Meluruskan Miskonsepsi Pembelajaran Mendalam untuk Pendidikan Bermutu

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 September 2025 - 06:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berkomitmen menghadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, salah satunya melalui penguatan pembelajaran mendalam (deep learning). Pendekatan pembelajaran ini menekankan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dengan mengintegrasikan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olahraga.

Namun, dalam praktiknya, masih ditemukan beberapa miskonsepsi terkait pembelajaran mendalam di kalangan guru, sehingga tujuan utamanya belum sepenuhnya tercapai. Untuk menjawab tantangan itu, Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG), menggelar Webinar Nasional Pembelajaran Mendalam bertajuk Regulasi dan Miskonsepsi.

Direktur Guru Pendidikan Dasar, Rachmadi Widdiharto, dalam sambutannya menjelaskan bahwa guru memiliki tiga peran penting dalam implementasi pembelajaran mendalam, yakni sebagai fasilitator kesadaran belajar, inisiator pendekatan holistik, serta sebagai pencipta suasana belajar yang memuliakan dan menggembirakan.

Rachmadi juga mengajak para guru untuk terus berkolaborasi, belajar bersama, dan melakukan refleksi secara berkelanjutan pada implementasi pembelajaran mendalam. Salah satunya dengan mengikuti forum-forum seperti webinar ini, sebagai upaya meluruskan miskonsepsi yang kerap ditemui di lapangan. “Ini penting agar kita semua memiliki arah yang jelas dan seragam dalam mengimplementasikannya,” ujar Rachmadi.

Webinar ini menghadirkan tiga narasumber, antara lain Yuli Rahmawati, Tim Pengembang Pembelajaran Mendalam; Yogi Anggraena, Ketua Tim Kerja Kurikulum Puskurjar, BSKAP; dan Triska Fauziah, Guru SDN 164 Karangpawulang Bandung.

Baca Juga :  Arcisu: Inovasi Ramah Lingkungan dengan Kearifan Lokal yang Mendunia

Dalam kesempatan itu, Yogi Anggreana menjelaskan posisi pembelajaran mendalam dalam kebijakan kurikulum yang berlaku saat ini. Ia menegaskan bahwa Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025 telah menempatkan pembelajaran mendalam sebagai pendekatan utama yang terintegrasi dalam kurikulum bersama penyesuaian intrakurikuler, kokurikuler, hingga ekstrakurikuler.

Dalam panduan terbaru, pengalaman belajar dimaknai sebagai proses berjenjang mulai dari memahami, mengaplikasi, hingga merefleksi, dengan dukungan asesmen yang otentik dan holistik. Yogi menekankan bahwa kurikulum memberi ruang bagi satuan pendidikan untuk menyesuaikan strategi pembelajaran agar lebih kontekstual, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan murid.

Sementara itu, Yuli Rahmawati, menyoroti isu-isu dan miskonsepsi dalam implementasi pembelajaran mendalam, seperti pemahaman guru yang masih terbatas, serta penerapan prinsip pembelajaran yang kurang konsisten. Oleh karena itu, diperlukan kompetensi guru yang kuat dalam konsep, asesmen, serta kemampuan menciptakan suasana belajar yang kreatif dan fleksibel sesuai konteks sekolah.

Yuli menegaskan bahwa refleksi tidak cukup sekadar menulis apa yang dipelajari, melainkan proses kritis yang mendorong murid mengaitkan pengalaman belajar dengan kehidupan nyata. Ia juga mengingatkan pentingnya surface learning sebagai fondasi sebelum menuju pemahaman mendalam, serta perlunya guru melihat refleksi sebagai bagian dari pembentukan regulasi diri murid

Baca Juga :  Mengenal Masjid Mungsolkanas Singkatan Dari Bahasa Sunda

Perencanaan pembelajaran juga harus menekankan integrasi dimensi profil lulusan, strategi pembelajaran lintas disiplin, asesmen berorientasi proses dan hasil, serta pelibatan mitra pembelajaran. Dengan demikian, menurut Yuli, pembelajaran mendalam diposisikan sebagai paradigma transformasi menuju pendidikan yang bermutu, relevan dengan kehidupan nyata, dan membentuk pembelajar sepanjang hayat.

Adapun Triska Fauziah, berbagi praktik baik pembelajaran mendalam di kelasnya. Ia menunjukkan bagaimana miskonsepsi bisa diluruskan dengan pengalaman nyata. Misalnya, anggapan bahwa pembelajaran mendalam harus selalu penuh ice breaking, padahal esensi kegembiraan belajar muncul saat murid merasa dihargai dan berhasil menyelesaikan tantangan.

Ia juga mencontohkan bagaimana refleksi yang benar mampu menumbuhkan regulasi diri murid, serta bagaimana pengalaman belajar tidak harus selesai dalam satu pertemuan, tetapi bisa dibangun bertahap sesuai karakteristik mata pelajaran.

Melalui webinar ini, diharapkan para guru semakin memahami esensi serta praktik nyata pembelajaran mendalam, sehingga mampu menghadirkan prinsip pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.  Dengan kolaborasi semua pihak, pendidikan bermutu untuk semua dapat terwujud, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

 

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG
Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya
Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau
Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi
Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
LDI 2026 Resmi Dibuka, 17.115 Murid Daftar Ajang Debat Nasional Kemendikdasmen

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:37 WIB

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG

Sabtu, 5 September 2026 - 15:16 WIB

Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya

Sabtu, 5 September 2026 - 09:48 WIB

Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau

Jumat, 4 September 2026 - 14:08 WIB

Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi

Jumat, 4 September 2026 - 05:45 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M

Berita Terbaru