Pada Rabu, 8 Oktober 2025, Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat melalui program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) kembali menghadirkan inovasi dalam meningkatkan literasi anak usia dini. Tahun ini, BKKBN Jabar meluncurkan Sayembara Cipta Kreasi Buku Cerita Bergambar untuk Anak Balita TAMASYA, sebuah kompetisi kreatif yang mengajak masyarakat dan mahasiswa berpartisipasi menciptakan karya literasi visual untuk anak usia 0–5 tahun.
Kegiatan ini digagas sebagai respon terhadap masih rendahnya tingkat literasi masyarakat Indonesia, khususnya anak usia dini. Berdasarkan data UNESCO 2022, Indonesia menempati peringkat ke-60 dari 70 negara dalam minat baca. Melalui sayembara ini, BKKBN Jabar berupaya menghadirkan karya yang menarik secara visual sekaligus memperkuat hubungan emosional antara anak dan orang tua melalui aktivitas membaca bersama.
Menurut Wenny, anggota panitia, sayembara ini tidak hanya menekankan hasil akhir, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara membuat buku anak yang baik. “Kriteria penilaian kami mengacu pada kebutuhan psikologis anak sesuai usia, agar pesan moral dan visualnya tepat sasaran,” ujarnya.
Aditya, tim teknis sayembara, menambahkan bahwa karya akan diseleksi dengan mempertimbangkan karakteristik usia 0–5 tahun, di mana anak-anak lebih mudah menyerap pesan dari gambar dan cerita sederhana. “Karya terbaik akan menjadi bahan literasi yang relevan dan membantu orang tua membangun bonding dengan anak melalui cerita bergambar,” tambahnya.
Sayembara akan diumumkan mulai 11 Oktober 2025 melalui media sosial dan jaringan komunitas. Karya pemenang kemudian akan dicetak dan diperkenalkan melalui Roadshow Buku Cerita Bergambar. Untuk memastikan transparansi dan kualitas seleksi, BKKBN Jabar telah menetapkan Panitia dan Tim Juri melalui SK resmi. Informasi lengkap mengenai mekanisme, tema, dan panduan sayembara dapat diakses melalui media sosial resmi BKKBN Jabar.
“Melalui sayembara ini, kami ingin menumbuhkan semangat berkarya dan berkontribusi bagi generasi penerus. Literasi adalah investasi masa depan bangsa, dan setiap gambar serta kalimat yang dibuat hari ini akan memberi pengaruh besar bagi anak-anak kita,” tutur dr. Dinda Aquariani, MKM, Ketua Tim Kerja KS-PK BKKBN Provinsi Jawa Barat.
Sayembara ini terbuka bagi penulis, ilustrator, maupun kolaborasi keduanya untuk menciptakan buku cerita bergambar dengan tema Pengasuhan Anak Usia Dini, mencakup empat subtema: Anak dengan Makanan dan Alam Sekitarnya, Hubungan Anak dan Ayah Ibu, serta Ketangguhan dan Kesabaran dalam Proses Mencapai Hasil. Karya yang dihasilkan harus menyesuaikan karakteristik pembaca dini, dengan target dapat dinikmati lebih dari 1,6 juta keluarga di Jawa Barat.


























