Ciamis – Sebagai wujud komitmen dalam membangun keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menyelenggarakan Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Kabupaten Ciamis, Selasa (9/6/2026).
Pelayanan KB Serentak tersebut menjadi bagian dari rangkaian nasional peringatan Harganas sekaligus turut memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384. Melalui kegiatan ini, pemerintah berupaya meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kontrasepsi yang aman, berkualitas, dan sesuai standar pelayanan kesehatan.
Pelayanan Seluruh Metode Kontrasepsi
Kegiatan mengusung konsep Pelayanan KB Serentak Semua Metode Kontrasepsi, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan dan indikasi medis masing-masing.
Khusus pada tanggal 9–10 Juni 2026, pelayanan difokuskan pada Metode Operasi Wanita (MOW) yang dilaksanakan di RS Dadi Keluarga Kabupaten Ciamis selama dua hari.
Pada hari pertama pelaksanaan, sebanyak 20 akseptor telah mendapatkan pelayanan kontrasepsi mantap wanita sebagai bagian dari upaya mendukung perencanaan keluarga yang berkualitas.
Pelayanan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan pasien, mutu pelayanan, serta prosedur medis sesuai standar yang berlaku.
Kepala BKKBN Jawa Barat Tinjau Langsung Pelaksanaan
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, meninjau langsung pelaksanaan pelayanan di RS Dadi Keluarga untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan.
Dalam kesempatan tersebut, Dadi menegaskan bahwa pelaksanaan Bhakti Sosial Pelayanan KB di Kabupaten Ciamis telah mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Keluarga Berencana.
Regulasi tersebut mengamanatkan bahwa pelayanan KB harus dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan yang memenuhi standar guna menjamin keamanan, mutu pelayanan, serta perlindungan bagi masyarakat.
Dengan demikian, setiap akseptor memperoleh pelayanan yang aman, profesional, serta didampingi oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya.
Kolaborasi Lintas Sektor Menjadi Kunci
Menurut Dadi Ahmad Roswandi, keberhasilan Program Bangga Kencana tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan berbagai pihak.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, penyuluh keluarga berencana, serta berbagai mitra pembangunan agar pelayanan KB dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Koordinasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan Program Bangga Kencana, termasuk dalam penyelenggaraan Pelayanan KB. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, dan seluruh mitra kerja, kita dapat menghadirkan pelayanan KB yang berkualitas dan mudah diakses oleh masyarakat,” ujar Dadi.
Kolaborasi tersebut dinilai sangat penting untuk meningkatkan cakupan pelayanan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai berbagai pilihan metode kontrasepsi.
Mendorong Perencanaan Keluarga yang Bertanggung Jawab
Pelayanan KB Serentak tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah peserta KB, tetapi juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga.
Melalui konseling yang diberikan sebelum pelayanan, calon akseptor memperoleh informasi mengenai berbagai pilihan metode kontrasepsi, manfaat, risiko, efektivitas, serta kesesuaiannya dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Pendekatan ini mendukung terwujudnya keputusan penggunaan kontrasepsi yang dilakukan secara sadar, sukarela, dan bertanggung jawab sesuai kebutuhan keluarga.
Momentum Harganas Perkuat Ketahanan Keluarga
Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa.
Melalui pelayanan KB yang berkualitas, pemerintah berupaya membantu pasangan usia subur merencanakan kehamilan secara lebih baik sehingga kesehatan ibu, bayi, dan anak dapat terjaga.
Perencanaan keluarga yang baik juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ketahanan keluarga, serta mendukung percepatan penurunan stunting sebagai salah satu program prioritas nasional.
Menuju Indonesia Emas 2045
Melalui pelaksanaan Pelayanan KB Serentak dalam rangka Harganas ke-33, Kemendukbangga/BKKBN berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keluarga berencana semakin meningkat.
Akses pelayanan kontrasepsi yang berkualitas, didukung kolaborasi lintas sektor serta edukasi yang berkelanjutan, diharapkan mampu mewujudkan keluarga yang lebih sehat, sejahtera, dan berkualitas.
Dengan keluarga yang mampu merencanakan kehidupan secara lebih baik, Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.


























