BNPB Berbagi Pengalaman Pemulihan Pascabencana Sektor Sosial Ekonomi dan Sumber Daya Alam Lingkungan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 30 Juli 2024 - 17:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktorat Pemulihan dan Peningkatan Sosial, Ekonomi dan Sumber Daya Alam (Dit. PPSESDA) BNPB  menggelar diskusi mengenai Peningkatan dan Penguatan Sektor Sosial Ekonomi dan Sumber Daya Alam Lingkungan Pascabencana di Yogyakarta pada Jumat (26/7).

Kegiatan ini dibuka oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansah, yang mengatakan bahwa kejadian bencana juga memiliki dampak bagi perekonomian, kehidupan masyarakat dan lingkungan.

“BNPB melalui Direktorat Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan Sumber Daya Alam melaksanakan kegiatan pendampingan sosial, ekonomi dan sumber daya alam dan lingkungan yang bertujuan untuk memulihkan sektor sosial ekonomi dan sumber daya alam yang terdampak bencana,” ucap Jarwansah melalui sambungan virtual.

“(Pendampingan sosial, ekonomi dan SDAL) dilakukan berdasarkan hasil kajian dengan memperhatikan kearifan lokal daerah, dan kebutuhan serta sumber daya yang tersedia,” lanjutnya.

Baca Juga :  Sesmendukbangga Evaluasi Pelaksanaan 5 Program Prioritas Quick Wins 2025 di Jawa Barat

Penanganan bencana selalu membutuhkan kolaborasi multi pihak atau biasa disebut kolaborasi pentaheliks, termasuk pada masa pascabencana.

“Pembagian peran antar pihak menjadi salah satu upaya yang penting untuk dilakukan. Pengkajian terhadap proses interaksi yang berlangsung antarpihak dalam pelaksanaan kegiatan pemulihan menjadi penting sehingga dapat digunakan di dalam membuat desain kerjasama berbagai pihak dalam rangka pemulihan pascabencana khususnya sektor ekonomi, sosial, dan sumber daya alam dan lingkungan,” tutur Jarwansah.

Harapannya praktik baik dalam pendampingan ini dapat dicontoh dan direplilkasi bagi masyarakat dan lembaga di tempat lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PPSESDA Eny Supartini menjelaskan secara detail terkait program pendampingan sosial, ekonomi dan sumber daya alam dan lingkungan ini termasuk kesuksesan di sejumlah wilayah terdampak bencana di Indonesia.

Baca Juga :  Gamers Siap-Siap! Januari 2025 Pemkot Bandung Bakal Gelar Kick-Off Kompetisi Gim Lokal

BNPB turut menggandeng pihak akademisi dalam melaksanakan program pendampingan ini, yaitu dari universitas – universitas negeri setempat.

Pada akhir acara, Kasubdit Pemulihan & Peningkatan Produktifitas SDA dan Lingkungan menyampaikan wrap up hasil diskusi yaitu diperlukan kolaborasi multipihak berbasis klaster (KOMPAK) pada pemulihan pasca bencana, dengan disusunnya regulasi, pembentukan klaster pemulihan dan sistem informasi digital sebagai pendukung komunikasi, monitoring evaluasi dan pelaporan pemulihan pascabencana.

Beberapa pakar yang dihadirkan dalam membahas strategi ini adalah Naibul Umam Eko Sakti (Planas), Samsul Widodo Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga (Kemendesa), Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Tengah Teguh Eko Paripurno. Para pakar membahas strategi dan praktik baik dalam upaya peningkatan dan penguatan sektor sosial, ekonomi dan SDAL pascabencana.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terminal Cicaheum Resmi Tutup Layanan Bus AKAP dan AKDP, Semua Rute Pindah ke Leuwipanjang
Kemendikdasmen: Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua yang Aman dan Bebas Bullying
RUPST 2025 Indofarma: Rugi Turun 76,7 Persen, Siap Perkuat Transformasi Bisnis 2026
Tersangka Penganiayaan dan Penyekapan Sempat Kabur ke Tangerang, Ditangkap di Ciparay
Sinkona Indonesia Lestari Catat Kinerja Positif 2025, Siap Ekspansi Global pada 2026
Bahasa Indonesia Diutamakan, Bahasa Daerah Dilestarikan, Jawa Barat Perkuat Tata Kelola Kebahasaan
Indonesia, Brunei, dan Malaysia Perkuat Diplomasi Bahasa di Tengah Era Digital
Dampak Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa dan Madura terhadap UMKM serta Kerugian Usaha Kecil

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:30 WIB

Terminal Cicaheum Resmi Tutup Layanan Bus AKAP dan AKDP, Semua Rute Pindah ke Leuwipanjang

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:16 WIB

Kemendikdasmen: Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua yang Aman dan Bebas Bullying

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:20 WIB

RUPST 2025 Indofarma: Rugi Turun 76,7 Persen, Siap Perkuat Transformasi Bisnis 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:28 WIB

Sinkona Indonesia Lestari Catat Kinerja Positif 2025, Siap Ekspansi Global pada 2026

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:21 WIB

Bahasa Indonesia Diutamakan, Bahasa Daerah Dilestarikan, Jawa Barat Perkuat Tata Kelola Kebahasaan

Berita Terbaru