Skandal Chromebook Kemendikbudristek: Dugaan Korupsi Rp9,9 Triliun, Kejagung Periksa 28 Saksi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 9 Juni 2025 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Laptop di ruang kelas. Sumber: Unsplash

Ilustrasi: Laptop di ruang kelas. Sumber: Unsplash

๐Ÿ“… Senin, 9 Juni 2025
โœ๏ธ Oleh Tim Redaksi | KlopakIndonesia.com

 

Jakarta โ€“ Proyek pengadaan laptop Chromebook untuk sekolah-sekolah di Indonesia yang dijalankan oleh Kemendikbudristek kini menjadi sorotan tajam. Kejaksaan Agung resmi menyelidiki dugaan korupsi senilai Rp9,9 triliun, dan telah memeriksa 28 saksi sejak penyelidikan dibuka pada 20 Mei 2025.

Proyek yang digadang-gadang sebagai bagian dari digitalisasi pendidikan ini ternyata menyisakan banyak kejanggalan, mulai dari harga tidak wajar, proses tender yang tidak transparan, hingga dugaan kolusi dengan vendor swasta.

๐Ÿ’ป Proyek Digitalisasi Berbalut Skandal

Program pengadaan laptop berbasis ChromeOS dimulai sejak 2021, dengan alokasi anggaran yang terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2021 saja, tercatat lebih dari Rp3,7 triliun dihabiskan untuk pengadaan paket TIK, termasuk laptop seharga hingga Rp10 juta per unit yang memicu kontroversi publik.

Baca Juga :  Pentingnya Pembinaan bagi Calon Pengantin untuk Atasi Stunting di Cimahi

Laporan dari Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Indonesia Audit Watch (IAW) menyebutkan bahwa banyak laptop yang dibeli tidak sesuai spesifikasi, distribusinya tidak merata, serta vendor-vendor besar seperti Zyrex, Advan, SPC, Evercoss, dan Axioo terindikasi menerima perlakuan khusus.

“Modus penggantian sistem operasi dari Windows ke ChromeOS dilakukan tanpa kajian yang matang. Harga tidak transparan, dan proses pengadaan tidak bisa dipantau publik,” ujar Emerson Yuntho dari ICW, dikutip dari Tempo.

๐Ÿงพ Dugaan Mark-Up dan Kolusi Vendor

Hasil audit sementara menemukan adanya dugaan mark-up harga, dan vendor-vendor pengadaan disinyalir memiliki hubungan dekat dengan orang dalam kementerian. Bahkan, ada dugaan keterlibatan staf khusus menteri dalam memfasilitasi vendor tertentu.

Pengadaan ini juga tidak masuk dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP), yang seharusnya menjadi dokumen wajib untuk transparansi.

Baca Juga :  Komisi II DPR RI: Reformasi Layanan Pertanahan Harus Disertai Integritas dan Kontrol Publik

โš–๏ธ Kejagung Bergerak, KPK Awasi

Kejaksaan Agung menyita sejumlah dokumen penting dan telah memanggil puluhan saksi dari lingkungan Kemendikbudristek dan vendor-vendor pengadaan.

“Kami akan menelusuri aliran dana, proses kontrak, dan potensi kerugian negara dari proyek ini,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Ketut Sumedana, dalam keterangan resminya.

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut mengawasi perkembangan kasus ini karena sejak 2021, proyek laptop sudah menjadi perhatian lembaga antirasuah.

๐Ÿง‘โ€๐Ÿซ Dampak ke Sekolah dan Guru

Banyak guru di daerah mengaku kesulitan menggunakan Chromebook karena keterbatasan jaringan internet. Beberapa bahkan mengaku tidak pernah menerima unit meski tercatat di laporan distribusi.

Kondisi ini menambah luka di sektor pendidikan yang sebelumnya sudah terhantam pandemi dan keterbatasan infrastruktur digital.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat
Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen
Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas
FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi
Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA
Hari Pustakawan Indonesia, Kemendikdasmen Ubah Perpustakaan Jadi Rumah Pendidikan
Kemendikdasmen Cetak Influencer Positif Lewat Bintang Sobat SMP 2026
Kemendikdasmen Perkuat LKP, Lulusan Disiapkan Tembus Dunia Kerja Internasional

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:31 WIB

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:24 WIB

Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen

Senin, 13 Juli 2026 - 16:02 WIB

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:40 WIB

FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:39 WIB

Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA

Berita Terbaru