MAJALENGKA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan pertemuan dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kamis (1/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama pengelolaan BIJB Kertajati untuk dikembangkan menjadi pusat industri strategis pertahanan dalam negeri, khususnya yang berkaitan dengan industri kedirgantaraan.
Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, mengatakan pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan sebelumnya yang telah dilakukan di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang.
Menurut Dedi, secara prinsip tidak ada pemisahan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membangun kepentingan negara. Namun, dari sisi administrasi, masing-masing pihak tetap memiliki tanggung jawab, pencatatan aset, serta kewajiban yang harus dipertanggungjawabkan.
“Secara prinsip dasar bahwa kalau negara itu tidak ada pemisahan-pemisahan, semuanya adalah satu kesatuan. Tetapi dari aspek sisi administrasi, kita memiliki aspek pertanggungjawaban administrasinya masing-masing. Memiliki aset tercatatnya masing-masing. Memiliki utang piutangnya masing-masing,” ujar Dedi.
Fokus Awal pada Industri Kedirgantaraan
Dedi mengatakan, kerja sama pengelolaan BIJB Kertajati selanjutnya akan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Pada tahap awal, pengembangan kawasan tidak semata-mata diarahkan pada aspek komersial, tingkat keramaian, maupun pertumbuhan ekonomi. Fokus awal adalah membangun ekosistem industri strategis, terutama sektor kedirgantaraan.
“Tahap pertama kita tidak berpikir komersial dulu, keramaian atau pertumbuhan, tetapi tahap pertama kita berpikir PTDI ada di sini kemudian MRO di sini, bengkel pesawat asing di sini, kemudian industri penunjang di sini,” tutur Dedi.
Ia menilai keberadaan berbagai fasilitas dan industri kedirgantaraan dalam satu kawasan akan membentuk ekosistem yang saling terhubung.
Jika seluruh kebutuhan industri kedirgantaraan dapat dikembangkan di BIJB Kertajati, menurut Dedi, pada akhirnya akan tumbuh siklus perdagangan yang mendukung aktivitas industri tersebut.
“Tidak mungkin semuanya lokal, pasti ada transfer antardaerah, transfer antarprovinsi, transfer antarnegara, pada akhirnya nanti kebutuhan komersialnya akan tumbuh,” katanya.
Kemhan Siapkan Pemindahan Fasilitas dan Skuadron
Sementara itu, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari mengatakan, langkah-langkah kerja sama yang telah dilakukan telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapat tanggapan positif.
Yusuf menyebut, sejumlah kegiatan dan fasilitas terkait kedirgantaraan akan disiapkan untuk dipindahkan ke kawasan BIJB Kertajati.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan memindahkan sekolah penerbang Angkatan Udara beserta mess yang berada di Sukani. Selain itu, direncanakan pemindahan Skuadron Udara dari Bandara Halim Perdanakusuma ke BIJB Kertajati.
PT Dirgantara Indonesia (PTDI) beserta perusahaan yang bekerja sama dengan PTDI juga akan menjadi bagian dari pengembangan kawasan tersebut.
“Kami berharap di bulan Januari pembangunannya. Sekolah penerbangan November atau Desember jika diizinkan, agar ada kegiatan,” ujar Yusuf.
Rencana tersebut menjadi bagian dari langkah awal membangun kawasan BIJB Kertajati sebagai pusat aktivitas industri strategis pertahanan, khususnya dalam mendukung pengembangan industri kedirgantaraan nasional.


























