Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLOPAKINDONESIA.COM – BANDUNG BARAT – Pengguna jalan yang biasa melintasi Jalan Kolonel Masturi (Kolmas) di wilayah Lembang dan Parongpong perlu bersiap mencari rute lain. Jalan tersebut akan ditutup total selama 67 hari mulai 14 September 2026.

Penutupan dilakukan untuk mendukung pekerjaan pelebaran dan rehabilitasi jembatan di dekat kawasan Imah Seniman, Kampung Karamat, Kabupaten Bandung Barat.

Polres Cimahi bersama Dinas Perhubungan telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi dampak penutupan jalan yang menjadi salah satu akses penting di kawasan Lembang-Parongpong tersebut.

Kapolsek Lembang Kompol Dana Suhenda mengatakan pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan telah membahas skema pengaturan lalu lintas selama proses pekerjaan berlangsung.

“Betul, sudah ada rapat terkait rekayasa lalin penutupan Jalan Kolmas, rencananya mulai pertengahan bulan ini,” ujar Dana.

Penutupan Jalan Kolmas diperkirakan berlangsung hingga pertengahan November 2026. Rekayasa lalu lintas juga akan disosialisasikan kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan yang selama ini rutin melintasi jalur Lembang-Parongpong.

Baca Juga :  Benih Kerapu dan Bandeng Bali Makin Diminati, Ekspor Capai Rp6,41 Miliar hingga Agustus 2026

Dua Jalur Alternatif Disiapkan

Untuk mengurangi dampak kepadatan kendaraan selama Jalan Kolmas ditutup, Polres Cimahi dan Dinas Perhubungan menyiapkan dua jalur alternatif.

Jalur pertama dapat ditempuh melalui Kompleks Graha Puspa. Rute ini menghubungkan wilayah Lembang menuju Parongpong hingga Cisarua dan dapat digunakan pula dari arah sebaliknya.

Sementara jalur alternatif kedua melalui Ledeng – Jalan Sersan Bajuri – Parongpong – Cisarua.

Masyarakat yang hendak bepergian melalui kawasan tersebut diharapkan dapat menyesuaikan rute perjalanan dan memperhitungkan kemungkinan adanya peningkatan volume kendaraan di jalur alternatif.

Bus dan Truk Tidak Boleh Lewat Jalur Alternatif

Polisi mengingatkan bahwa dua jalur alternatif tersebut tidak diperuntukkan bagi kendaraan berdimensi besar, seperti bus pariwisata dan truk.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Ajak Hipmi Fokus pada Bonus Demografi untuk Capai Indonesia Emas 2045

Hal itu karena terdapat sejumlah ruas jalan dengan kondisi penyempitan dan keterbatasan lebar jalan.

Untuk kendaraan besar, polisi mengarahkan pengguna jalan agar tetap menggunakan jalur arteri utama melalui Kota Bandung atau Kota Cimahi.

Selama pekerjaan pelebaran dan rehabilitasi jembatan berlangsung, petugas kepolisian bersama Dinas Perhubungan akan melakukan pengaturan arus lalu lintas di sejumlah titik untuk meminimalkan kemacetan.

Penutupan Jalan Kolonel Masturi ini diperkirakan akan berdampak pada mobilitas masyarakat maupun wisatawan yang biasa menggunakan jalur tersebut untuk perjalanan antara Lembang, Parongpong, dan Cisarua.

Masyarakat pun diimbau memperhatikan informasi rekayasa lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan selama penutupan berlangsung.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun
Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan
Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional
Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang
Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan
Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial
DPR RI Setujui RUU Satu Data Indonesia, Perkuat Tata Kelola Data Nasional
Pelindungan Ketenagakerjaan, Pekerja Dapat Perlindungan Lebih Komprehensif

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan

Berita Terbaru