Turunkan Stunting di Sukabumi, Kemendukbangga Lakukan Bedah Rumah dan Intervensi Gizi

- Jurnalis

Selasa, 13 Januari 2026 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN SUKABUMI – Pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN bersama sejumlah mitra kerja memperkuat upaya penurunan stunting di Kabupaten Sukabumi. Intervensi dilakukan melalui program bedah rumah, perbaikan sanitasi, serta pemberian bantuan nutrisi bagi keluarga risiko stunting (KRS), Senin (12/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang menyasar keluarga KRS yang telah terverifikasi. Dalam kunjungan lapangan tersebut, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, hadir bersama mitra kerja seperti Lazismu, Rotary Indonesia, dan KitaBisa, serta didampingi Bupati Sukabumi, Dandim, dan unsur terkait lainnya.

Berdasarkan hasil verifikasi lapangan, keluarga yang dikunjungi menghadapi persoalan mendasar, mulai dari keterbatasan akses air bersih, kondisi rumah tidak layak huni, sanitasi yang buruk, hingga minimnya asupan gizi. Faktor-faktor tersebut menjadi pemicu utama tingginya risiko stunting.

“Yang paling penting adalah menyelamatkan generasi berikutnya. Anak-anak ini harus kita jaga agar ke depan kehidupannya jauh lebih baik. Karena itu, negara wajib hadir,” tegas Wihaji.

Baca Juga :  Peserta Pilkada di Kota Cimahi Diimbau Tak Pasang APK pada Pohon

Ia menjelaskan, melalui Program Genting, pemerintah tidak hanya memberikan bantuan bersifat sementara, melainkan melakukan intervensi menyeluruh dan berkelanjutan. Dua rumah keluarga KRS akan direnovasi melalui program rumah tidak layak huni, dilengkapi pembangunan MCK, penyediaan akses air bersih, serta bantuan asupan gizi selama enam bulan di bawah pengawasan Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Salah satu keluarga yang mendapat perhatian khusus adalah keluarga almarhum Raya yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik. Pemerintah memastikan rumah keluarga tersebut kini telah menjadi hunian layak, memiliki sanitasi memadai, serta akses air bersih yang dapat digunakan secara optimal.

Saat ini, ibunda almarhum Raya juga telah melahirkan anak keduanya pada 4 Januari 2026 yang diberi nama Raina Raya Nurrizky. Dalam kesempatan tersebut, Wihaji mengingatkan pentingnya pemberian ASI eksklusif.

“Anak ini adalah amanah Allah yang harus kita jaga. Penuhi ASI eksklusif sampai usia enam bulan tanpa makanan pendamping lain, dan ibu juga dianjurkan mengikuti KB jangka panjang agar pengasuhan anak dapat berjalan optimal,” pesannya.

Baca Juga :  Gencar Promosi, Ekspor Perikanan Tembus 1.15 Juta Ton ke Pasar Global

Selain intervensi fisik, edukasi kepada keluarga menjadi bagian penting dalam Program Genting. Petugas lapangan diingatkan bahwa perubahan perilaku membutuhkan proses bertahap, pendampingan yang konsisten, serta kesabaran agar pola hidup sehat benar-benar dapat diterapkan.

Wihaji menegaskan, periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan fase paling menentukan dalam mencegah stunting. Jika fase ini dijaga dengan baik, risiko stunting dapat ditekan secara maksimal. Sebaliknya, ketika anak sudah mengalami stunting, peluang pemulihan hanya sekitar 20 persen.

“Anak-anak ini memiliki hak untuk tumbuh sehat dan menjadi generasi penerus bangsa. Menyelamatkan satu anak berarti menyelamatkan satu generasi,” tegasnya.

Melalui sinergi Kemendukbangga/BKKBN, pemerintah daerah, dan para mitra, Program Genting diharapkan menjadi model intervensi berkelanjutan dalam membangun keluarga Indonesia yang sehat, mandiri, dan berkualitas.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru