Implementasi Pendidikan Bermutu untuk Semua sebagai Komitmen Bersama Pemerintah dan Daerah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Desember 2024 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menghadiri kegiatan Diskusi Arah Kebijakan Penjaminan dan Peningkatan Mutu Pendidikan bersama para pemangku kebijakan pendidikan wilayah Jawa Barat. Dalam kesempatan ini, Mendikdasmen mengungkapkan pentingnya mendengarkan aspirasi serta masukan dari para pemangku kepentingan pendidikan di daerah sebagai pijakan dalam merumuskan kebijakan nasional.

“Kami ingin mendengar apa yang terjadi di wilayah kerja Bapak/Ibu sekalian, untuk menjadi masukan bagi kami dalam mengambil kebijakan nasional, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan,” ucap Mendikdasmen, di Bandung, Senin (23/12).

Menurut Mendikdasmen, visi pendidikan bermutu untuk semua telah dirumuskan berdasarkan amanat UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menjamin hak setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu. Visi ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menjadikan pendidikan sebagai pilar utama dalam membangun Indonesia yang kuat, maju, dan berdaulat.

Dalam diskusi tersebut, Mendikdasmen memaparkan dua hal utama dalam arah kebijakan pendidikan. Pertama adalah memastikan bahwa setiap warga negara dapat mengakses pendidikan sebagai hak dasar mereka. Namun, ia menyoroti sejumlah tantangan, seperti kendala geografis, kondisi ekonomi, situasi keamanan, dan sebagainya. Kedua adalah memastikan mutu pendidikan yang diterima masyarakat sesuai dengan standar yang ditetapkan. Tantangan kesenjangan mutu pendidikan di berbagai daerah menjadi perhatian serius yang harus segera diatasi.

Baca Juga :  Festival Iconic 2024 Hadirkan Ratusan Inovasi Pengolahan Sampah dan Penurunan Angka Stunting

Untuk mendukung visi tersebut, pemerintah telah menyusun berbagai langkah strategis. Salah satu prioritas utama adalah peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Renovasi sekolah menjadi fokus penting, terutama bagi institusi yang belum memenuhi standar pembelajaran ideal. Selain itu, upaya peningkatan kualitas tenaga pendidik juga menjadi prioritas, mengingat masih banyak guru yang belum memiliki kualifikasi pendidikan yang memadai. Pemerintah berkomitmen mempercepat proses sertifikasi guru. “Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan kualitas pendidik,” ucap Mendikdasmen.

Mendikdasmen juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan karakter, yang selama ini menjadi tantangan tersendiri. Melalui program bimbingan konseling yang lebih terintegrasi, guru diharapkan dapat menjadi pendamping dan penghubung yang efektif antara siswa dan orang tua, serta mampu membantu mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh. Selain itu, Kemendikdasmen akan meluncurkan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang dirancang untuk membangun karakter positif sejak dini, serta menciptakan lagu-lagu anak baru untuk mendukung pendidikan usia dini.

Dalam konteks pendidikan dasar, Mendikdasmen menyampaikan bahwa pemerintah mulai memperkenalkan pengajaran matematika sejak taman kanak-kanak, dengan pendekatan belajar sambil bermain. Langkah ini didasarkan pada berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa pendidikan prasekolah dapat meningkatkan resiliensi dan prestasi belajar anak-anak.

Baca Juga :  bank bjb dan BPJS Kesehatan Tantadatangani Kerjasama Peningkatan Layanan Fasilitas Kesehatan

Selain itu, pembelajaran berbasis teknologi juga menjadi bagian penting dari kebijakan pendidikan ke depan. Pembelajaran coding dan artificial intelligence (AI) diperkenalkan sebagai mata pelajaran pilihan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan abad 21. Kebijakan ini diperkuat dengan pendekatan deep learning, yang menekankan pada pemahaman mendalam terhadap materi pelajaran yang esensial.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menyoroti kondisi pendidikan di Jawa Barat, termasuk tantangan tingginya angka putus sekolah dan kekurangan guru. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Menurut Wamen Fajar, masalah utama terkait tantangan tersebut adalah ketimpangan dalam dunia pendidikan yang terus dibiarkan. “Fitrah pendidikan adalah membangun pemerataan kualitas manusia. Oleh karena itu, salah satu pilar untuk mencapai Indonesia Emas 2045 adalah dengan pemerataan mutu pendidikan, sehingga nantinya lahir sumber daya yang kompetitif, unggul, dan bukan hanya dimiliki sekelompok golongan tertentu,” ucap Wamen Fajar.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG
Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya
Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau
Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi
Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
LDI 2026 Resmi Dibuka, 17.115 Murid Daftar Ajang Debat Nasional Kemendikdasmen

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:37 WIB

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG

Sabtu, 5 September 2026 - 15:16 WIB

Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya

Sabtu, 5 September 2026 - 09:48 WIB

Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau

Jumat, 4 September 2026 - 14:08 WIB

Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi

Jumat, 4 September 2026 - 05:45 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M

Berita Terbaru