Ketegangan Politik Memanas, DPR Thailand Akhirnya Dibubarkan

- Jurnalis

Selasa, 23 Desember 2025 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul umumkan pembubaran parlemen setelah rencana disetujui oleh Raja Thailand Maha Vajiralongkorn pada Jumat (12/12/25) sebagai langkah politik konstitusional di tengah dinamika politik nasional yang kian memanas. Keputusan ini sekaligus membuka jalan bagi pelaksanaan pemilihan umum dini guna mengembalikan legitimasi politik kepada rakyat.

Pembubaran DPR Thailand diambil setelah pemerintah gagal mencapai kesepakatan terkait rencana perubahan konstitusi dengan Partai Rakyat, yang sebelumnya merupakan pendukung utama pemerintah dan memiliki jumlah kursi terbesar di parlemen. Kebuntuan tersebut dinilai memperparah ketidakstabilan politik, sehingga pembubaran parlemen dipandang sebagai upaya memperoleh legitimasi baru.

Baca Juga :  Badan Bahasa Jalin Kerja Sama dengan 13 Universitas untuk Perkuat SDM Kebahasaan dan Kesastraan

Diketahui, rencana pembubaran DPR dikeluarkan setelah Partai Rakyat secara resmi menarik dukungannya terhadap perdana menteri. Langkah ini menjadi titik balik dalam peta politik Thailand, mengingat peran sentral partai tersebut dalam menopang pemerintahan sebelumnya.

Sejumlah media Thailand melaporkan bahwa ketegangan semakin meningkat setelah Partai Rakyat berencana mengajukan mosi tidak percaya terhadap pemerintah. Situasi ini muncul menyusul kebijakan pemerintahan Perdana Menteri Anutin Charnvirakul yang dinilai berupaya memperluas kewenangan para anggota DPR terpilih, sehingga memicu penolakan politik.

Baca Juga :  Pemkot Cimahi Pantau Ketersediaan MinyaKita Pasca Harga Naik

Menanggapi situasi tersebut, Anutin menegaskan bahwa pembubaran parlemen merupakan langkah paling tepat untuk meredam konflik politik.
Solusi yang tepat adalah membubarkan parlemen… yang merupakan cara untuk mengembalikan kekuasaan politik kepada rakyat,” ujar Anutin, dikutip dari BBC.

Dengan dibubarkannya DPR, Thailand kini memasuki masa transisi menuju pemilihan umum dini. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, pemilu dijadwalkan berlangsung dalam waktu 45 hingga 60 hari, dengan harapan mampu menghasilkan pemerintahan baru yang lebih stabil dan memperoleh mandat kuat dari rakyat.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG
Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya
Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau
Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi
Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
LDI 2026 Resmi Dibuka, 17.115 Murid Daftar Ajang Debat Nasional Kemendikdasmen

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:37 WIB

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG

Sabtu, 5 September 2026 - 15:16 WIB

Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya

Sabtu, 5 September 2026 - 09:48 WIB

Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau

Jumat, 4 September 2026 - 14:08 WIB

Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi

Jumat, 4 September 2026 - 05:45 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M

Berita Terbaru