Budidaya ikan gurame dikenal membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan komoditas ikan air tawar lainnya seperti lele atau nila. Meski memiliki cita rasa khas dan harga jual relatif tinggi, pertumbuhan gurame kerap tidak sesuai dengan ekspektasi pembudidaya.
Di lapangan, banyak pembudidaya mendapati ikan gurame berumur dua tahun hanya mencapai bobot sekitar 300 gram per ekor, bahkan ketika dipelihara dengan kepadatan rendah. Kondisi ini sering menimbulkan kebingungan, karena sejumlah referensi menyebut gurame dapat mencapai ukuran konsumsi dalam waktu lebih singkat.
Kepadatan Rendah Bukan Jaminan Gurame Cepat Besar
Secara teori, kepadatan tebar rendah memberikan ruang gerak lebih luas bagi ikan. Namun pada gurame, faktor ini bukan penentu utama pertumbuhan. Banyak kolam dengan populasi sedikit justru menunjukkan laju pertumbuhan lambat karena faktor lain yang lebih dominan, terutama pakan dan manajemen pemeliharaan.
Gurame memiliki karakter pertumbuhan yang unik. Jika fase awal pertumbuhan tidak optimal, ikan cenderung mengalami stagnasi bobot pada usia selanjutnya, meskipun umur pemeliharaan diperpanjang hingga dua atau tiga tahun.
Pakan Menjadi Faktor Penentu Utama
Pakan merupakan faktor paling berpengaruh terhadap pertumbuhan gurame. Dalam praktik tradisional, pakan hijauan seperti daun talas, kangkung, atau daun singkong masih menjadi pakan utama. Padahal, hijauan seharusnya hanya berfungsi sebagai pakan tambahan.
Kekurangan asupan protein, terutama pada fase awal pemeliharaan (0–8 bulan), menyebabkan pembentukan massa tubuh tidak optimal. Akibatnya, meskipun umur bertambah, bobot ikan sulit meningkat secara signifikan. Dalam kondisi seperti ini, bobot 250–350 gram pada usia dua tahun tergolong realistis dan sering terjadi.
Pengaruh Genetik dan Kualitas Benih
Selain pakan, kualitas benih juga memegang peranan penting. Benih gurame dari indukan yang tidak diseleksi atau berasal dari strain lokal lama umumnya memiliki laju pertumbuhan lebih lambat. Benih yang sejak awal tidak disortir (grading) juga berpotensi tertinggal pertumbuhannya dan sulit mengejar ukuran ideal di usia dewasa.
Gurame Tidak Otomatis Besar Karena Umur
Berbeda dengan anggapan umum, gurame bukan ikan yang otomatis membesar hanya karena dipelihara lama. Jika pertumbuhan tidak digenjot sejak fase awal dengan manajemen pakan dan kualitas air yang baik, maka memperpanjang masa pemeliharaan tidak selalu berbanding lurus dengan kenaikan bobot.
Dalam sistem tradisional, panen gurame umumnya terjadi pada usia 24–36 bulan dengan bobot berkisar 300–500 gram per ekor. Sementara itu, pada sistem semi-intensif hingga intensif, ukuran tersebut bisa dicapai lebih cepat dengan manajemen yang lebih terkontrol.
Perbandingan Pertumbuhan Gurame Berdasarkan Sistem Budidaya
Berikut gambaran perbedaan pertumbuhan gurame berdasarkan sistem budidaya yang umum diterapkan di lapangan:
| Aspek | Tradisional | Semi-Intensif | Intensif |
|---|---|---|---|
| Kepadatan Tebar | Rendah | Sedang | Terkontrol |
| Jenis Pakan | Dominan hijauan | Pelet + hijauan | Pelet dominan |
| Kadar Protein Pakan | < 25% | 28–30% | 30–32% |
| Frekuensi Pakan | 1 kali/hari | 2 kali/hari | 2–3 kali/hari |
| Manajemen Air | Minim | Ganti air berkala | Aerasi & sirkulasi aktif |
| Sortir (Grading) | Tidak rutin | 2–3 bulan sekali | Rutin |
| Umur Panen ±300 g | 18–24 bulan | 10–14 bulan | 8–10 bulan |
| Umur Panen ±500 g | 24–30 bulan | 14–18 bulan | 10–12 bulan |
| Umur Panen ±1 kg | 36–48 bulan | 18–24 bulan | 12–18 bulan |
| Risiko Stagnasi | Tinggi | Sedang | Rendah |
| Efisiensi Usaha | Rendah–Sedang | Sedang | Tinggi |
Kesimpulan
Bobot gurame sekitar 300 gram pada usia dua tahun bukanlah kegagalan budidaya, melainkan cerminan dari sistem pemeliharaan tradisional yang masih banyak diterapkan oleh pembudidaya. Untuk mencapai pertumbuhan yang lebih cepat dan efisien, kunci utamanya terletak pada perbaikan manajemen pakan, kualitas benih, serta optimalisasi fase awal pertumbuhan.
Dengan pendekatan budidaya yang tepat, ikan gurame tetap menjadi komoditas perikanan air tawar bernilai ekonomi tinggi dan berpotensi memberikan keuntungan yang menjanjikan.


























