FWK Kritik KPK soal Nusron Wahid dan Minta Pemerintah Tidak Antikritik

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta—Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) mengingatkan KPK harus memiliki keberanian dan konsistensi dalam penegakan hukum. Prinsip ini penting ditegakkan terkait kasus Nusron Wahid yang telah dua kali mangkir dari panggilan komisi anti rusuah itu.

“KPK sedang dalam sorotan publik. Publik bertanya, kenapa Nusron Wahid tidak memenuhi dua panggilan KPK dan lebih mementingkan perjalanan dinas ke luar negeri. Untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemberantasan korupsi, KPK harus berani, tidak boleh menjadi penakut,”ujar Koordinator Nasional FWK, Raja Parlindungan Pane dalam diskusi kebangsaan di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Polemik mangkirnya Nusron Wahid semakin besar. Rabu kemarin, Nusron Wahid, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BTN) tampak menghadiri sidang kabinet yang dipimpin oleh Presiden Prabowo.

“Apa langkah KPK berikutnya, ini ditunggu publik. Apakah KPK cukup berani menghadapi pejabat negara aktif?”tanya Raja Pane membuka diskusi FWK.

Hadir dalam diskusi ini, antara lain mantan Wakil Ketua Dewan Pers 2019-2022 Hendry Ch Bangun, pendiri dan pengurus FWK serta sejumlah pemimpin redaksi media massa. Salah seorang wartawan senior, M Nasir juga mengangkat isu kebebasan berekspresi.

Baca Juga :  Pemdaprov Jabar Terus Dorong Reaktivasi Jalur Kereta Api Banjar-Pangandaran dan Ciwidey-Bandung

Bertepatan dua tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Greenpeace menggelar aksi heboh dan viral di medsos, yakni mengibarkan banner raksasa di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. Ini aksi protes lingkungan dan kritik terhadap kinerja pemerintah, serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hendry Bangun mengapresiasi pernyataan Kepala Bakom Pemerintah, Syahganda Nainggolan terkait aksi Greenpeace. Pemerintah, kata Syahganda, menghormati aksi Greenpeace sebagai bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat.

“Kita pegang pernyataan Syahganda ini sebagai komitmen pemerintah. Ini penting agar media massa tidak takut dalam menyampaikan kritik. Buktikan pemerintah tidak antikritik,”ujar mantan wartawan Kompas.

Berman Nainggolan, Pimred Mitrapolitika menambahkan, enam aktivis yang memasang banner raksasa itu— yang sempat dievakuasi oleh aparat kepolisian, TNI dan Pemprov DKI Jakarta— sudah dipulangkan. Para aktivis itu dibawa hanya untuk mendapat penangangan kesehatan.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Libatkan Polri, KPK, dan Ombudsman RI, Awasi Bersama SPMB 2025

Masih mengevaluasi, Raja Pane menyatakan, kecurigaan masyarakat adanya perlakuan berbeda terhadap Nusron Wahid muncul setelah yang bersangkutan dua kali mangkir dari panggilan KPK. Apalagi setelah wartawan melihat Nusron Wahid berada di Istana mengikuti sidang kabinet.

Tanggal 7 Oktober lalu, Nusron Wahid tidak memenuhi panggilan pertama KPK, untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BTN.

Selanjutnya, pemanggilan kedua KPK, tanggal 15 Oktober lalu, Nusron Wahid kembali tidak hadir, dengan alasan adanya perjalanan dinas ke luar negeri.

KPK menyatakan penyidik masih mengevaluasi alasan ketidakhadiran Nusron Wahid dan mempertimbangkan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan surat perintah membawa.

“Sekali lagi, ketegasan KPK sedang diuji. Rakyat menunggu tindakan nyata KPK, bukan omon-omon,”ujar Raja Pane. ***

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun
Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan
Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional
Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang
Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan
Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial
DPR RI Setujui RUU Satu Data Indonesia, Perkuat Tata Kelola Data Nasional
Pelindungan Ketenagakerjaan, Pekerja Dapat Perlindungan Lebih Komprehensif

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:43 WIB

FWK Kritik KPK soal Nusron Wahid dan Minta Pemerintah Tidak Antikritik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang

Berita Terbaru