Medan Curam Hambat Reaktivasi Jalur KA Bandung–Cianjur, Trase Cipatat–Padalarang Ditinggalkan

- Jurnalis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 06:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLOPAKINDONESIA.COM – Rencana reaktivasi jalur kereta api Bandung–Cianjur menghadapi tantangan serius akibat kondisi geografis yang ekstrem. Medan yang curam dan rawan bencana membuat trase lama Cipatat–Padalarang ditinggalkan dalam perencanaan terbaru proyek reaktivasi.

Jalur Bandung–Cianjur merupakan lintasan bersejarah yang telah beroperasi sejak era kolonial Belanda. Namun, seiring berjalannya waktu, jalur ini dinonaktifkan akibat berbagai faktor, termasuk penurunan operasional dan kondisi infrastruktur yang tak lagi memenuhi standar keselamatan. Ketika wacana reaktivasi kembali mengemuka, hasil kajian teknis menunjukkan bahwa tidak semua lintasan lama layak digunakan kembali.

Salah satu segmen paling krusial adalah lintasan Cipatat–Padalarang. Trase lama yang melintasi kawasan Stasiun Tagogapu dinilai memiliki tingkat kemiringan tajam, melintasi perbukitan curam, serta berada di wilayah rawan longsor. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan perjalanan kereta api jika dipaksakan untuk dioperasikan kembali.

Sebagai solusi, lintasan kereta dari Cipatat menuju Padalarang direncanakan akan dialihkan ke arah utara menuju pertemuan jalur rel Padalarang–Purwakarta. Titik pertemuan tersebut berada di Stasiun Sasaksaat, yang berlokasi di Desa Sumur Bandung, Kecamatan Cipatat.

Baca Juga :  Kunjungi SPPG Dan Ibu Hamil, Mendukbangga Cek Kesiapan MBG di Majalengka

Dengan skema baru ini, perjalanan kereta api dari Cipatat tidak lagi melewati Stasiun Tagogapu. Sebaliknya, rangkaian kereta akan memutar melalui Stasiun Sasaksaat, kemudian melanjutkan perjalanan ke Stasiun Cilame, sebelum akhirnya masuk ke Stasiun Padalarang.

Opsi pengalihan jalur melalui Sasaksaat dipilih karena dinilai jauh lebih aman dan stabil dibandingkan trase lama. Jalur ini memiliki kontur yang lebih landai, risiko longsor yang lebih rendah, serta berada di lintasan yang saat ini masih aktif dan terpelihara.

Sejalan dengan rencana pengalihan tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diketahui telah melelang proyek Detail Engineering Design (DED) jalur dan jembatan kereta api lintas Cipatat–Padalarang dengan pagu anggaran sekitar Rp3,8 miliar.

Berdasarkan dokumen lelang, trase baru yang tengah dikaji akan dilengkapi dengan satu terowongan sepanjang sekitar 300 meter, serta dua jembatan kereta api yang masing-masing memiliki panjang kurang lebih 50 meter. Infrastruktur ini dirancang untuk menyesuaikan kontur wilayah sekaligus meningkatkan aspek keselamatan dan keandalan jalur.

Baca Juga :  Konferensi Pers tentang Permendag No. 8 Tahun 2024

Pembangunan terowongan dan jembatan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menghindari medan ekstrem yang selama ini menjadi kendala utama pada trase lama. Dengan desain baru ini, jalur kereta api diharapkan dapat beroperasi lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.

Reaktivasi jalur Bandung–Cianjur memiliki nilai strategis bagi pengembangan transportasi regional di Jawa Barat. Jalur ini diproyeksikan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, mengurangi kepadatan lalu lintas jalan raya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata, khususnya di kawasan Bandung Barat hingga Cianjur.

Meski demikian, pemerintah menegaskan proyek reaktivasi akan dilaksanakan secara bertahap dan melalui perencanaan matang. Aspek keselamatan, dampak sosial, pembebasan lahan, serta kesiapan anggaran menjadi prioritas utama sebelum proyek masuk ke tahap konstruksi.

Hingga kini, kajian detail trase baru masih terus berlangsung. Pemerintah memastikan keputusan akhir akan mengedepankan keselamatan dan keberlanjutan operasional, meski harus meninggalkan trase lama yang sarat nilai historis.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru