Wamendikdasmen Apresiasi Keberhasilan SMKN 1 Tasikmalaya Salurkan Lulusan Berkompetensi ke Jepang

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, melakukan kunjungan kerja ke SMK Negeri 1 Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (15/10). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau kesiapan 22 siswa yang akan diberangkatkan untuk bekerja ke Jepang, sekaligus menjadi bentuk apresiasi dan dukungan pemerintah terhadap inisiatif penguatan pendidikan vokasi yang berorientasi pada dunia kerja dan berdaya saing global.

“Kesempatan bekerja ke luar negeri bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kualitas diri. Saya berpesan agar adik-adik tetap menjaga semangat, kejujuran, dan kerja keras. Nilai-nilai itulah yang akan membawa kesuksesan sejati,” ujar Wamen Fajar di hadapan siswa kelas XII calon pekerja migran, pada Rabu (15/10).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat, Dede Mulyana, menjelaskan salah satu tantangan yang dihadapi oleh pihak sekolah adalah biaya. Oleh sebab itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Vokasi memberikan bantuan sebesar Rp100 juta untuk 10 siswa berprestasi, yang dipilih berdasarkan peringkat hasil psikotest. Sementara itu, 12 siswa lainnya mendapat bantuan pinjaman lunak dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). “Mayoritas siswa kami dari keluarga menengah ke bawah, seperti anak buruh cuci atau buruh pasar. Maka kami berusaha keras mencari solusi agar mereka tetap bisa berangkat,” ungkap Dede.

Ia melanjutkan bahwa program ini lahir dari observasi minat alumni yang telah lebih dahulu bekerja di Jepang secara mandiri. Hingga saat ini, program ini telah memberangkatkan 43 siswa dalam dua angkatan sebelumnya. Mereka bekerja di berbagai bidang, mulai dari rumah sakit, hotel, perkantoran, hingga gedung olahraga, dengan gaji minimal Rp19 juta per bulan. Salah satu faktor yang membuat program ini istimewa adalah jaminan penempatan kerja sejak awal, sehingga tugas siswa calon pekerja migran tinggal mempersiapkan diri, perusahaan sudah siap menampung.

Baca Juga :  Dedi Mulyadi Pasang Badan Bela Sekda Herman: “Bukan Sekadar Pejabat Kantoran”

*Persiapan Intensif: Bahasa, Budaya dan Mental*
Guru Bahasa Jepang, Yosi, turut mendampingi para siswa sekaligus menanamkan pemahaman tentang budaya dan etos kerja masyarakat Jepang. Ia pernah menjalani magang selama sebulan di Jepang untuk merasakan langsung praktik dunia kerja di sana, sehingga kini dapat membagikan pengalaman nyatanya kepada para murid. Yosi juga menyampaikan pesan dari salah satu alumni yang telah bekerja di Jepang agar para siswa menyiapkan mental dengan baik, membiasakan diri berjalan kaki, dan terus berjuang mempelajari bahasa Jepang meskipun terasa sulit.

Untuk dapat menjadi siswa calon pekerja migran, siswa harus terlebih dahulu melewati proses seleksi. Setelah itu, mereka mengikuti program persiapan intensif yang berlangsung dari Agustus hingga Desember. Setiap hari, usai menyelesaikan pembelajaran reguler, para siswa melanjutkan dengan kelas bahasa Jepang pada pukul 13.00 hingga 16.00 WIB, Senin sampai Jumat.

Pada Desember 2025, para siswa dijadwalkan mengikuti _Japanese Language Proficiency Test_ (JLPT) tingkat N4 sebagai salah satu syarat keberangkatan ke Jepang. Setelah dinyatakan lulus, mereka akan menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama satu bulan di hotel berbintang lima di Tasikmalaya untuk mematangkan kesiapan kerja. Setelah menyelesaikan masa PKL, para siswa akan diberangkatkan ke Jepang. Selama lima tahun, mereka bekerja sesuai kontrak dan memperoleh status _Special Skill Worker_ (SSW), kemudian mereka berkesempatan memilih untuk kembali ke Indonesia, memperpanjang kontrak kerja, atau melanjutkan pendidikan di Jepang.

Baca Juga :  Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Melalui bank bjb Bisa Dapat Cashback 63%

*Kisah Inspiratif*
Di hadapan para siswa, Wamen Fajar memberikan motivasi sambil membagikan pengalaman pribadinya sebagai anak dari seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI). “Saya lahir dari orang tua yang berkorban. Ibu saya menjadi TKI ketika saya masih SD. Hari ini, melihat adik-adik yang memutuskan kerja di Jepang, saya seperti melihat potongan masa lalu saya, bedanya kali ini adalah anak-anak yang berangkat demi keluarga. Saya sangat hormat pada perjuangan kalian, kalian berhak atas kehidupan yang lebih baik,” ujarnya terharu.

Siti Najmi, salah satu siswi calon pekerja migran, mengungkapkan bahwa keputusannya mengikuti program ini adalah untuk mewujudkan keinginan keluarga. “Saya ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga. Saya ingin bantu keluarga lebih banyak,” ungkapnya.

Sementara itu, Dilwin Chris Philbert, siswa lainnya, mengatakan bahwa ia ingin adiknya bisa kuliah. “Saya anak sulung. Saya ingin kerja agar bisa meningkatkan perekonomian keluarga dan adik saya bisa kuliah. Saya juga ingin mengambil ilmu dan pengalaman yang banyak agar ke depan saya bisa membuka usaha sendiri,” ungkap Dilwin.

Dukungan penuh dari Kemendikdasmen diharapkan dapat memperkuat program sejenis di Berbagai SMK di Indonesia, untuk menyiapkan lulusan yang siap kerja di dalam negeri dan juga di manca negara. Kunjungan ini bukan hanya kegiatan peninjauan, namun merupakan momen berbagi empati dan harapan bahwa anak-anak muda yang berani bermimpi dan berkorban ini akan lahir generasi cerdas, tangguh serta berkarakter.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat
Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen
Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas
FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi
Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA
Hari Pustakawan Indonesia, Kemendikdasmen Ubah Perpustakaan Jadi Rumah Pendidikan
Kemendikdasmen Cetak Influencer Positif Lewat Bintang Sobat SMP 2026
Kemendikdasmen Perkuat LKP, Lulusan Disiapkan Tembus Dunia Kerja Internasional

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:31 WIB

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:24 WIB

Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen

Senin, 13 Juli 2026 - 16:02 WIB

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:40 WIB

FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:39 WIB

Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA

Berita Terbaru