SIDOARJO (klopakindonesia.com) – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mendorong adanya langkah konkret dalam mengoptimalisasi penyerapan lulusan Politeknik Kelautan dan Perikanan ke dunia industri.
Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (28/9/2026).
Dalam kunker yang membahas penyelarasan dunia pendidikan dan industri tersebut, Alex menilai lembaga pendidikan vokasi di bawah naungan sektor kelautan dan perikanan memegang peran yang sangat strategis.
“Pendidikan vokasi kelautan dan perikanan memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, terampil, dan profesional sesuai kebutuhan pembangunan sektor ini,” ujar Alex.
Alex menekankan bahwa tolok ukur keberhasilan sebuah pendidikan vokasi tidak boleh berhenti pada angka kelulusan semata. Keberhasilan sejati, lanjutnya, terlihat dari sejauh mana para taruna dan taruni terserap di dunia kerja, mampu berwirausaha, serta berkontribusi nyata bagi industri nasional.
Oleh karena itu, Komisi IV DPR RI mendorong adanya penyesuaian kurikulum dan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan agar senantiasa relevan dengan perkembangan teknologi, kebutuhan pasar, dan dinamika dunia usaha.
“Konsep dari kampus ke industri harus diwujudkan melalui langkah-langkah konkret, antara lain penguatan magang industri, sertifikasi kompetensi, penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha, kerja sama penempatan lulusan, serta penguatan tracer study,” tegasnya.
Perluas Peluang Kerja ke Bapanas hingga ID Food
Selain penguatan kurikulum, Komisi IV DPR RI juga mendorong perluasan peluang kerja bagi para lulusan Politeknik Kelautan dan Perikanan. Menurut Alex, penyerapan lulusan tidak boleh terbatas pada unit kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemda, atau industri perikanan semata.
Ia mengusulkan agar akses lapangan kerja diperluas hingga ke Badan Karantina Indonesia, Badan Pangan Nasional (Bapanas), hingga BUMN pangan seperti ID Food.
Langkah ini dinilai sangat potensial bagi lulusan yang memiliki keahlian khusus di bidang pangan dan manajemen rantai pasok (supply chain).
“Ukuran keberhasilan pendidikan vokasi bukan hanya berapa banyak yang lulus, tetapi juga berapa banyak lulusan yang bekerja, berwirausaha, memperoleh penghasilan yang layak, dan mampu memberikan manfaat bagi pembangunan kelautan dan perikanan nasional,” pungkas Alex.

























