di sejumlah sungai. Saat ini, satu sensor telah terpasang di Sungai Cikapundung untuk mendeteksi kenaikan debit air secara ekstrem.

Baca Juga :  Menkes : Jangan Biarkan Nila Setitik Merusak Susu Sebelanga

Farhan menyebutkan, pemasangan sensor tersebut akan diperluas ke titik-titik lain guna meningkatkan kecepatan respons serta keselamatan warga apabila terjadi potensi banjir maupun longsor.

Kawasan pengawasan mencakup wilayah dari Gunung Burangrang hingga Gunung Manglayang, yang berdampak langsung terhadap aliran sungai menuju Kota Bandung. Sejumlah sungai, seperti Sungai Cikapundung, Sungai Cidurian, dan aliran lainnya, menjadi fokus perhatian karena berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

Selain penguatan mitigasi bencana, Pemkot Bandung juga menyiapkan langkah penambahan ruang terbuka hijau sebagai solusi jangka menengah dan panjang. Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang bersama Badan Pertanahan Nasional dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang tengah melakukan penghitungan ulang luasan RTH di Kota Bandung.

Farhan menargetkan proporsi ruang terbuka hijau mencapai minimal 30 persen, melalui optimalisasi lahan yang tersedia serta dukungan dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Baca Juga :  BMKG Perkuat Sistem Peringatan Dini Lewat Ravalnas 2025 Menuju Indonesia Emas 2045

“Kita cari kemungkinan CSR perusahaan besar untuk membuka ruang terbuka hijau baru,” tuturnya.

Ia juga membuka peluang penataan ulang ruang kota sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus menekan risiko bencana di masa mendatang.

Terkait kesiapsiagaan anggaran, Farhan memastikan Belanja Tidak Terduga (BTT) tetap tersedia dan dapat dialihkan dengan cepat apabila terjadi kondisi darurat. Selain itu, Pemkot Bandung turut membantu penanganan bencana di wilayah Kabupaten Bandung Barat melalui pengerahan personel dan dukungan logistik.

Saat ini, dua satuan pemadam kebakaran Kota Bandung masih bertugas di lokasi bencana untuk membantu proses evakuasi korban di area yang sulit dijangkau.

Farhan berharap, langkah mitigasi terpadu tersebut dapat menekan risiko bencana serta memberikan rasa aman bagi masyarakat Kota Bandung.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG
Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya
Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau
Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi
Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
LDI 2026 Resmi Dibuka, 17.115 Murid Daftar Ajang Debat Nasional Kemendikdasmen

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:37 WIB

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG

Sabtu, 5 September 2026 - 15:16 WIB

Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya

Sabtu, 5 September 2026 - 09:48 WIB

Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau

Jumat, 4 September 2026 - 14:08 WIB

Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi

Jumat, 4 September 2026 - 05:45 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M

Berita Terbaru