Microsoft Dorong Pengguna Windows 11 Tinggalkan Chrome, Edge Dipromosikan Lewat Pesan Keamanan

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Microsoft Dorong Pengguna Windows 11 Tinggalkan Chrome, Edge Dipromosikan Lewat Pesan Keamanan

Microsoft Dorong Pengguna Windows 11 Tinggalkan Chrome, Edge Dipromosikan Lewat Pesan Keamanan

Klopakindonesia.com – Microsoft kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pengguna Windows 11 melaporkan kemunculan pesan yang mendorong mereka agar tidak mengunduh Google Chrome dan tetap menggunakan Microsoft Edge. Pesan tersebut terutama muncul ketika pengguna membuka halaman unduhan Chrome melalui browser Edge.

Dalam salah satu tampilan yang dilaporkan media teknologi, Microsoft menampilkan banner berisi ajakan agar pengguna memilih Edge dengan alasan keamanan dan privasi. Pesan itu berbunyi, “Protect your privacy and security with Microsoft Edge.” Notifikasi ini dinilai sebagai langkah baru Microsoft untuk secara langsung memengaruhi keputusan pengguna sebelum berpindah ke browser pesaing.

Pendekatan ini berbeda dari strategi Microsoft sebelumnya. Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan kerap menekankan bahwa Edge dibangun di atas basis Chromium—fondasi yang sama dengan Google Chrome—untuk memberi kesan pengalaman penggunaan yang serupa. Kini, narasi “kesamaan mesin” tersebut justru ditinggalkan. Microsoft lebih menonjolkan Edge sebagai browser dengan perlindungan terintegrasi, mulai dari mode penjelajahan privat, pemantauan kebocoran kata sandi, hingga perlindungan terhadap ancaman online.

Tim Kami mencatat, ketika pengguna menekan tombol ajakan bertindak di banner tersebut, mereka tidak sekadar menutup notifikasi. Pengguna justru diarahkan ke halaman khusus keamanan online milik Microsoft. Alur ini membuat pengalaman tersebut terasa seperti proses onboarding yang sengaja dibangun untuk menahan pengguna agar tetap berada di ekosistem Edge. Media tersebut menilai pendekatan ini lebih menyerupai kampanye terstruktur dibanding sekadar pesan peringatan biasa.

Baca Juga :  HP Elite x360 1040 14 Inch: Laptop Bisnis Premium dengan Desain Fleksibel dan Fitur Keamanan Kelas Atas

Langkah Microsoft tersebut menuai kritik dari Browser Choice Alliance, sebuah koalisi pengembang browser yang beranggotakan sejumlah nama besar, termasuk Google Chrome. Mengutip laporan TechRepublic, aliansi ini menilai Microsoft telah “pushing misleading messages about browsing security” untuk mengganggu kebebasan pengguna dalam memilih browser saat mengunduh produk pesaing.

Dalam pernyataan resminya, Browser Choice Alliance juga menuding Microsoft menggunakan praktik dark patterns di Windows. Praktik tersebut dinilai membuat pilihan browser tidak benar-benar netral, mulai dari hambatan saat mengunduh browser lain, hingga pesan koersif yang mendorong pengguna untuk “mengembalikan setelan rekomendasi Microsoft”.

Isu kebebasan memilih browser ini bahkan sempat merembet ke ranah hukum dan regulator. Pada Juli 2025, Opera mengajukan keluhan persaingan di Brasil dan menuding Microsoft menggunakan taktik desain manipulatif untuk mendorong penggunaan Edge. Tuduhan itu mencakup banner yang menghalangi atau mengganggu pengguna saat hendak mengunduh browser alternatif.
Microsoft thwarts browser competition on Windows at every turn,” kata penasihat hukum Opera, Aaron McParlan, seperti dikutip The Verge.

Baca Juga :  Redmi Note 14 5G: HP Canggih di Bawah 4 Jutaan, Layar AMOLED & Kamera 108 MP!

Fenomena promosi browser dengan mengangkat isu keamanan dan privasi sejatinya bukan hal baru di industri teknologi. Apple, misalnya, secara konsisten menonjolkan Safari sebagai peramban yang membatasi pelacakan berbasis fingerprinting. Dalam penjelasan resminya, Apple menyebut Safari dirancang untuk mencegah pengiklan membuat “sidik jari” perangkat dengan menyederhanakan konfigurasi sistem, sehingga lebih banyak perangkat tampak serupa di mata pelacak.

Di saat bersamaan, perdebatan soal fingerprinting kembali mengemuka setelah regulator Inggris, Information Commissioner’s Office (ICO), merespons perubahan kebijakan Google terkait penggunaan teknik tersebut untuk produk periklanan. ICO menegaskan bahwa praktik fingerprinting harus tetap digunakan secara sah dan transparan.

Meski Microsoft Edge telah lama terpasang sebagai browser bawaan di Windows 11, dominasi Google Chrome di pasar global masih belum tergoyahkan. Kondisi inilah yang dinilai mendorong Microsoft semakin agresif dalam mempertahankan pengguna di ekosistemnya sendiri.

Hingga kini, Microsoft belum memberikan penjelasan rinci yang secara khusus menanggapi kritik dari aliansi pengembang browser terkait kemunculan pesan pop-up tersebut. Namun, dinamika “perang ekosistem” antar-browser diperkirakan masih akan terus berlanjut seiring ketatnya persaingan di pasar peramban global.

 

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Spacewar! (1962), Game Komputer Modern Pertama di Dunia
Bug HyperOS Bikin Xiaomi Note 14 Mati Mendadak Saat Baterai Lemah
Xiaomi 15T 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Usung Kamera Leica dan Performa Kencang
Registrasi SIM Berbasis Wajah Berlaku 2026, Ini Aturan untuk Nomor Lama
Realme GT 8 Pro Siap Meluncur, Usung Kamera 200 MP dan Desain Modular Inovatif
Xiaomi Bawa Redmi 15 ke Indonesia, Ponsel Baterai Tahan Lama Harga 2 Jutaan
Vivo Y500 Hadir dengan Baterai Raksasa 8.200 mAh, Klaim Tahan di Suhu Ekstrem
Redmi Note 15 Pro+ Jadi Perangkat Redmi Pertama dengan Konektivitas Satelit

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 19:27 WIB

Spacewar! (1962), Game Komputer Modern Pertama di Dunia

Minggu, 4 Januari 2026 - 20:27 WIB

Microsoft Dorong Pengguna Windows 11 Tinggalkan Chrome, Edge Dipromosikan Lewat Pesan Keamanan

Rabu, 31 Desember 2025 - 20:27 WIB

Bug HyperOS Bikin Xiaomi Note 14 Mati Mendadak Saat Baterai Lemah

Jumat, 19 Desember 2025 - 17:23 WIB

Xiaomi 15T 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Usung Kamera Leica dan Performa Kencang

Kamis, 18 Desember 2025 - 16:34 WIB

Registrasi SIM Berbasis Wajah Berlaku 2026, Ini Aturan untuk Nomor Lama

Berita Terbaru