KlopakIndonesia – Sejumlah pengguna Xiaomi Note 14 melaporkan adanya masalah serius pada perangkat mereka setelah menggunakan sistem operasi HyperOS. Ponsel dilaporkan mati mendadak saat baterai berada di level rendah, meski indikator daya masih menunjukkan sisa baterai yang seharusnya cukup untuk digunakan.
Keluhan ini ramai dibagikan pengguna melalui forum komunitas Xiaomi dan media sosial. Dalam banyak kasus, perangkat tiba-tiba mati ketika baterai berada di kisaran 10 hingga 20 persen, tanpa peringatan yang memadai. Ponsel baru dapat kembali menyala setelah disambungkan ke pengisi daya, sehingga memicu dugaan adanya gangguan pada sistem manajemen daya.
Masalah ini diduga bukan disebabkan oleh kerusakan perangkat keras, melainkan bug pada HyperOS yang membuat sistem keliru membaca kapasitas baterai sebenarnya. Akibatnya, perangkat melakukan shutdown lebih cepat dari semestinya.
Menurut ulasan Gizmochina pada Selasa, 30 Desember 2025, Xiaomi sebenarnya telah mengirimkan uji coba perbaikan kepada sebagian pengguna yang terdampak. Namun, hasilnya belum sepenuhnya efektif dan belum mampu menyelesaikan masalah pada semua perangkat. Oleh karena itu, Xiaomi menyarankan pengguna untuk menghabiskan daya baterai hingga habis, lalu mengisi ulang perangkat sampai penuh sebagai solusi sementara sambil menunggu pembaruan sistem yang lebih stabil.
Selain persoalan daya, laporan yang sama juga mencatat adanya keluhan lain dari pengguna Redmi Note 13 Pro+ 5G di sejumlah wilayah. Pengguna melaporkan gangguan pada fungsi kamera, di mana kamera perangkat bergetar dan mengeluarkan suara tidak normal saat digunakan. Masalah ini disebut paling sering muncul pada perangkat dengan versi sistem OS 2.0.209.0.VNOMIXM.
Hingga kini, tim pengembang Xiaomi masih melakukan penelusuran untuk menemukan akar penyebab gangguan kamera tersebut. Catatan awal belum menunjukkan sumber masalah yang pasti, sehingga Xiaomi meminta pengguna terdampak untuk mengirimkan laporan dan data penggunaan yang lebih rinci guna mempercepat proses investigasi.
Di sisi lain, Xiaomi mengklaim telah berhasil memperbaiki sejumlah masalah lain melalui pembaruan perangkat lunak terbaru yang dirilis pekan ini. Beberapa di antaranya adalah perbaikan konektivitas jaringan pada Redmi Pad 2 4G dan Redmi 14C 5G yang sebelumnya dikeluhkan pengguna.
Selain itu, masalah performa juga dilaporkan telah diatasi, termasuk aplikasi Messenger yang sering tertutup sendiri di Xiaomi Pad 7, serta aplikasi cuaca yang gagal memperbarui data di Xiaomi 15T Pro.
Meski demikian, berbagai laporan bug ini menunjukkan bahwa HyperOS masih membutuhkan penyempurnaan, khususnya dalam hal stabilitas dan kompatibilitas di berbagai perangkat. Xiaomi pun diharapkan segera merilis pembaruan lanjutan untuk memastikan pengalaman pengguna tetap optimal dan bebas dari gangguan kritis.


























