Pelatihan 1.100 Instruktur LKP sebagai Upaya Pemerataan Kualitas Pembelajaran dan Menciptakan SDM Bermutu Global

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 29 September 2025 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia — Sebagai upaya pemerataan kualitas pembelajaran dan menciptakan sumber daya manusia (SDM) berdaya saing global, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layan Khusus (PKPLK) meluncurkan program Pelatihan 1.100 Instruktur Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). Program ini merupakan bagian dari pengimbasan 115 instruktur yang sebelumnya telah mengikuti program Magang Instruktur.

“Pemerataan kualitas instruktur merupakan pilar utama dalam pembelajaran kursus dan pelatihan. Mereka bukan hanya menjadi pengajar ketrampilan teknis, tetapu juga menjadi agen perubahan pendidikan. Instruktur memiliki peran penting sebagai jembatan dunia pendidikan dengan dunia kerja, menanamkan nilai disiplin, inovasi, serta karakter kewirausahaan kepada para peserta didik,” ungkap Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, saat membuka acara di Jakarta, Senin (29/9).

Dalam sambutannya, Wamen Fajar menyoroti perubahan sistem pendidikan untuk terus bergerak cepat secara adaptif. Ia menyebut, saat ini proses pembelajaran tidak hanya berfokus menciptakan lulusan yang pintar secara akademik, tetapi juga harus membentuk generasi yang berkarakter dan siap mengarungi dunia kerja.

“Salah satu cara untuk menyiapkan lulusan yang siap bekerja adalah membekali mereka dengan ketrampilan lintas bidang, menanamkan literasi digital, serta memiliki keinginan menjadi pembelajar sepanjang hayat. Semoga program ini mampu mendorong para instruktur untuk terus mengasah kompetensinya, terus berbagi praktik baik, dan menjadi tonggak komitmen bersama mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ujar Wamen Fajar.

Baca Juga :  Lima Perusahaan Pemilik Izin Usaha Tambang di Raja Ampat

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin, mengatakan bahwa melalui program ini, sebanyak 1.100 instruktur LKP akan mendapatkan peningkatan kompetensi lebih, dengan demikian mereka bisa “Naik Kelas”. Selain untuk meningkatkat kompetensi instruktur LKP, program ini juga bertujuan untuk pemerataan kualitas LKP di seluruh Indonesia. Menurutnya, saat ini pendidikan nonformal seperti LKP menjadi solusi strategis di tengah fonomena sengitnya persaingan sumber daya manusia (SDM) secara global.

“Tahun ini program pengimbasan dilaksanakan dilaksanakan di 70 lokasi dengan delapan bidang ketrampilan, yakni desain grafis, digital marketing, aplikasi perkantoran, tata rambut, barista, teknik motor konvensional, motor listrik, dan tata busana. Kami berharap dengan program ini akan tumbuh para instruktur mahir yang lebih kompeten dan siap mengangkat mutu LKP di daerah masing-masing,” tutur Dirjen Tatang.

Baca Juga :  Kejagung Ungkap Perintah Nadiem hingga Rapat Wajib Pakai Headset

Apresiasi dan Dukungan Komisi X DPR RI

Dalam prosesi peluncuran Program Pelatihan 1.100 Instruktur LKP turut hadir Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. Dalam sambutannya, ia sangat mengapresiasi kinerja serta upaya Kemendikdasmen, khususnya dalam peningkatan pendidikan bidang kursus dan pelatihan. Baginya, 1.100 instruktur bukan sekadar angka, melainkan langkah nyata yang penuh makna untuk membangun generasi Indonesia yang siap bersaing di kancah dunia.

“Peningkatan ketrampilan dan sikap adaptif menjadi kunci utama bagi kita semua untuk terus bertahan dengan segala perubahan yang sangat cepat di dunia industri. LKP adalah ujung tombak untuk menciptakan tenaga kerja yang terampil dan berkarakter,” terang Hefiah.

Hetifah menambahkan, istilah transformatif adalah hal penting yang harus dilakukan oleh para LKP. Menurutnya, dengan semua kehebatan kurikulum dan fasilitas yang diberikan, instruktur memiliki peranan penting untuk terus memberikan ilmu yang kompeten, menjadi sosok inspiratif, berinovatif, dan mau terus belajar sepanjang hayat.

“Komisi X DPR RI menyambut baik dan mendukung penuh program ini untuk kemajuan pendidikan di Indonesia,” tutup Hetifah.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid
Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa
Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen
AMPETRA Soroti Sulitnya Izin Tambang Rakyat, Siap Dampingi Penambang hingga Kantongi Legalitas
Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga
Kemendukbangga/BKKBN dan Pemprov Jabar Perkuat Sinergi Perluas Sekolah Siaga Kependudukan
DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:50 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029

Senin, 20 Juli 2026 - 11:26 WIB

Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid

Senin, 20 Juli 2026 - 11:23 WIB

Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa

Senin, 20 Juli 2026 - 09:12 WIB

Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:14 WIB

Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga

Berita Terbaru