Gurame Dua Tahun Baru 300 Gram? Ini Fakta Lapangan yang Perlu Dipahami Pembudidaya

- Jurnalis

Minggu, 21 Desember 2025 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Budidaya ikan gurame dikenal membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan komoditas ikan air tawar lainnya seperti lele atau nila. Meski memiliki cita rasa khas dan harga jual relatif tinggi, pertumbuhan gurame kerap tidak sesuai dengan ekspektasi pembudidaya.

Di lapangan, banyak pembudidaya mendapati ikan gurame berumur dua tahun hanya mencapai bobot sekitar 300 gram per ekor, bahkan ketika dipelihara dengan kepadatan rendah. Kondisi ini sering menimbulkan kebingungan, karena sejumlah referensi menyebut gurame dapat mencapai ukuran konsumsi dalam waktu lebih singkat.

Kepadatan Rendah Bukan Jaminan Gurame Cepat Besar

Secara teori, kepadatan tebar rendah memberikan ruang gerak lebih luas bagi ikan. Namun pada gurame, faktor ini bukan penentu utama pertumbuhan. Banyak kolam dengan populasi sedikit justru menunjukkan laju pertumbuhan lambat karena faktor lain yang lebih dominan, terutama pakan dan manajemen pemeliharaan.

Gurame memiliki karakter pertumbuhan yang unik. Jika fase awal pertumbuhan tidak optimal, ikan cenderung mengalami stagnasi bobot pada usia selanjutnya, meskipun umur pemeliharaan diperpanjang hingga dua atau tiga tahun.

Pakan Menjadi Faktor Penentu Utama

Pakan merupakan faktor paling berpengaruh terhadap pertumbuhan gurame. Dalam praktik tradisional, pakan hijauan seperti daun talas, kangkung, atau daun singkong masih menjadi pakan utama. Padahal, hijauan seharusnya hanya berfungsi sebagai pakan tambahan.

Baca Juga :  Budidaya Ikan Tawes

Kekurangan asupan protein, terutama pada fase awal pemeliharaan (0–8 bulan), menyebabkan pembentukan massa tubuh tidak optimal. Akibatnya, meskipun umur bertambah, bobot ikan sulit meningkat secara signifikan. Dalam kondisi seperti ini, bobot 250–350 gram pada usia dua tahun tergolong realistis dan sering terjadi.

Pengaruh Genetik dan Kualitas Benih

Selain pakan, kualitas benih juga memegang peranan penting. Benih gurame dari indukan yang tidak diseleksi atau berasal dari strain lokal lama umumnya memiliki laju pertumbuhan lebih lambat. Benih yang sejak awal tidak disortir (grading) juga berpotensi tertinggal pertumbuhannya dan sulit mengejar ukuran ideal di usia dewasa.

Gurame Tidak Otomatis Besar Karena Umur

Berbeda dengan anggapan umum, gurame bukan ikan yang otomatis membesar hanya karena dipelihara lama. Jika pertumbuhan tidak digenjot sejak fase awal dengan manajemen pakan dan kualitas air yang baik, maka memperpanjang masa pemeliharaan tidak selalu berbanding lurus dengan kenaikan bobot.

Dalam sistem tradisional, panen gurame umumnya terjadi pada usia 24–36 bulan dengan bobot berkisar 300–500 gram per ekor. Sementara itu, pada sistem semi-intensif hingga intensif, ukuran tersebut bisa dicapai lebih cepat dengan manajemen yang lebih terkontrol.

Baca Juga :  Budidaya Tanaman Lidah Buaya

Perbandingan Pertumbuhan Gurame Berdasarkan Sistem Budidaya

Berikut gambaran perbedaan pertumbuhan gurame berdasarkan sistem budidaya yang umum diterapkan di lapangan:

Aspek Tradisional Semi-Intensif Intensif
Kepadatan Tebar Rendah Sedang Terkontrol
Jenis Pakan Dominan hijauan Pelet + hijauan Pelet dominan
Kadar Protein Pakan < 25% 28–30% 30–32%
Frekuensi Pakan 1 kali/hari 2 kali/hari 2–3 kali/hari
Manajemen Air Minim Ganti air berkala Aerasi & sirkulasi aktif
Sortir (Grading) Tidak rutin 2–3 bulan sekali Rutin
Umur Panen ±300 g 18–24 bulan 10–14 bulan 8–10 bulan
Umur Panen ±500 g 24–30 bulan 14–18 bulan 10–12 bulan
Umur Panen ±1 kg 36–48 bulan 18–24 bulan 12–18 bulan
Risiko Stagnasi Tinggi Sedang Rendah
Efisiensi Usaha Rendah–Sedang Sedang Tinggi

Kesimpulan

Bobot gurame sekitar 300 gram pada usia dua tahun bukanlah kegagalan budidaya, melainkan cerminan dari sistem pemeliharaan tradisional yang masih banyak diterapkan oleh pembudidaya. Untuk mencapai pertumbuhan yang lebih cepat dan efisien, kunci utamanya terletak pada perbaikan manajemen pakan, kualitas benih, serta optimalisasi fase awal pertumbuhan.

Dengan pendekatan budidaya yang tepat, ikan gurame tetap menjadi komoditas perikanan air tawar bernilai ekonomi tinggi dan berpotensi memberikan keuntungan yang menjanjikan.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gurame Padang: Ciri, Harga Terbaru 2026, dan Tips Budidaya dari Benih sampai Panen
Petani Bener Meriah dan Aceh Tengah Terbantu, Hasil Tani Diterbangkan ke Jakarta
Ketahanan Pangan Terancam, 554 Ribu Hektare Sawah Beralih Fungsi
Cara Budidaya Kunyit di Lahan Terbatas: Panduan Lengkap untuk Pemula
Cara Budidaya Kunyit di Polybag agar Cepat Tumbuh dan Cepat Panen
Menteri LH Ungkap Ada Sumber Radioaktif Di Dekat Pabrik BMS Menyebabkan Udang Beku Indonesia Tercemar Cesium
Jengkol: Tanaman Khas Nusantara, Potensi Rasa dan Nilai Ekonomis yang Tinggi
Budidaya Jamur Merang: Peluang Usaha dari Jerami Padi

Berita Terkait

Sabtu, 3 Januari 2026 - 13:59 WIB

Gurame Padang: Ciri, Harga Terbaru 2026, dan Tips Budidaya dari Benih sampai Panen

Minggu, 21 Desember 2025 - 12:12 WIB

Gurame Dua Tahun Baru 300 Gram? Ini Fakta Lapangan yang Perlu Dipahami Pembudidaya

Kamis, 18 Desember 2025 - 20:14 WIB

Petani Bener Meriah dan Aceh Tengah Terbantu, Hasil Tani Diterbangkan ke Jakarta

Minggu, 14 Desember 2025 - 19:05 WIB

Ketahanan Pangan Terancam, 554 Ribu Hektare Sawah Beralih Fungsi

Kamis, 27 November 2025 - 19:37 WIB

Cara Budidaya Kunyit di Lahan Terbatas: Panduan Lengkap untuk Pemula

Berita Terbaru