Kemendukbangga/BKKBN Jabar Dorong Literasi Keuangan Keluarga, Waspadai Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung – Perencanaan keuangan yang baik menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan keluarga yang tangguh dan berkualitas. Di tengah semakin pesatnya perkembangan layanan keuangan digital, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan finansial, seperti pinjaman online ilegal, investasi bodong, hingga berbagai modus penipuan digital yang berpotensi mengganggu ketahanan ekonomi keluarga.

Pesan tersebut disampaikan oleh Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Agung Rusmanto, saat membuka Sosialisasi dan Edukasi Literasi Keuangan bagi Keluarga di Kampung Keluarga Berkualitas, Selasa (30/6/2026), di Kampung KB Sari Asih, Kelurahan Antapani Wetan, Kota Bandung.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 tingkat Provinsi Jawa Barat tersebut diikuti secara luring oleh peserta di lokasi kegiatan dan secara daring oleh 5.957 Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) yang tersebar di seluruh Jawa Barat.

Ketahanan Ekonomi Menjadi Pilar Keluarga Berkualitas

Dalam sambutannya, Agung Rusmanto menegaskan bahwa pembangunan keluarga tidak hanya berfokus pada pengendalian penduduk, kesehatan reproduksi, maupun pembangunan keluarga secara sosial. Menurutnya, keluarga juga harus memiliki ketahanan ekonomi yang kuat agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan, termasuk perubahan kondisi ekonomi dan perkembangan teknologi keuangan.

Ia menjelaskan bahwa kemampuan mengelola keuangan secara bijak akan membantu keluarga memenuhi kebutuhan hidup, mempersiapkan masa depan anak, menghadapi kondisi darurat, hingga meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Dedi Mulyadi Akan Ubah Minibus Kendaraan Dinas Gubernur Jadi Mobil Rumah Sakit

“Salah satu upaya yang terus didorong Kemendukbangga adalah pemberdayaan ekonomi keluarga melalui kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) yang dibarengi dengan peningkatan literasi keuangan,” ujar Agung.

Melalui kelompok UPPKA, keluarga didorong untuk mengembangkan usaha produktif sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengelola pendapatan, menyusun anggaran rumah tangga, serta memanfaatkan layanan keuangan secara aman dan bertanggung jawab.

Waspadai Pinjaman Online Ilegal dan Investasi Bodong

Agung juga mengingatkan bahwa semakin mudahnya akses terhadap layanan keuangan digital harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam mengenali berbagai risiko yang menyertainya.

Ia menilai maraknya pinjaman online ilegal, investasi bodong, hingga berbagai modus penipuan keuangan berbasis digital menjadi ancaman serius yang dapat melemahkan ketahanan ekonomi keluarga apabila masyarakat tidak memiliki pemahaman yang memadai.

“Fenomena ini menjadi ancaman serius bagi ketahanan keluarga Indonesia. Karena itu, literasi keuangan harus menjadi bekal penting bagi setiap keluarga,” tegasnya.

Menurutnya, kemampuan membedakan layanan keuangan yang legal dan ilegal merupakan bagian penting dari perlindungan keluarga agar tidak menjadi korban praktik-praktik yang merugikan secara finansial.

Pentingnya Perencanaan Keuangan Sejak Dini

Pada kesempatan yang sama, Asisten Manager Divisi Pelindungan Edukasi Pemeriksaan Konsumen (PEPK) OJK Provinsi Jawa Barat, Friska Magdalena, memberikan materi mengenai pentingnya menyusun perencanaan keuangan keluarga secara sistematis.

Ia menjelaskan bahwa setiap keluarga perlu memiliki tujuan keuangan yang jelas, baik untuk kebutuhan jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.

Baca Juga :  Peringatan Lahirnya Pancasila 1 Juni 2023

Menurut Friska, terdapat tiga strategi utama dalam menyusun perencanaan keuangan keluarga.

Pertama, memahami kondisi keuangan secara menyeluruh dengan mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran, menghitung aset yang dimiliki, mengetahui jumlah utang, serta menyusun prioritas pengeluaran berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar keinginan.

Langkah tersebut dinilai penting agar keluarga mengetahui kondisi keuangan yang sebenarnya dan dapat mengambil keputusan finansial secara lebih bijaksana.

Selain itu, keluarga juga didorong untuk membangun kebiasaan menabung, memiliki dana darurat, mengelola utang secara sehat, serta mempertimbangkan instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko masing-masing.

Membangun Keluarga yang Mandiri Secara Ekonomi

Melalui kegiatan edukasi ini, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat berharap masyarakat semakin memahami bahwa pengelolaan keuangan merupakan bagian penting dari pembangunan keluarga.

Keluarga yang memiliki literasi keuangan yang baik akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan ekonomi, mampu merencanakan masa depan secara lebih matang, serta terhindar dari berbagai risiko penyalahgunaan layanan keuangan.

Kolaborasi antara Kemendukbangga/BKKBN dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan finansial.

Catatan: Dalam unggahan media sosial terkait kegiatan ini terdapat sejumlah komentar dari masyarakat yang menyinggung kasus tertentu di sektor jasa keuangan. Komentar-komentar tersebut merupakan pendapat pengguna media sosial dan tidak berkaitan dengan materi maupun penyelenggaraan kegiatan literasi keuangan yang dilaksanakan Kemendukbangga/BKKBN dan OJK.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun
Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan
Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional
Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang
Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan
Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial
DPR RI Setujui RUU Satu Data Indonesia, Perkuat Tata Kelola Data Nasional
Pelindungan Ketenagakerjaan, Pekerja Dapat Perlindungan Lebih Komprehensif

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan

Berita Terbaru