Dedi Mulyadi Balas Kritik Pandji Pragiwaksono soal ‘Gubernur Konten’: Ajak Lihat Kerja Nyata di Jabar

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dedi Mulyadi Balas Kritik Pandji Pragiwaksono soal ‘Gubernur Konten’ (Gambar:ilustrasi)

Dedi Mulyadi Balas Kritik Pandji Pragiwaksono soal ‘Gubernur Konten’ (Gambar:ilustrasi)

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi alias KDM merespons kritik yang disampaikan komika Pandji Pragiwaksono terkait gaya kepemimpinannya yang kerap dinilai sebagai “gubernur konten”. Dedi menegaskan bahwa kritik tersebut merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang sehat dan patut dihargai.

Hal itu disampaikan Dedi melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (4/1). Ia bahkan menyampaikan apresiasi langsung kepada Pandji atas kritik yang dinilainya bersifat korektif dan edukatif.

“Bang Pandji terima kasih ya, saya penggemar Anda loh. Anda ini keren, setiap pernyataannya menggelitik, korektif, dan edukatif,” ujar Dedi Mulyadi.

Dalam pernyataannya, Dedi juga menanggapi pandangan Pandji yang menilai masyarakat Jawa Barat cenderung memilih pemimpin berlatar belakang artis. Menurut Dedi, realitas politik menunjukkan bahwa popularitas atau latar belakang sebagai figur publik tidak otomatis menjamin kemenangan dalam kontestasi politik.

“Termasuk ini orang Jawa Barat milih pemimpin yang selalu keartisan. Tetapi sayang sekali Bang Pandji, Pak Deddy Mizwar dan Pak Dede Yusuf, waktu nyalonin jadi gubernur malah nggak kepilih,” ungkap KDM.

Dedi mengingatkan bahwa dirinya pernah mendampingi Deddy Mizwar sebagai calon wakil gubernur, sementara Dede Yusuf maju bersama pasangan lain dalam pemilihan gubernur Jawa Barat. Namun, keduanya tetap tidak terpilih.

“Pak Deddy Mizwar dulu pasangannya sama saya loh calon wakil gubernurnya, kemudian Pak Dede Yusuf pasangannya sama Pak Lex, juga nggak terpilih,” ujarnya.

Meski demikian, Dedi menegaskan bahwa latar belakang sebagai artis tidak serta-merta mencerminkan kapasitas kepemimpinan seseorang. Ia justru memuji Dede Yusuf sebagai figur yang memiliki pemahaman pembangunan yang baik.

“Tetapi walaupun dia artis, Pak Dede Yusuf itu punya pemahaman pembangunan yang relatif sangat baik,” kata KDM.

Ia juga menyinggung rekam jejak Dede Yusuf di DPR RI yang dinilainya menunjukkan kapasitas sebagai wakil rakyat.

“Dan sekarang dua kali menjadi pimpinan komisi di DPR, juga kerangka berpikir pembangunannya keren. Yang artis juga punya kemampuan,” bebernya.

Menanggapi label “Gubernur Youtuber” atau “Gubernur Konten” yang kerap disematkan kepadanya, Dedi menegaskan dirinya tidak ingin menilai diri sendiri. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada publik untuk menilai kinerjanya berdasarkan hasil nyata di lapangan.

“Sedangkan saya sendiri dianggap Gubernur Youtuber, saya nggak boleh muji diri saya, baik apa nggak sebagai pemimpin,” ujarnya.

Dedi bahkan mengajak Pandji untuk datang langsung ke Jawa Barat dan melihat secara nyata pembangunan serta kerja pemerintah provinsi yang ia pimpin.

“Kemudian keliling ke daerah-daerah, berbagai daerah di seluruh Provinsi Jawa Barat. Saya ngebangunnya bener apa nggak, apakah saya ini hanya gubernur konten atau gubernur kenyataan, ya kita sama-sama lihat bagaimana hasil di lapangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dedi menekankan pentingnya kritik dan otokritik dalam negara demokrasi. Ia mengapresiasi kritik yang disampaikan secara terbuka, kreatif, dan tidak menyerang secara personal.

“Terus berkarya, melakukan otokritik yang terbuka. Karena ini negara demokrasi, setiap orang berhak menyampaikan pikiran dan gagasan, termasuk koreksi secara terbuka, apalagi dikemas dalam koreksi-koreksi yang jenaka, keren,” imbuhnya.

Sebelumnya, dalam acara Mens Rea, Pandji Pragiwaksono mengkritik kecenderungan pemilih di Jawa Barat dalam menentukan kepala daerah. Ia menilai masyarakat Jabar cenderung menyukai figur berlatar belakang artis.

“Nah ini di antara masyarakat Indonesia, gua sehari-hari, masalah terbesar ini adanya di Jawa Barat, orang Sunda. Orang Sunda senang sekali milih artis,” ujar Pandji.

Pandji juga menyinggung latar belakang beberapa pimpinan Jawa Barat yang berasal dari kalangan artis, termasuk Dedi Mulyadi yang disebutnya sebagai Youtuber.

“Gubernur mereka waktu itu Deddy Mizwar artis film, wakil gubernur mereka Dede Yusuf artis TV, sekarang gubernurnya Dedi Mulyadi artis YouTube. Banyak yang nggak suka, santai saja kawan,” pungkas Pandji.

 

Baca Juga :  Ajang FLS2N Dikmen 2024 Lahirkan Ratusan Talenta Muda dengan Bakat Seni Budaya
Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Nanik S. Deyang, Jurnalis yang Menjadi Kepala BGN Sebelum Mengundurkan Diri
Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid
Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa
Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen
AMPETRA Soroti Sulitnya Izin Tambang Rakyat, Siap Dampingi Penambang hingga Kantongi Legalitas
Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga
Kemendukbangga/BKKBN dan Pemprov Jabar Perkuat Sinergi Perluas Sekolah Siaga Kependudukan

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:16 WIB

Profil Nanik S. Deyang, Jurnalis yang Menjadi Kepala BGN Sebelum Mengundurkan Diri

Senin, 20 Juli 2026 - 19:50 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029

Senin, 20 Juli 2026 - 11:26 WIB

Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid

Senin, 20 Juli 2026 - 11:23 WIB

Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:32 WIB

AMPETRA Soroti Sulitnya Izin Tambang Rakyat, Siap Dampingi Penambang hingga Kantongi Legalitas

Berita Terbaru