Pangandaran – Komitmen menekan prevalensi stunting terus diperkuat oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Jawa Barat melalui pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Bersama Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Pangandaran, program tersebut diwujudkan melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bagi Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, pada 8 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi percepatan penurunan dan pencegahan stunting, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, dengan mengedepankan edukasi, pendampingan, serta pemberian bantuan nutrisi kepada keluarga sasaran.
Edukasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan
Sebanyak 200 Keluarga Berisiko Stunting (KRS) mengikuti kegiatan edukasi mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai periode paling menentukan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.
Peserta berasal dari lima desa di Kecamatan Pangandaran, yaitu:
- Desa Pananjung.
- Desa Pangandaran.
- Desa Babakan.
- Desa Sidoharjo.
- Desa Sidomulyo.
Melalui kegiatan tersebut, keluarga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan, pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi, pola pengasuhan yang tepat, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya mencegah stunting.
Bantuan Nutrisi untuk Keluarga Sasaran
Selain menerima edukasi, seluruh keluarga sasaran juga memperoleh bantuan nutrisi basah sebagai bentuk dukungan dalam memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.
Bantuan tersebut berasal dari kepedulian:
- Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat.
- Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Jawa Barat.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari implementasi Program GENTING yang mengajak berbagai elemen masyarakat untuk berperan sebagai orang tua asuh bagi keluarga yang membutuhkan dukungan dalam upaya pencegahan stunting.
Peran Keluarga Sangat Menentukan
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, menegaskan bahwa keberhasilan mencegah stunting sangat bergantung pada kualitas pengasuhan yang diberikan orang tua sejak anak berada dalam kandungan.
Menurutnya, periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan masa emas yang menentukan kualitas kesehatan, pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta kemampuan belajar anak di masa depan.
“1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan anak, periode di mana kita bisa mencegah dan memastikan anak-anak terhindar dari stunting, khususnya di daerah pesisir,” ujar Dadi.
Ia juga mengingatkan bahwa pencegahan stunting memerlukan perhatian terhadap kecukupan gizi, sanitasi yang baik, akses layanan kesehatan, serta pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Pangandaran Perkuat Komitmen Cegah Stunting
Kepala DKBP3A Kabupaten Pangandaran, H. Agus Maliana, S.Kep., Ners., M.M., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk terus mendukung berbagai program percepatan penurunan stunting.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, penyuluh keluarga berencana, kader, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan intervensi yang diberikan mampu menjangkau keluarga sasaran secara berkelanjutan.
GENTING Bangun Semangat Gotong Royong
Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) merupakan salah satu program prioritas Kemendukbangga/BKKBN yang mengedepankan semangat gotong royong dalam mendukung keluarga berisiko stunting.
Melalui program ini, dukungan tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan nutrisi, tetapi juga melalui edukasi kesehatan, pendampingan keluarga, peningkatan pengetahuan mengenai pola pengasuhan, serta penguatan kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi gizi sejak dini.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan sehingga keluarga dapat memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak secara mandiri.
Bersama Mewujudkan Generasi Bebas Stunting
Pelaksanaan KIE 1.000 HPK dan penyaluran bantuan GENTING di Kabupaten Pangandaran menjadi bukti nyata bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.
Melalui keterlibatan pemerintah, organisasi profesi, penyuluh keluarga berencana, aparatur sipil negara, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak keluarga memperoleh akses terhadap edukasi dan dukungan yang dibutuhkan.
Dengan memperkuat pemenuhan gizi, meningkatkan kualitas pengasuhan, serta memastikan anak tumbuh sehat sejak masa awal kehidupan, Jawa Barat terus berupaya melahirkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.


























