Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Karawang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat program keluarga berencana, khususnya dalam meningkatkan peran laki-laki sebagai akseptor KB. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelayanan KB Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi dalam rangka memperingati Hari Vasektomi Sedunia, Kamis (20/11/2025), yang dipusatkan di RS Bunda Trinanda, Kabupaten Karawang.
23 Pria Ikut Vasektomi, Karawang Tunjukkan Komitmen Tinggi terhadap KB Pria
Pelayanan MOP tahun ini diikuti oleh 23 peserta yang datang dengan kesadaran dan komitmen pribadi untuk membangun keluarga yang lebih terencana serta berkualitas. Jumlah ini sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Karawang sebagai salah satu wilayah dengan akseptor KB Pria terbanyak di Jawa Barat.
Para peserta mendapatkan pelayanan langsung dari tenaga kesehatan berpengalaman dan tersertifikasi. Prosedur vasektomi dilakukan menggunakan teknik modern yang relatif cepat, minim rasa sakit, serta memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Setelah tindakan, peserta juga mendapatkan edukasi dan pendampingan terkait perawatan pascatindakan untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.
Mendorong Keadilan dan Kesetaraan dalam Pengasuhan
Kepala DP3AKB Jawa Barat menegaskan bahwa peningkatan akseptor KB Pria merupakan salah satu strategi untuk menciptakan keadilan dan kesetaraan dalam pengasuhan serta pengambilan keputusan terkait kesehatan reproduksi keluarga. Selama ini, program KB lebih identik dengan perempuan, sehingga pelibatan laki-laki menjadi langkah penting dalam menciptakan keseimbangan peran.
“Vasektomi bukan hanya tentang mencegah kehamilan, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab seorang ayah dalam merencanakan masa depan keluarga,” ujarnya dalam kesempatan terpisah.
Dukung Upaya Pencegahan Stunting dan Penguatan Kesehatan Ibu-Anak
Program MOP ini juga memiliki dampak strategis terhadap berbagai persoalan kesehatan keluarga. Dengan perencanaan kehamilan yang matang, pasangan dapat lebih fokus pada pengasuhan, gizi anak, serta kesehatan ibu. Langkah ini sejalan dengan upaya menurunkan risiko stunting, menjaga jarak kehamilan, dan memastikan kesiapan fisik maupun mental dalam membesarkan anak.
Selain itu, program ini turut mendukung peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh. Kehamilan yang tidak direncanakan seringkali berdampak pada risiko komplikasi, beban ekonomi, hingga penurunan kualitas pengasuhan. Melalui MOP, pasangan dapat lebih terarah dalam menyusun rencana keluarga yang harmonis dan stabil.
Sinergi Lintas Sektor Perkuat Gerakan KB Pria
Pelaksanaan vasektomi di Karawang merupakan bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat. DP3AKB Jawa Barat menilai bahwa penguatan peran laki-laki dalam KB tidak dapat dilakukan tanpa dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.
Asosiasi tenaga medis, kader keluarga berencana, serta berbagai lembaga masyarakat turut terlibat dalam memberikan edukasi mengenai vasektomi yang aman, efektif, dan permanen. Sosialisasi dilakukan secara masif untuk mengubah stigma lama mengenai KB Pria serta mendorong masyarakat agar tidak ragu mengambil peran aktif.
Harapan: Karawang Jadi Model Peningkatan Akseptor KB Pria
Dengan capaian 23 peserta dalam satu kegiatan layanan, DP3AKB Jawa Barat berharap Kabupaten Karawang dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengembangkan program KB Pria. Kabupaten Karawang dinilai memiliki potensi besar dalam memperluas jangkauan layanan, mengingat dukungan pemerintah daerah dan tingginya partisipasi masyarakat.
“Semoga langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk bersama-sama memperkuat peran ayah dalam membangun keluarga yang berkualitas, sehat, dan bahagia,” ujar tim pelaksana.


























