Kemenko PM Gelar FKP di Bandung, Rumuskan Transformasi Pemasaran Usaha Masyarakat

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 21 November 2025 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) melalui Kedeputian Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran mengadakan Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk merancang arah baru kebijakan pemasaran usaha masyarakat. Acara ini digelar di Grand Asrilia, Kota Bandung, Jumat (21/11/2025).

FKP menjadi ruang dialog lintas unsur pentahelix untuk menghimpun masukan terkait berbagai problem struktural dan kultural yang masih membelenggu pelaku UMKM, serta mencari alternatif transformasi pemasaran yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Tantangan UMKM Masih Kompleks

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran, Leontinus Alpha Edison, menegaskan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam merumuskan kebijakan publik.

“Tugas kami bukan hanya menjalankan fungsi teknokrasi, tetapi memastikan kebijakan yang lahir benar-benar menjawab persoalan nyata masyarakat. Tantangan UMKM sangat kompleks, mulai dari mindset wirausaha hingga keterbatasan akses pasar,” ujar Leontinus.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Bersama Mendikdasmen Saksikan Demonstrasi Pembelajaran dengan Teknologi Smart Board

Ia menilai banyak pelaku UMKM belum mampu memanfaatkan teknologi digital maupun menembus pasar ekspor karena rendahnya literasi pemasaran modern serta kurangnya dukungan ekosistem digital.

Jawa Barat Dianggap Representasi Wajah UMKM Nasional

Jawa Barat dipilih sebagai lokasi FKP karena kontribusi ekonominya yang besar, mencapai 12,7% terhadap pertumbuhan nasional hingga November 2025. Provinsi ini dianggap menggambarkan dinamika UMKM, koperasi, serta ekonomi kreatif Indonesia secara keseluruhan.

Program “1001 Pasar Malam” Disiapkan

Asisten Deputi Pemasaran Usaha Masyarakat, Abdul Muslim, memaparkan salah satu program unggulan yang tengah disiapkan Kemenko PM, yakni “1001 Pasar Malam”.

Program ini bertujuan mengoptimalkan aset pemerintah yang selama ini tidak dimanfaatkan maksimal untuk dijadikan ruang transaksi dan promosi UMKM.

“Dari hasil diskusi yang kami lakukan, terlihat jelas perlunya kanal pemasaran yang lebih produktif dan mudah dijangkau. Program 1001 Pasar Malam menjadi jawaban untuk memperluas akses pasar UMKM,” kata Muslim.

Baca Juga :  PB.PON Sumut Tegaskan Perbaikan Pelayanan Konsumsi, Akomodasi, dan Transportasi untuk Kontingen

Program tersebut juga sejalan dengan PP No. 7 Tahun 2021 Pasal 60, yang mewajibkan kementerian/lembaga, BUMN, BUMD, hingga pihak swasta menyediakan minimal 30% area komersial sebagai ruang promosi Usaha Mikro dan Kecil.

Dorong Daya Saing dan Pertumbuhan Inklusif

Kemenko PM menilai partisipasi publik dalam proses perumusan kebijakan menjadi kunci menghasilkan peta jalan pemasaran yang lebih relevan, adaptif, dan berdampak nyata bagi pelaku usaha kecil.

Melalui langkah ini, pemerintah berharap transformasi pemasaran usaha masyarakat dapat meningkatkan daya saing UMKM, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid
Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa
Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen
AMPETRA Soroti Sulitnya Izin Tambang Rakyat, Siap Dampingi Penambang hingga Kantongi Legalitas
Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga
Kemendukbangga/BKKBN dan Pemprov Jabar Perkuat Sinergi Perluas Sekolah Siaga Kependudukan
DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:50 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029

Senin, 20 Juli 2026 - 11:26 WIB

Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid

Senin, 20 Juli 2026 - 11:23 WIB

Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa

Senin, 20 Juli 2026 - 09:12 WIB

Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:14 WIB

Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga

Berita Terbaru