KLOPAKINDONESIA.COM – Kacang tanah dikenal sebagai camilan favorit masyarakat Indonesia. Rasanya gurih, mudah diolah, dan sering dianggap sebagai sumber protein nabati. Namun, tak sedikit orang yang mengeluhkan perut terasa begah atau tidak nyaman setelah mengonsumsinya. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul adalah: benarkah kacang tanah tinggi lemak?
Kandungan Lemak Kacang Tanah
Secara komposisi gizi, kacang tanah memang tergolong makanan tinggi lemak. Dalam 100 gram kacang tanah mentah, terkandung sekitar 49 gram lemak, atau hampir setengah dari total beratnya. Angka ini lebih tinggi dibandingkan banyak makanan pokok seperti nasi atau umbi-umbian.
Meski demikian, lemak dalam kacang tanah bukan lemak berbahaya. Sebagian besar terdiri dari lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda, yang dikenal baik untuk kesehatan jantung dan membantu mengontrol kadar kolesterol dalam darah.
Lemak Sehat, Tapi Tetap Berat untuk Pencernaan
Walaupun tergolong lemak sehat, lemak tetap membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh. Inilah yang menyebabkan sebagian orang merasakan:
- Perut begah
- Rasa penuh berkepanjangan
- Kembung atau mual ringan
Terutama jika kacang tanah dikonsumsi dalam jumlah besar, digoreng, atau dimakan saat perut kosong.
Lebih Tinggi Lemak Dibanding Makanan Sehari-hari
Sebagai perbandingan, nasi putih hampir tidak mengandung lemak, sementara daging sapi berlemak mengandung sekitar 20–30 persen lemak. Dengan kandungan lemak mencapai hampir 50 persen, kacang tanah memang termasuk tinggi lemak dari sisi komposisi gizi.
Cara Konsumsi Agar Tetap Aman
Agar manfaat kacang tanah tetap optimal tanpa menimbulkan gangguan pencernaan, masyarakat disarankan untuk:
- Mengonsumsi dalam porsi wajar
- Memilih kacang tanah rebus atau panggang dibanding gorengan
- Mengunyah dengan baik sebelum ditelan
- Menghindari konsumsi berlebihan, terutama bagi penderita gangguan lambung
Kesimpulan
Kacang tanah memang tinggi lemak, namun mayoritas adalah lemak sehat yang bermanfaat bagi tubuh. Meski demikian, konsumsi berlebihan atau cara pengolahan yang kurang tepat dapat memicu rasa tidak nyaman pada pencernaan. Dengan porsi dan pengolahan yang benar, kacang tanah tetap menjadi pilihan makanan bergizi dan aman dikonsumsi.


























