Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung – Penguatan peran media sebagai mitra strategis dalam membangun ketahanan keluarga menjadi fokus utama dalam Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga bertema “Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis dalam Membangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa” yang digelar di Bandung, Minggu (20/7/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari kalangan legislatif, akademisi, dan praktisi media untuk membahas tantangan keluarga di era digital, khususnya dalam melindungi anak dan perempuan dari dampak negatif media sosial serta berbagai konten digital.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Siti Muntamah, S.A.P., menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) mengenai pembatasan penggunaan media sosial bagi anak sebagai salah satu upaya memperkuat perlindungan terhadap generasi muda.

Menurutnya, media harus menjadi ruang yang mampu menghadirkan informasi yang mengedukasi, menginspirasi, dan memotivasi masyarakat, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi pembentukan karakter anak dan penguatan ketahanan keluarga.

Ketua Forum Jurnalis Peduli Keluarga, Najib Hendra, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa media memiliki posisi yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, media bukan hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga berperan sebagai penghubung yang mampu menjangkau masyarakat secara luas.

Baca Juga :  Ikuti Sayembara Berhadiah Puluhan Juta, Yuk Rancang Taman Tematik Impianmu!

Mengapa media diperlukan? Karena media menjadi mata dan telinga masyarakat. Melalui media, informasi dapat menjangkau siapa saja dan kapan saja,” ujar Najib.

Ia menambahkan, dengan kekuatan tersebut, media memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan informasi yang berkualitas, mendidik, serta mendukung terwujudnya keluarga yang tangguh di tengah perkembangan teknologi digital.

Sementara itu, akademisi sekaligus pakar komunikasi, Dr. Almasina Rakhmaniar, S.Psi., M.I.Kom., CPS., CDM., menjelaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga di era digital.

Menurutnya, perlindungan terhadap anak dan perempuan di ruang digital tidak dapat hanya mengandalkan regulasi pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari negara, keluarga, pendidik hingga industri media.

“Keluarga Indonesia hidup di tengah arus digital yang tak terbendung. Keluarga adalah garis pertahanan pertama anak dan perempuan menghadapi derasnya arus informasi digital sebelum regulasi negara sekalipun sempat menjangkau,” ungkap Almasina.

Ia juga mengungkapkan bahwa jenis konten yang paling dikhawatirkan keluarga di Jawa Barat adalah konten kekerasan dan konten pornografi, karena dinilai dapat memberikan dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak.

Baca Juga :  PIP, ADEM, dan Kesejahteraan Guru Jadi Strategi Kemendikdasmen Wujudkan Pendidikan Merata

Dalam paparannya, Almasina memaparkan sejumlah dampak psikologis penggunaan media digital terhadap generasi muda, yaitu:

  • 38,10 persen mengalami nomophobia, yakni ketergantungan berlebihan terhadap smartphone hingga menimbulkan kecemasan ketika jauh dari gawai.
  • 68,39 persen mengalami gangguan fokus akibat paparan konten digital secara terus-menerus dan kebiasaan multitasking.
  • 52,41 persen mengalami stres mental yang dipicu oleh perbandingan sosial, cyberbullying, dan kelebihan informasi (information overload).
  • 50,08 persen (kategori tidak dijelaskan dalam paparan).
  • Fenomena social comparison, yaitu kecenderungan membandingkan diri dengan standar yang tidak realistis di media sosial sehingga memicu rasa rendah diri.
  • Lebih dari 70 persen mengalami phubbing, yaitu mengabaikan orang di sekitar karena terlalu fokus pada gawai sehingga berpotensi merusak hubungan sosial.

Melalui sarasehan ini, para narasumber sepakat bahwa penguatan literasi digital harus berjalan beriringan dengan kebijakan yang berpihak pada perlindungan anak, pengawasan keluarga, serta komitmen media dalam menyajikan informasi yang sehat dan bertanggung jawab.

Kolaborasi antara pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, industri media, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam membangun ketahanan keluarga yang kuat sebagai fondasi untuk mewujudkan Jawa Barat Istimewa.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG
Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya
Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau
Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi
Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
LDI 2026 Resmi Dibuka, 17.115 Murid Daftar Ajang Debat Nasional Kemendikdasmen

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:37 WIB

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG

Sabtu, 5 September 2026 - 15:16 WIB

Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya

Sabtu, 5 September 2026 - 09:48 WIB

Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau

Jumat, 4 September 2026 - 14:08 WIB

Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi

Jumat, 4 September 2026 - 05:45 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M

Berita Terbaru