Jakarta – Aktivitas influenza di Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan kondisi tersebut masih berada dalam rentang kewaspadaan dan belum menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan.
Berdasarkan laporan surveilans Kemenkes hingga minggu ke-38 2026, aktivitas influenza secara keseluruhan berada pada kategori sedang. Pada surveilans puskesmas, aktivitas influenza masuk kategori sedang, sedangkan di rumah sakit masih berada pada kategori rendah.
Data laboratorium menunjukkan pada minggu ke-38 terdapat 206 kasus positif influenza dari 337 spesimen yang diperiksa. Dari jumlah tersebut, 196 merupakan Influenza A(H1N1)pdm09, enam Influenza A(H3N2), satu Influenza B/Victoria dan tiga Influenza A yang belum diketahui subtipenya.
Kemenkes menyebut peningkatan aktivitas influenza pada Agustus-September masih sesuai dengan pola musiman yang selama ini terjadi di Indonesia.
Seberapa Parah Gejalanya?
Influenza A dapat menimbulkan gejala yang cukup berat, terutama pada kelompok rentan. Namun, peningkatan jumlah kasus tidak berarti virus yang beredar saat ini otomatis lebih ganas.
Gejala influenza yang umum antara lain:
- demam,
- batuk,
- pilek atau hidung tersumbat,
- sakit tenggorokan,
- sakit kepala,
- nyeri otot atau badan terasa sakit,
- menggigil,
- dan tubuh terasa lemas.
Pada sebagian besar kasus, influenza dapat pulih dengan perawatan suportif tanpa harus menjalani rawat inap. Meski demikian, influenza tetap dapat menyebabkan komplikasi, terutama pada bayi dan anak kecil, lanjut usia, ibu hamil serta orang yang memiliki penyakit penyerta.
Data Kemenkes juga menunjukkan pada minggu ke-38 terdapat tiga kasus influenza yang dirawat di ICU dari pemantauan rumah sakit sentinel. Kondisi ini menunjukkan influenza tetap dapat menyebabkan penyakit berat pada sebagian pasien, meskipun aktivitas influenza di rumah sakit secara keseluruhan masih dikategorikan rendah.
Bagaimana dengan “Super Flu”?
Belakangan istilah “super flu” kembali ramai digunakan untuk menyebut Influenza A(H3N2) subclade K.
Namun, Kemenkes menegaskan istilah “super flu” bukan nomenklatur resmi WHO maupun CDC. Berdasarkan data surveilans, tidak terdapat bukti bahwa subclade K menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan influenza musiman.
Justru jumlah temuan subclade K pada 2026 lebih rendah dibandingkan 2025. Hingga minggu ke-38 2026, tercatat 22 kasus subclade K, sedangkan sepanjang 2025 tercatat 166 kasus.
Influenza A vs COVID-19
Influenza A dan COVID-19 sama-sama menyerang sistem pernapasan, tetapi disebabkan oleh virus yang berbeda. Influenza disebabkan virus influenza, sedangkan COVID-19 disebabkan SARS-CoV-2.
Gejalanya juga dapat menyerupai satu sama lain, seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, kelelahan dan nyeri tubuh. Karena itu, gejala saja tidak selalu dapat memastikan apakah seseorang terkena influenza atau COVID-19.
Perbedaan pentingnya, kenaikan aktivitas influenza saat ini tidak disertai dengan lonjakan COVID-19 yang sebanding.
Dalam laporan Kemenkes untuk periode 27 September-3 Oktober 2026, terdapat delapan kasus positif COVID-19 dari 634 pemeriksaan, dengan positivity rate sebesar 1,26 persen. Kemenkes menyebut varian COVID-19 yang beredar saat ini termasuk kategori risiko rendah.
Sementara itu, positivity rate influenza pada minggu ke-38 tercatat 61 persen, meningkat dari 54 persen pada minggu sebelumnya. Aktivitas influenza secara keseluruhan masih berada pada kategori sedang.
Dengan demikian, kondisi influenza dan COVID-19 saat ini perlu dibedakan. Kenaikan influenza bukan berarti Indonesia kembali menghadapi situasi seperti pandemi COVID-19.
Kapan Harus ke Dokter?
Masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri apabila gejala semakin berat, terutama jika mengalami sesak atau kesulitan bernapas, demam tinggi yang menetap, tubuh sangat lemah, atau kondisi kesehatan terus memburuk.
Kelompok rentan seperti bayi dan anak kecil, lansia, ibu hamil dan orang dengan penyakit penyerta perlu mendapat perhatian lebih karena memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi.
Untuk mencegah penularan, masyarakat yang sedang sakit dianjurkan beristirahat di rumah, menggunakan masker ketika berada di sekitar orang lain, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menjaga kebersihan tangan.
Jadi, influenza A memang sedang meningkat di Indonesia, tetapi berdasarkan data Kemenkes kondisi saat ini masih terkendali. Belum ada bukti bahwa influenza A yang beredar menyebabkan penyakit yang lebih parah secara umum dibandingkan flu musiman.


























